Sabtu, 2 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Elastisitas Harga: Mengapa Diskon Besar Tidak Selalu Meningkatkan Pendapatan?

Elastisitas Harga: Mengapa Diskon Besar Tidak Selalu Meningkatkan Pendapatan?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
  • visibility 80
  • comment 0 komentar

Setiap pemilik usaha pasti pernah tergoda untuk memberikan diskon besar-besaran dengan harapan dapat menarik banyak pembeli dan mendongkrak pendapatan. Namun, sering kali hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Alih-alih untung, pendapatan justru stagnan atau bahkan menurun. Mengapa strategi ‘banting harga’ ini bisa gagal? Jawabannya terletak pada konsep ekonomi bernama Elastisitas Harga.

Secara sederhana, elastisitas harga adalah sebuah ukuran untuk melihat seberapa sensitif jumlah permintaan suatu produk terhadap perubahan harganya. Konsep ini membantu kita memahami perilaku konsumen dan terbagi menjadi dua kategori utama:

* Permintaan Elastis: Terjadi pada barang yang permintaannya sangat responsif terhadap perubahan harga. Biasanya ini adalah barang mewah, barang yang memiliki banyak pengganti (substitusi), atau barang yang tidak terlalu mendesak. Contohnya tiket liburan atau tas branded. Untuk produk seperti ini, sedikit saja penurunan harga (diskon) bisa menyebabkan lonjakan permintaan yang sangat besar.

* Permintaan Inelastis: Terjadi pada barang yang permintaannya tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan harga. Ini adalah barang-barang kebutuhan pokok yang harus dibeli, seperti beras, bensin, atau obat resep. Meskipun harganya naik atau turun drastis, jumlah yang dibeli orang cenderung tidak banyak berubah.

Di sinilah letak kunci jawabannya. Memberikan diskon besar untuk produk dengan permintaan elastis adalah strategi yang jitu. Lonjakan volume penjualan akan lebih dari cukup untuk menutupi harga jual yang lebih rendah, sehingga total pendapatan akan meningkat.

Sebaliknya, memberikan diskon untuk produk dengan permintaan inelastis adalah sebuah kesalahan. Konsumen akan membeli dalam jumlah yang hampir sama, tidak peduli seberapa besar diskonnya. Akibatnya, Anda hanya menjual barang dalam jumlah yang sama dengan harga lebih murah, sehingga total pendapatan justru akan turun.

Dengan memahami elastisitas harga, para pebisnis dapat membuat strategi penetapan harga yang lebih cerdas. Mereka bisa tahu kapan harus memberikan diskon dan kapan menaikkan harga untuk benar-benar memaksimalkan pendapatan, bukan malah menggerusnya.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seni Anyam Pandan: Kerajinan Tangan yang Menopang Ekonomi Desa

    Seni Anyam Pandan: Kerajinan Tangan yang Menopang Ekonomi Desa

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Seni anyaman pandan adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang tak hanya indah, tetapi juga memiliki peran vital dalam menopang ekonomi desa. Kerajinan tangan yang memanfaatkan daun pandan berduri sebagai bahan utama ini telah menjadi tradisi turun-temurun di banyak daerah, menciptakan produk-produk bernilai jual tinggi. Proses pembuatan anyaman pandan memerlukan ketelitian dan kesabaran. Daun pandan […]

  • Jejak Uranium dalam Fiksi Ilmiah dan Budaya Populer: Dari Super-Fuel hingga Monster

    Jejak Uranium dalam Fiksi Ilmiah dan Budaya Populer: Dari Super-Fuel hingga Monster

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Dengan citra kekuatan dahsyat sekaligus bahaya tak terlihat, uranium menjadi bahan bakar sempurna untuk imajinasi para kreator di dunia fiksi ilmiah dan budaya populer. Sejak era atom dimulai, elemen radioaktif ini telah menjadi simbol kuat, berfungsi sebagai sumber keajaiban teknologi, pemicu bencana, atau macguffin (objek pemicu plot) yang diperebutkan. Sumber Kekuatan dan Teknologi Canggih Di […]

  • Seni Lukis Kaca Cirebon: Warisan yang Hampir Terlupakan

    Seni Lukis Kaca Cirebon: Warisan yang Hampir Terlupakan

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Seni lukis kaca Cirebon adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang unik dan memiliki sejarah panjang. Seni ini bukan sekadar melukis di atas kaca, melainkan sebuah teknik yang rumit, di mana seniman melukis dari bagian belakang kaca sehingga gambar terlihat dari sisi depannya. Keunikan teknik ini menciptakan efek visual yang mempesona dan berbeda dari lukisan […]

  • Pasar Seni Ubud: Surga Belanja Kerajinan Tangan dan Souvenir Unik di Bali

    Pasar Seni Ubud: Surga Belanja Kerajinan Tangan dan Souvenir Unik di Bali

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Berkunjung ke Ubud tidak lengkap rasanya tanpa menyusuri hiruk pikuk Pasar Seni Ubud. Terletak di jantung kota, pasar ini adalah surga bagi para pemburu kerajinan tangan Bali dan souvenir unik. Lebih dari sekadar tempat berbelanja, Pasar Seni Ubud adalah jendela menuju kekayaan seni dan budaya Pulau Dewata. Di sini, Anda akan menemukan berbagai macam produk […]

  • Studi Kasus: Peran PPATK dalam Mengungkap Kasus Korupsi Besar

    Studi Kasus: Peran PPATK dalam Mengungkap Kasus Korupsi Besar

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Korupsi adalah musuh utama pembangunan suatu bangsa. Seringkali, jejak kejahatan ini disamarkan melalui skema keuangan yang rumit, menjadikannya sulit diungkap. Di sinilah PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) memainkan peran vital, bertindak sebagai mata dan telinga negara dalam melacak aliran dana haram. Melalui studi kasus, kita dapat melihat bagaimana PPATK menjadi kunci dalam mengungkap […]

  • Open Banking: Masa Depan Integrasi Layanan Keuangan

    Open Banking: Masa Depan Integrasi Layanan Keuangan

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda merasa repot harus membuka beberapa aplikasi berbeda—satu untuk mobile banking, satu untuk e-wallet, dan satu lagi untuk investasi? Inilah masalah yang coba dipecahkan oleh Open Banking, sebuah revolusi yang akan mendefinisikan masa depan layanan keuangan. Open Banking adalah praktik di mana bank, atas persetujuan penuh dari nasabah, memberikan akses data keuangan secara aman […]

expand_less