Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Quantitative Easing (QE): Cara Bank Sentral ‘Mencetak Uang’ untuk Selamatkan Ekonomi

Quantitative Easing (QE): Cara Bank Sentral ‘Mencetak Uang’ untuk Selamatkan Ekonomi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

Ketika perekonomian menghadapi krisis hebat dan instrumen tradisional seperti penurunan suku bunga acuan tak lagi mempan, bank sentral akan mengeluarkan alat kebijakan moneter yang luar biasa kuat: Quantitative Easing (QE). Istilah ini sering disebut sebagai cara bank sentral “mencetak uang”, namun mekanismenya lebih kompleks dari sekadar menyalakan mesin cetak.

Secara esensial, QE adalah program pembelian aset keuangan dalam skala besar oleh bank sentral. Alih-alih mencetak uang fisik, bank sentral menciptakan uang baru secara digital di neracanya. Uang digital ini kemudian digunakan untuk membeli aset, terutama obligasi pemerintah dan terkadang surat utang korporasi, dari bank-bank komersial dan lembaga keuangan lainnya di pasar terbuka.

Tindakan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk menyuntikkan likuiditas secara masif ke dalam sistem perbankan. Dengan memiliki lebih banyak uang tunai, bank-bank didorong untuk menyalurkan lebih banyak kredit ke sektor bisnis dan rumah tangga. Kedua, dengan membeli obligasi secara besar-besaran, permintaan terhadap obligasi tersebut meningkat. Hal ini menaikkan harga obligasi dan—yang paling penting—menurunkan imbal hasilnya (yield). Turunnya yield obligasi ini menjadi acuan untuk menekan suku bunga pinjaman jangka panjang di seluruh perekonomian.

Tujuan akhirnya adalah untuk memberikan stimulus ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah mendorong perusahaan untuk berinvestasi dan berekspansi, serta merangsang konsumen untuk meminjam dan berbelanja, misalnya melalui KPR atau kredit kendaraan yang lebih murah.

Meskipun efektif, QE bukanlah tanpa risiko. Kritik utama adalah potensi terjadinya inflasi yang tinggi jika terlalu banyak uang beredar di ekonomi. Oleh karena itu, QE dianggap sebagai kebijakan non-konvensional yang hanya digunakan dalam kondisi darurat untuk mencegah keruntuhan ekonomi yang lebih dalam.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Drone dalam Revolusi Pertanian: Dari Pemetaan hingga Penyemprotan

    Peran Drone dalam Revolusi Pertanian: Dari Pemetaan hingga Penyemprotan

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 139
    • 0Komentar

    ​​Revolusi teknologi terus merambah berbagai sektor, tak terkecuali pertanian. Salah satu inovasi yang paling signifikan adalah hadirnya drone atau pesawat tanpa awak. Perangkat canggih ini kini memainkan peran krusial dalam mentransformasi praktik pertanian tradisional menjadi lebih efisien, presisi, dan berkelanjutan. ​Drone sebagai Mata di Langit ​Di era Pertanian 4.0, drone berfungsi sebagai “mata di langit” […]

  • Investasi Bertanggung Jawab (SRI): Raih Keuntungan Sambil Berdampak Positif

    Investasi Bertanggung Jawab (SRI): Raih Keuntungan Sambil Berdampak Positif

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Di era modern ini, kesadaran akan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) semakin meningkat. Hal ini juga merambah dunia investasi, melahirkan konsep Investasi Bertanggung Jawab atau Sustainable and Responsible Investing (SRI). SRI bukan sekadar tren, melainkan sebuah pendekatan investasi yang mempertimbangkan faktor-faktor etika dan keberlanjutan selain potensi keuntungan finansial. Apa Itu Investasi Bertanggung […]

  • Mengenal Lebih Dekat: Fungsi Krusial PPATK dalam Mencegah Pencucian Uang

    Mengenal Lebih Dekat: Fungsi Krusial PPATK dalam Mencegah Pencucian Uang

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Pencucian uang adalah kejahatan serius yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan merusak integritas sistem keuangan suatu negara. Untuk memerangi kejahatan ini, Indonesia memiliki lembaga khusus bernama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau yang lebih dikenal dengan PPATK. Lalu, apa sebenarnya fungsi krusial dari lembaga ini? Tugas dan Wewenang Utama PPATK PPATK berperan sebagai lembaga […]

  • Cara Kerja LMKN Mengumpulkan dan Mendistribusikan Royalti Musik

    Cara Kerja LMKN Mengumpulkan dan Mendistribusikan Royalti Musik

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) menjadi pilar penting dalam industri musik Indonesia. Perannya adalah memastikan royalti musik yang merupakan hak para musisi dan pencipta lagu dapat dikelola dan didistribusikan secara adil. Lantas, bagaimana cara kerja LMKN dalam menjalankan tugas krusial ini? Proses kerja LMKN dimulai dengan pengumpulan royalti. LMKN memiliki kewenangan untuk menagih royalti dari […]

  • Pembiayaan Mikro Syariah: Dukungan untuk UMKM Islami

    Pembiayaan Mikro Syariah: Dukungan untuk UMKM Islami

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, terbukti tangguh dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal. Namun, salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi pelaku UMKM adalah akses terhadap permodalan. Di sinilah pembiayaan mikro syariah hadir sebagai solusi finansial yang tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman. […]

  • Air Bersih untuk Semua: Mengapa Konservasi Air Penting untuk Kehidupan

    Air Bersih untuk Semua: Mengapa Konservasi Air Penting untuk Kehidupan

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Air bersih adalah hak asasi manusia, namun miliaran orang di dunia masih kesulitan mengaksesnya. Ketersediaan air bersih untuk semua bukan hanya isu sosial, tetapi juga fondasi utama kehidupan dan konservasi air menjadi sangat penting. Tanpa air bersih yang memadai, kesehatan, pangan, dan ekosistem global akan terancam. Pentingnya air bersih sangat mendasar. Air adalah komponen vital […]

expand_less