Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Evaluasi Program Kartu Prakerja dari Perspektif Ekonomi

Evaluasi Program Kartu Prakerja dari Perspektif Ekonomi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Sejak diluncurkan beberapa tahun lalu, program Kartu Prakerja telah menjadi salah satu kebijakan sosial-ekonomi paling signifikan di Indonesia. Dari perspektif ekonomi, program ini dirancang dengan dua tujuan utama: sebagai instrumen peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling) untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja, dan sebagai jaring pengaman sosial melalui insentif tunai. Kini, setelah berjalan beberapa waktu, evaluasi terhadap dampak ekonominya menunjukkan hasil yang beragam.

Sebagai program semi-bansos (bantuan sosial), Kartu Prakerja terbukti sangat efektif, terutama saat krisis pandemi COVID-19 dan periode pemulihan ekonomi sesudahnya. Insentif yang diberikan berhasil menjadi shock absorber yang menjaga daya beli jutaan penerimanya. Hal ini membantu menopang tingkat konsumsi rumah tangga yang krusial bagi PDB nasional dan mencegah kontraksi ekonomi yang lebih dalam. Program ini secara efektif menyalurkan dana langsung ke masyarakat, memberikan stimulus fiskal yang terasa di tingkat akar rumput.

Namun, dari sisi peningkatan kompetensi, evaluasinya lebih kompleks. Meskipun telah membuka akses pelatihan bagi jutaan orang, muncul kritik mengenai efektivitas target sasaran dan kualitas materi pelatihan. Banyak pihak mempertanyakan apakah pelatihan yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan industri riil dan mampu meningkatkan peluang kerja atau pendapatan peserta secara signifikan. Tantangan utamanya adalah memastikan bahwa program ini tidak hanya berhenti sebagai bansos, melainkan benar-benar bertransformasi menjadi alat pencetak sumber daya manusia yang unggul.

Secara keseluruhan, evaluasi ekonomi Kartu Prakerja menunjukkan keberhasilannya sebagai bantalan konsumsi jangka pendek. Namun, untuk dampak jangka panjang, fokus ke depan harus pada penguatan kurikulum pelatihan, sinkronisasi yang lebih erat dengan dunia industri, dan perbaikan mekanisme penyasaran agar tujuan peningkatan produktivitas nasional dapat tercapai secara optimal.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uranium: Bahan Bakar Utama di Balik Pembangkit Listrik Nuklir

    Uranium: Bahan Bakar Utama di Balik Pembangkit Listrik Nuklir

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Pahami bagaimana uranium menjadi sumber energi dahsyat untuk pembangkit listrik nuklir (PLTN), dari penambangan hingga proses fisi nuklir yang menghasilkan listrik bersih. Uranium adalah elemen kunci yang menjadi tenaga bagi sebagian besar pembangkit listrik nuklir (PLTN) di seluruh dunia. Dikenal karena kepadatan energinya yang luar biasa, uranium menyediakan sumber listrik yang andal dan bebas emisi […]

  • Pestisida Nabati: Inovasi Pengendalian Hama dari Alam

    Pestisida Nabati: Inovasi Pengendalian Hama dari Alam

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Penggunaan pestisida kimia sintetis dalam pertanian seringkali menimbulkan kekhawatiran terkait dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan resistensi hama. Sebagai solusi yang lebih aman dan berkelanjutan, pestisida nabati hadir sebagai inovasi pengendalian hama dari alam. Pestisida ini memanfaatkan senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumbuhan untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Kekuatan Alam dalam Melindungi Tanaman […]

  • Tari Topeng Malangan: Mengungkap Kisah Panji dalam Gerak Tari

    Tari Topeng Malangan: Mengungkap Kisah Panji dalam Gerak Tari

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Tari Topeng Malangan adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang berasal dari Malang, Jawa Timur. Tarian ini bukan sekadar tarian biasa, melainkan sebuah teater total yang menggabungkan gerak tari, musik, dan drama untuk menceritakan kisah-kisah adiluhung, terutama siklus Panji. Tari Topeng Malangan menjadi cerminan dari kekayaan seni dan budaya Jawa Timur, dengan karakteristik yang unik dan […]

  • Deindustrialisasi: Ketika Sektor Industri Meredup, Apa Dampaknya?

    Deindustrialisasi: Ketika Sektor Industri Meredup, Apa Dampaknya?

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Deindustrialisasi adalah fenomena di mana kontribusi sektor industri terhadap perekonomian suatu negara mengalami penurunan secara relatif. Hal ini ditandai dengan menurunnya pangsa sektor manufaktur dalam Produk Domestik Bruto (PDB) dan penurunan proporsi tenaga kerja yang terserap di sektor ini. Meskipun sering dianggap sebagai ciri negara maju yang beralih ke ekonomi jasa, deindustrialisasi dini di negara […]

  • Inovasi yang Berdampak Sosial: Melampaui Sekadar Keuntungan

    Inovasi yang Berdampak Sosial: Melampaui Sekadar Keuntungan

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Di tengah lanskap bisnis yang terus berkembang, paradigma kesuksesan kini bergeser. Perusahaan tidak lagi hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari kontribusi positifnya terhadap masyarakat dan lingkungan. Inilah esensi dari inovasi yang berdampak sosial, sebuah pendekatan di mana solusi kreatif tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjawab tantangan sosial yang mendesak. Konsep ini, […]

  • Canggu: Ibukota Digital Nomad, Surfer, dan Kafe Sehat di Bali

    Canggu: Ibukota Digital Nomad, Surfer, dan Kafe Sehat di Bali

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Jika Anda mencari denyut nadi Bali yang paling modern dan dinamis, maka Canggu adalah jawabannya. Bergeser dari kemewahan Seminyak, Canggu menawarkan suasana yang lebih santai, kreatif, dan berjiwa muda. Dikelilingi sawah hijau yang bertemu dengan pantai berpasir hitam, kawasan ini telah mengukuhkan dirinya sebagai ibukota global bagi para digital nomad, peselancar, dan pencinta gaya hidup […]

expand_less