Selasa, 14 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Quantitative Easing (QE): Cara Bank Sentral ‘Mencetak Uang’ untuk Selamatkan Ekonomi

Quantitative Easing (QE): Cara Bank Sentral ‘Mencetak Uang’ untuk Selamatkan Ekonomi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Ketika perekonomian menghadapi krisis hebat dan instrumen tradisional seperti penurunan suku bunga acuan tak lagi mempan, bank sentral akan mengeluarkan alat kebijakan moneter yang luar biasa kuat: Quantitative Easing (QE). Istilah ini sering disebut sebagai cara bank sentral “mencetak uang”, namun mekanismenya lebih kompleks dari sekadar menyalakan mesin cetak.

Secara esensial, QE adalah program pembelian aset keuangan dalam skala besar oleh bank sentral. Alih-alih mencetak uang fisik, bank sentral menciptakan uang baru secara digital di neracanya. Uang digital ini kemudian digunakan untuk membeli aset, terutama obligasi pemerintah dan terkadang surat utang korporasi, dari bank-bank komersial dan lembaga keuangan lainnya di pasar terbuka.

Tindakan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk menyuntikkan likuiditas secara masif ke dalam sistem perbankan. Dengan memiliki lebih banyak uang tunai, bank-bank didorong untuk menyalurkan lebih banyak kredit ke sektor bisnis dan rumah tangga. Kedua, dengan membeli obligasi secara besar-besaran, permintaan terhadap obligasi tersebut meningkat. Hal ini menaikkan harga obligasi dan—yang paling penting—menurunkan imbal hasilnya (yield). Turunnya yield obligasi ini menjadi acuan untuk menekan suku bunga pinjaman jangka panjang di seluruh perekonomian.

Tujuan akhirnya adalah untuk memberikan stimulus ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah mendorong perusahaan untuk berinvestasi dan berekspansi, serta merangsang konsumen untuk meminjam dan berbelanja, misalnya melalui KPR atau kredit kendaraan yang lebih murah.

Meskipun efektif, QE bukanlah tanpa risiko. Kritik utama adalah potensi terjadinya inflasi yang tinggi jika terlalu banyak uang beredar di ekonomi. Oleh karena itu, QE dianggap sebagai kebijakan non-konvensional yang hanya digunakan dalam kondisi darurat untuk mencegah keruntuhan ekonomi yang lebih dalam.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuliner Legendaris di Denpasar: Warung-warung yang Wajib Anda Coba

    Kuliner Legendaris di Denpasar: Warung-warung yang Wajib Anda Coba

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Di luar hiruk pikuk kawasan wisata utama, Kota Denpasar menyimpan harta karun berupa cita rasa otentik Bali. Melakukan wisata kuliner Denpasar berarti menyelami langsung kelezatan sejati yang telah melegenda selama puluhan tahun. Jika Anda mencari pengalaman makan yang sesungguhnya, berikut adalah beberapa warung di Denpasar yang wajib masuk dalam daftar Anda. Rasa Otentik yang Bertahan […]

  • Mengejar Lumba-Lumba Liar di Pantai Lovina saat Matahari Terbit

    Mengejar Lumba-Lumba Liar di Pantai Lovina saat Matahari Terbit

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jika Anda mencari pengalaman wisata unik di Bali Utara, jangan lewatkan kesempatan untuk mengejar lumba-lumba liar di Pantai Lovina saat fajar menyingsing. Lovina, yang terkenal dengan pantainya yang tenang berpasir hitam, menawarkan pemandangan spektakuler ratusan lumba-lumba yang berenang dan melompat di laut lepas, terutama saat matahari baru mulai memancarkan cahayanya. Petualangan Dini Hari yang Memukau […]

  • Literasi Keuangan Sejak Dini: Membangun Fondasi Kuat Generasi Masa Depan

    Literasi Keuangan Sejak Dini: Membangun Fondasi Kuat Generasi Masa Depan

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Literasi keuangan bukan lagi sekadar kemampuan orang dewasa untuk mengelola gaji atau investasi. Di era modern yang serba digital dan penuh dengan tawaran finansial, menanamkan pemahaman tentang uang sejak dini menjadi fondasi krusial bagi kemandirian dan kesejahteraan finansial generasi masa depan Indonesia. Mempelajari literasi keuangan sejak usia muda membantu anak-anak dan remaja memahami konsep dasar […]

  • Komputasi Berbasis Otak (Neuromorphic Computing): Meniru Otak Manusia

    Komputasi Berbasis Otak (Neuromorphic Computing): Meniru Otak Manusia

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Selama puluhan tahun, komputer konvensional telah menjadi tulang punggung teknologi. Namun, arsitektur mereka sangat berbeda dari otak manusia, terutama dalam hal efisiensi energi saat menangani tugas-tugas kompleks seperti pengenalan pola. Inilah yang mendorong lahirnya Komputasi Berbasis Otak atau Neuromorphic Computing, sebuah pendekatan revolusioner yang bertujuan meniru arsitektur dan cara kerja otak. Berbeda dengan komputer biasa […]

  • Analisis Teknikal: Membaca Grafik dan Pola Harga Saham

    Analisis Teknikal: Membaca Grafik dan Pola Harga Saham

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Dalam dunia investasi saham, selain analisis fundamental, terdapat pendekatan lain yang populer digunakan oleh para trader, yaitu analisis teknikal. Jika analisis fundamental berfokus pada “kesehatan” perusahaan, maka analisis teknikal adalah seni membaca psikologi pasar melalui data historis harga dan volume transaksi yang tersaji dalam sebuah grafik saham. Prinsip utama dari analisis teknikal adalah keyakinan bahwa […]

  • Nudge Theory’: Mendorong Keputusan yang Lebih Baik Tanpa Paksaan

    Nudge Theory’: Mendorong Keputusan yang Lebih Baik Tanpa Paksaan

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda sadar mengapa buah-buahan sering diletakkan di dekat kasir supermarket, atau mengapa formulir donasi organ di beberapa negara sudah tercentang “Ya” secara otomatis? Ini bukanlah kebetulan, melainkan penerapan dari Nudge Theory atau Teori Dorongan. Dipopulerkan oleh Richard Thaler, pemenang Nobel Ekonomi, Nudge Theory adalah sebuah pendekatan untuk memengaruhi perilaku dan pengambilan keputusan orang banyak […]

expand_less