Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp12.000 per Gram, Apa Penyebabnya?
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Rab, 9 Jul 2025
- visibility 26
- comment 0 komentar

Jakarta, Indonesia – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terjun bebas pada perdagangan hari ini, Rabu, 9 Juli 2025. Penurunan tajam ini mematahkan tren penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya dan menjadi perhatian utama para investor logam mulia.
Berdasarkan data terbaru dari situs resmi Logam Mulia pada pukul 08:36 WIB, harga satu gram emas Antam kini dibanderol di level Rp1.894.000. Angka ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dibandingkan dengan harga penutupan kemarin.
Perbandingan Harga Emas Hari Ini dan Kemarin
Untuk melihat skala penurunan yang terjadi, berikut adalah perbandingan harga emas Antam dalam dua hari terakhir:
* Harga Emas Hari Ini (Rabu, 9 Juli 2025): Rp1.894.000 per gram.
* Harga Emas Kemarin (Selasa, 8 Juli 2025): Rp1.906.000 per gram.
Data tersebut mengonfirmasi adanya penurunan tajam sebesar Rp12.000 per gram dalam kurun waktu 24 jam. Lantas, apa yang memicu koreksi harga yang signifikan ini?
Analisis Penyebab Penurunan Harga Emas
Penurunan drastis harga emas domestik hari ini tampaknya sangat dipengaruhi oleh sentimen di pasar global. Beberapa faktor utama yang menekan harga emas antara lain:
* Penguatan Dolar AS: Dolar AS yang perkasa membuat harga emas, yang dikonversikan dalam dolar, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Hal ini cenderung menurunkan permintaan global dan menekan harga.
* Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS: Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang naik membuat aset investasi berbasis bunga seperti obligasi menjadi lebih menarik. Akibatnya, investor cenderung memindahkan dananya dari aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
* Optimisme Pasar: Sentimen pasar yang membaik, terkadang dipicu oleh data ekonomi yang positif atau meredanya ketegangan geopolitik, dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven atau lindung nilai.
Bagi investor, penurunan harga yang tajam ini bisa dilihat dari dua sisi. Di satu sisi, ini adalah sinyal risiko dari tekanan pasar global. Di sisi lain, bagi investor jangka panjang, koreksi harga atau “diskon” ini bisa menjadi peluang emas untuk membeli di harga yang lebih rendah (buy the dip).
Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar global dan nilai tukar Rupiah sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar