Kamis, 18 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Quantitative Easing (QE): Cara Bank Sentral ‘Mencetak Uang’ untuk Selamatkan Ekonomi

Quantitative Easing (QE): Cara Bank Sentral ‘Mencetak Uang’ untuk Selamatkan Ekonomi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
  • visibility 97
  • comment 0 komentar

Ketika perekonomian menghadapi krisis hebat dan instrumen tradisional seperti penurunan suku bunga acuan tak lagi mempan, bank sentral akan mengeluarkan alat kebijakan moneter yang luar biasa kuat: Quantitative Easing (QE). Istilah ini sering disebut sebagai cara bank sentral “mencetak uang”, namun mekanismenya lebih kompleks dari sekadar menyalakan mesin cetak.

Secara esensial, QE adalah program pembelian aset keuangan dalam skala besar oleh bank sentral. Alih-alih mencetak uang fisik, bank sentral menciptakan uang baru secara digital di neracanya. Uang digital ini kemudian digunakan untuk membeli aset, terutama obligasi pemerintah dan terkadang surat utang korporasi, dari bank-bank komersial dan lembaga keuangan lainnya di pasar terbuka.

Tindakan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk menyuntikkan likuiditas secara masif ke dalam sistem perbankan. Dengan memiliki lebih banyak uang tunai, bank-bank didorong untuk menyalurkan lebih banyak kredit ke sektor bisnis dan rumah tangga. Kedua, dengan membeli obligasi secara besar-besaran, permintaan terhadap obligasi tersebut meningkat. Hal ini menaikkan harga obligasi dan—yang paling penting—menurunkan imbal hasilnya (yield). Turunnya yield obligasi ini menjadi acuan untuk menekan suku bunga pinjaman jangka panjang di seluruh perekonomian.

Tujuan akhirnya adalah untuk memberikan stimulus ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah mendorong perusahaan untuk berinvestasi dan berekspansi, serta merangsang konsumen untuk meminjam dan berbelanja, misalnya melalui KPR atau kredit kendaraan yang lebih murah.

Meskipun efektif, QE bukanlah tanpa risiko. Kritik utama adalah potensi terjadinya inflasi yang tinggi jika terlalu banyak uang beredar di ekonomi. Oleh karena itu, QE dianggap sebagai kebijakan non-konvensional yang hanya digunakan dalam kondisi darurat untuk mencegah keruntuhan ekonomi yang lebih dalam.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengembalikan Kehidupan Tanah: Pertanian Regeneratif untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

    Mengembalikan Kehidupan Tanah: Pertanian Regeneratif untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Di tengah isu degradasi lahan dan perubahan iklim, Pertanian Regeneratif muncul sebagai solusi yang menjanjikan. Lebih dari sekadar pertanian berkelanjutan, praktik ini berfokus pada memulihkan dan merevitalisasi kesehatan tanah. Tujuannya adalah tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang lebih sehat dan tangguh. Prinsip Utama yang Mengubah Tanah Mati Menjadi Hidup Pertanian regeneratif […]

  • Kisah Sukses: Musisi yang Hidup dari Royalti yang Dibagikan LMKN

    Kisah Sukses: Musisi yang Hidup dari Royalti yang Dibagikan LMKN

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Di balik gemerlap panggung dan tepuk tangan penonton, banyak musisi yang berjuang untuk mendapatkan penghasilan yang stabil. Bagi sebagian besar, profesi ini sering kali terasa tidak pasti. Namun, bagi beberapa musisi, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) telah menjadi pilar penting yang mengubah nasib mereka. Kisah-kisah sukses ini menjadi bukti nyata bahwa sistem royalti yang efektif […]

  • Waspada Penipuan Pengisian E-Wallet: Amankan Dana Digital Anda!

    Waspada Penipuan Pengisian E-Wallet: Amankan Dana Digital Anda!

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    E-wallet atau dompet digital telah merevolusi cara kita bertransaksi, menawarkan kemudahan dan kecepatan. Namun, kemudahan ini juga membuka celah baru bagi para penipu yang menyasar proses pengisian e-wallet. Modus penipuan ini dirancang untuk mencuri dana digital Anda dengan berbagai cara licik, sehingga sangat penting bagi kita untuk selalu waspada. Salah satu modus paling umum adalah […]

  • Deposito Berjangka: Pilihan Aman untuk Dana Jangka Pendek

    Deposito Berjangka: Pilihan Aman untuk Dana Jangka Pendek

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Di tengah banyaknya pilihan investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi namun berisiko, seringkali kita membutuhkan instrumen yang fokus pada keamanan. Untuk tujuan finansial jangka pendek atau menyimpan dana darurat, deposito berjangka tetap menjadi salah satu pilihan utama yang paling diandalkan dan minim risiko. Konsep Dasar dan Keamanan Terjamin Deposito berjangka adalah produk simpanan di bank […]

  • Pemulihan Lahan Pasca-Penambangan Uranium: Tantangan dan Prosesnya

    Pemulihan Lahan Pasca-Penambangan Uranium: Tantangan dan Prosesnya

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Aktivitas penambangan uranium, meskipun penting untuk energi nuklir, meninggalkan jejak lingkungan yang signifikan. Oleh karena itu, pemulihan lahan pasca-penambangan atau reklamasi adalah tahap krusial dan wajib dalam siklus hidup sebuah tambang. Tujuannya bukan sekadar mengembalikan bentuk lanskap, tetapi memastikan area tersebut aman, stabil, dan tidak menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan generasi mendatang. Tantangan Utama Reklamasi […]

  • Dampak Ekonomi Perubahan Iklim di Negara Agraris dan Kepulauan

    Dampak Ekonomi Perubahan Iklim di Negara Agraris dan Kepulauan

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi global. Bagi negara dengan corak agraris dan kepulauan seperti Indonesia, dampak ekonomi dari perubahan iklim terasa jauh lebih tajam karena ketergantungan yang tinggi pada sumber daya alam darat dan laut. Ancaman ini datang dari dua arah yang saling berkaitan. Pertama, […]

expand_less