Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Evaluasi Program Kartu Prakerja dari Perspektif Ekonomi

Evaluasi Program Kartu Prakerja dari Perspektif Ekonomi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
  • visibility 135
  • comment 0 komentar

Sejak diluncurkan beberapa tahun lalu, program Kartu Prakerja telah menjadi salah satu kebijakan sosial-ekonomi paling signifikan di Indonesia. Dari perspektif ekonomi, program ini dirancang dengan dua tujuan utama: sebagai instrumen peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling) untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja, dan sebagai jaring pengaman sosial melalui insentif tunai. Kini, setelah berjalan beberapa waktu, evaluasi terhadap dampak ekonominya menunjukkan hasil yang beragam.

Sebagai program semi-bansos (bantuan sosial), Kartu Prakerja terbukti sangat efektif, terutama saat krisis pandemi COVID-19 dan periode pemulihan ekonomi sesudahnya. Insentif yang diberikan berhasil menjadi shock absorber yang menjaga daya beli jutaan penerimanya. Hal ini membantu menopang tingkat konsumsi rumah tangga yang krusial bagi PDB nasional dan mencegah kontraksi ekonomi yang lebih dalam. Program ini secara efektif menyalurkan dana langsung ke masyarakat, memberikan stimulus fiskal yang terasa di tingkat akar rumput.

Namun, dari sisi peningkatan kompetensi, evaluasinya lebih kompleks. Meskipun telah membuka akses pelatihan bagi jutaan orang, muncul kritik mengenai efektivitas target sasaran dan kualitas materi pelatihan. Banyak pihak mempertanyakan apakah pelatihan yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan industri riil dan mampu meningkatkan peluang kerja atau pendapatan peserta secara signifikan. Tantangan utamanya adalah memastikan bahwa program ini tidak hanya berhenti sebagai bansos, melainkan benar-benar bertransformasi menjadi alat pencetak sumber daya manusia yang unggul.

Secara keseluruhan, evaluasi ekonomi Kartu Prakerja menunjukkan keberhasilannya sebagai bantalan konsumsi jangka pendek. Namun, untuk dampak jangka panjang, fokus ke depan harus pada penguatan kurikulum pelatihan, sinkronisasi yang lebih erat dengan dunia industri, dan perbaikan mekanisme penyasaran agar tujuan peningkatan produktivitas nasional dapat tercapai secara optimal.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Friedrich Hayek: Peringatan terhadap Ekonomi Terpusat dan Bahaya Jalan Menuju Perbudakan

    Friedrich Hayek: Peringatan terhadap Ekonomi Terpusat dan Bahaya Jalan Menuju Perbudakan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Friedrich August von Hayek (1899–1992) adalah seorang ekonom dan filsuf politik dari mazhab Austria yang memenangkan Hadiah Nobel. Ia dikenal sebagai salah satu pemikir terdepan dalam advokasi pasar bebas dan individualisme, serta penentang keras perencanaan ekonomi terpusat. Karya monumentalnya, The Road to Serfdom (1944), menjadi peringatan keras terhadap bahaya campur tangan pemerintah yang berlebihan. Pengetahuan […]

  • LMKN: Menjawab Isu Transparansi dan Distribusi

    LMKN: Menjawab Isu Transparansi dan Distribusi

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sebagai lembaga yang mengelola hak cipta kolektif, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) tidak luput dari kritik, terutama terkait isu transparansi dan distribusi royalti. Namun, penting untuk melihat fakta di balik kritik tersebut dan memahami langkah-langkah yang telah diambil LMKN untuk menjawabnya. Salah satu kritik terbesar adalah kurangnya transparansi mengenai jumlah dana yang terkumpul dan bagaimana […]

  • Quantitative Easing (QE): Cara Bank Sentral ‘Mencetak Uang’ untuk Selamatkan Ekonomi

    Quantitative Easing (QE): Cara Bank Sentral ‘Mencetak Uang’ untuk Selamatkan Ekonomi

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Ketika perekonomian menghadapi krisis hebat dan instrumen tradisional seperti penurunan suku bunga acuan tak lagi mempan, bank sentral akan mengeluarkan alat kebijakan moneter yang luar biasa kuat: Quantitative Easing (QE). Istilah ini sering disebut sebagai cara bank sentral “mencetak uang”, namun mekanismenya lebih kompleks dari sekadar menyalakan mesin cetak. Secara esensial, QE adalah program pembelian […]

  • Memahami Kecerdasan Buatan (AI): Lebih dari Sekadar Film Fiksi Ilmiah

    Memahami Kecerdasan Buatan (AI): Lebih dari Sekadar Film Fiksi Ilmiah

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir. Seringkali digambarkan dalam film fiksi ilmiah sebagai robot canggih yang mengambil alih dunia, kenyataannya AI jauh lebih kompleks dan memiliki potensi besar untuk mengubah cara kita hidup dan bekerja. Artikel ini akan membahas inovasi di bidang AI, membantu Anda memahami apa itu AI, bagaimana […]

  • Ekonomi Klasik: Kekuatan Pasar Bebas

    Ekonomi Klasik: Kekuatan Pasar Bebas

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Ekonomi Klasik, yang berakar pada pemikiran Adam Smith dan David Ricardo, meyakini bahwa pasar bebas adalah mekanisme terbaik untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien. Mereka berpendapat bahwa ekonomi secara alami akan kembali ke keseimbangan penuh (full employment) tanpa campur tangan pemerintah. Prinsip utamanya adalah “invisible hand” atau tangan tak terlihat, di mana kepentingan individu yang […]

  • Investasi Alternatif: Seni, Wine, dan Koleksi Langka

    Investasi Alternatif: Seni, Wine, dan Koleksi Langka

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Ketika berbicara tentang investasi, pikiran kita mungkin langsung tertuju pada saham, obligasi, atau properti. Namun, ada dunia investasi lain yang menarik dan berpotensi menguntungkan: investasi alternatif dalam bentuk seni, wine (anggur), dan koleksi langka. Investasi alternatif pada aset-aset unik ini tidak hanya memberikan potensi keuntungan finansial, tetapi juga menawarkan kesenangan dan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. […]

expand_less