Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Passiliran’: Tradisi Pemakaman Bayi di Pohon Tarra, Tana Toraja

Passiliran’: Tradisi Pemakaman Bayi di Pohon Tarra, Tana Toraja

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • visibility 174
  • comment 0 komentar

Tana Toraja di Sulawesi Selatan dikenal luas dengan upacara kematiannya yang megah, Rambu Solo’. Namun, di balik kemegahan tersebut, tersimpan sebuah tradisi pemakaman lain yang jauh lebih hening namun tak kalah sarat makna, yaitu Passiliran’. Ini adalah tradisi pemakaman bayi Tana Toraja yang unik, di mana jasad tidak dikebumikan di tanah, melainkan di dalam batang pohon hidup.

Tradisi kuno ini merupakan bagian dari sistem kepercayaan Aluk Todolo, yang menjadi panduan hidup masyarakat adat Toraja. Upacara Passiliran’ memiliki aturan dan filosofi yang sangat mendalam.

Makna Pohon Tarra sebagai Rahim Alam

Passiliran’ secara khusus diperuntukkan bagi bayi yang meninggal dunia sebelum gigi pertamanya tumbuh. Menurut kepercayaan lokal, bayi-bayi ini masih dalam keadaan suci dan bersih dari dosa. Oleh karena itu, mereka harus dikembalikan ke alam dengan cara yang suci pula, seolah-olah kembali ke dalam rahim.

Pohon yang dipilih untuk pemakaman ini adalah pohon Tarra, sejenis pohon sukun besar yang memiliki banyak getah berwarna putih. Getah ini dianggap sebagai simbol air susu ibu (ASI) yang akan terus menutrisi sang bayi di alam baka.

Prosesinya dilakukan dengan melubangi batang pohon Tarra yang masih hidup, kemudian jasad bayi dimasukkan ke dalamnya dengan posisi seperti janin. Lubang tersebut kemudian ditutup rapat menggunakan serat ijuk. Seiring berjalannya waktu, lubang kubur itu akan kembali menutup seiring pertumbuhan pohon. Masyarakat Toraja percaya, dengan cara ini sang bayi akan terus “tumbuh” bersama pohon, menyatu kembali dengan alam.

Tradisi Passiliran’ bukan sekadar ritual pemakaman, melainkan cerminan hubungan harmonis antara manusia dan alam dalam budaya Toraja. Ini adalah bukti nyata kekayaan warisan budaya Indonesia yang menunjukkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan sebuah perjalanan kembali ke sumber kehidupan.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Hari Ini: Melonjak Naik, Waktunya Cermati Peluang Investasi

    Harga Emas Hari Ini: Melonjak Naik, Waktunya Cermati Peluang Investasi

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Emas kembali menunjukkan taringnya sebagai aset investasi yang menarik perhatian. Setelah mengalami fluktuasi, hari ini harga emas menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, menjadi sinyal penting bagi para investor. Lalu, bagaimana perbandingan harga emas hari ini dengan kemarin? Berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia (logammulia.com) pada hari Jumat, 8 Agustus 2025 pukul 08:21 WIB, harga emas […]

  • Grafik Komputer Generasi Berikutnya: Realisme Visual yang Tak Terbatas

    Grafik Komputer Generasi Berikutnya: Realisme Visual yang Tak Terbatas

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Industri grafik komputer terus berinovasi dengan kecepatan yang mencengangkan, mendorong batas-batas realisme visual dalam berbagai aplikasi, mulai dari video game dan film hingga simulasi ilmiah dan desain produk. Generasi berikutnya dari teknologi grafis menjanjikan pengalaman visual yang lebih imersif dan detail yang nyaris tak terbatas. Salah satu pendorong utama kemajuan ini adalah teknik ray tracing […]

  • Seni Wayang Beber: Pertunjukan Gambar Tertua di Indonesia

    Seni Wayang Beber: Pertunjukan Gambar Tertua di Indonesia

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Wayang Beber adalah salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional tertua di Indonesia, yang bahkan mendahului wayang kulit. Seni ini begitu unik karena tidak menggunakan boneka, melainkan lembaran-lembaran kain yang digambar dan dibeberkan (dibentangkan) satu per satu. Setiap lembar gambar menceritakan satu adegan, dan dalang akan menggulung dan membentangkan gulungan kain tersebut seiring dengan alur cerita. […]

  • Peran Strategis OJK dalam Menjaga Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia

    Peran Strategis OJK dalam Menjaga Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sektor keuangan merupakan urat nadi perekonomian suatu negara, tak terkecuali Indonesia. Stabilitas dan kesehatannya memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat. Di sinilah peran krusial Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga independen hadir untuk memastikan sektor keuangan Indonesia tetap stabil, efisien, dan berdaya saing. OJK memiliki mandat yang luas, meliputi pengaturan, pengawasan, […]

  • Literasi Keuangan: Kunci Sukses dalam Berinvestasi yang Wajib Dimiliki

    Literasi Keuangan: Kunci Sukses dalam Berinvestasi yang Wajib Dimiliki

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Di era modern ini, investasi telah menjadi semakin populer sebagai cara untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Namun, terjun ke dunia investasi tanpa pemahaman yang memadai ibarat berlayar tanpa kompas. Inilah mengapa literasi keuangan memegang peranan krusial dalam menentukan kesuksesan Anda dalam berinvestasi. Literasi keuangan bukan hanya sekadar memahami istilah-istilah keuangan dasar. Lebih dari itu, […]

  • Perkembangan Arsitektur Masjid di Nusantara: Perpaduan Unik Budaya dan Agama

    Perkembangan Arsitektur Masjid di Nusantara: Perpaduan Unik Budaya dan Agama

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Arsitektur masjid di Nusantara memiliki sejarah yang panjang dan kaya, mencerminkan perpaduan unik antara ajaran Islam dengan budaya lokal. Berbeda dengan arsitektur masjid di Timur Tengah yang kental dengan kubah dan menara, masjid-masjid awal di Indonesia justru mengadaptasi bentuk bangunan tradisional, menciptakan gaya yang khas dan otentik. Pada masa awal penyebaran Islam, para penyebar agama […]

expand_less