Rabu, 5 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Passiliran’: Tradisi Pemakaman Bayi di Pohon Tarra, Tana Toraja

Passiliran’: Tradisi Pemakaman Bayi di Pohon Tarra, Tana Toraja

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • visibility 162
  • comment 0 komentar

Tana Toraja di Sulawesi Selatan dikenal luas dengan upacara kematiannya yang megah, Rambu Solo’. Namun, di balik kemegahan tersebut, tersimpan sebuah tradisi pemakaman lain yang jauh lebih hening namun tak kalah sarat makna, yaitu Passiliran’. Ini adalah tradisi pemakaman bayi Tana Toraja yang unik, di mana jasad tidak dikebumikan di tanah, melainkan di dalam batang pohon hidup.

Tradisi kuno ini merupakan bagian dari sistem kepercayaan Aluk Todolo, yang menjadi panduan hidup masyarakat adat Toraja. Upacara Passiliran’ memiliki aturan dan filosofi yang sangat mendalam.

Makna Pohon Tarra sebagai Rahim Alam

Passiliran’ secara khusus diperuntukkan bagi bayi yang meninggal dunia sebelum gigi pertamanya tumbuh. Menurut kepercayaan lokal, bayi-bayi ini masih dalam keadaan suci dan bersih dari dosa. Oleh karena itu, mereka harus dikembalikan ke alam dengan cara yang suci pula, seolah-olah kembali ke dalam rahim.

Pohon yang dipilih untuk pemakaman ini adalah pohon Tarra, sejenis pohon sukun besar yang memiliki banyak getah berwarna putih. Getah ini dianggap sebagai simbol air susu ibu (ASI) yang akan terus menutrisi sang bayi di alam baka.

Prosesinya dilakukan dengan melubangi batang pohon Tarra yang masih hidup, kemudian jasad bayi dimasukkan ke dalamnya dengan posisi seperti janin. Lubang tersebut kemudian ditutup rapat menggunakan serat ijuk. Seiring berjalannya waktu, lubang kubur itu akan kembali menutup seiring pertumbuhan pohon. Masyarakat Toraja percaya, dengan cara ini sang bayi akan terus “tumbuh” bersama pohon, menyatu kembali dengan alam.

Tradisi Passiliran’ bukan sekadar ritual pemakaman, melainkan cerminan hubungan harmonis antara manusia dan alam dalam budaya Toraja. Ini adalah bukti nyata kekayaan warisan budaya Indonesia yang menunjukkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan sebuah perjalanan kembali ke sumber kehidupan.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menguak Keindahan Candi Tersembunyi di Sekitar Prambanan

    Menguak Keindahan Candi Tersembunyi di Sekitar Prambanan

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Saat membicarakan wisata candi di Yogyakarta, sebagian besar orang akan langsung teringat pada Candi Prambanan yang megah. Namun, tahukah Anda bahwa di sekitar kompleks Prambanan, terdapat beberapa candi lain yang tak kalah indah dan menyimpan cerita unik? Jika Anda ingin menjelajahi lebih dari sekadar yang populer, kunjungan ke Candi Plaosan, Candi Sewu, dan Candi Ijo […]

  • Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Peran Lebah dalam Keberlanjutan Pertanian

    Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Peran Lebah dalam Keberlanjutan Pertanian

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Di balik setiap buah dan sayuran segar yang kita nikmati, ada pahlawan kecil bersayap yang bekerja tanpa lelah: lebah. Serangga penyerbuk ini memainkan peran krusial dalam keberlanjutan pertanian, menjadikannya fondasi utama ketahanan pangan global. Tanpa lebah, produksi banyak tanaman pangan penting akan terancam. Penyerbuk Alami yang Tak Tergantikan Lebah adalah agen penyerbuk utama bagi sekitar […]

  • LMKN dan Bisnis: Panduan Membayar Royalti untuk Usaha Kecil dan Menengah

    LMKN dan Bisnis: Panduan Membayar Royalti untuk Usaha Kecil dan Menengah

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Bagi para pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, seperti kafe, restoran, toko, atau salon yang memutar musik, memahami kewajiban membayar royalti kepada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) adalah hal yang penting. Ini bukan hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap karya seni. Berikut adalah panduan sederhana untuk membantu UKM dalam membayar […]

  • Transisi Energi: Tantangan dan Peluang Ekonomi di Balik Energi Terbarukan

    Transisi Energi: Tantangan dan Peluang Ekonomi di Balik Energi Terbarukan

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Dunia kini berada di ambang perubahan besar dalam lanskap energinya. Transisi energi, yaitu pergeseran dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi terbarukan, bukan hanya menjadi keharusan untuk mengatasi krisis iklim, tetapi juga membuka lebar peluang ekonomi yang signifikan. Namun, proses ini juga menghadirkan berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah investasi awal yang besar untuk […]

  • Wisata Kuliner Babi Guling Terbaik di Bali: Perang Rasa Legendaris

    Wisata Kuliner Babi Guling Terbaik di Bali: Perang Rasa Legendaris

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Bali tak hanya memanjakan mata dengan keindahan alamnya, tetapi juga menggoyang lidah dengan kelezatan kulinernya yang khas. Salah satu hidangan yang wajib dicicipi adalah Babi Guling, babi utuh yang dipanggang dengan bumbu rempah Bali yang kaya dan aromatik. Mencari Babi Guling terbaik di Bali adalah sebuah petualangan rasa yang legendaris, di mana setiap warung atau […]

  • Kuta Dulu dan Sekarang: Masihkah Relevan untuk Dikunjungi?

    Kuta Dulu dan Sekarang: Masihkah Relevan untuk Dikunjungi?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Kuta. Nama ini kerap membangkitkan dua citra yang kontras. Bagi sebagian orang, ia adalah kenangan manis tentang surga para backpacker dan peselancar di tahun 70-an hingga 90-an; sebuah desa nelayan yang bertransformasi menjadi ikon pariwisata Bali dengan pantai legendaris dan suasana bebas. Namun, bagi sebagian lainnya, Kuta hari ini adalah pusat keramaian yang padat, identik […]

expand_less