Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » De Djawatan Benculuk: Hutan Trembesi Tua Seperti di Film “Lord of the Rings”

De Djawatan Benculuk: Hutan Trembesi Tua Seperti di Film “Lord of the Rings”

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
  • visibility 106
  • comment 0 komentar

Banyuwangi memang tak ada habisnya menyuguhkan keindahan alam yang unik. Salah satu destinasi yang kini menjadi primadona adalah De Djawatan Benculuk. Tempat ini bukan sekadar hutan biasa, melainkan sebuah kawasan konservasi dengan pemandangan sureal yang sering disamakan dengan latar tempat di film fantasi epik seperti Lord of the Rings.

Begitu memasuki area De Djawatan, pengunjung akan disambut oleh deretan pohon Trembesi raksasa yang usianya sudah puluhan hingga ratusan tahun. Cabang-cabang pohon ini menjulur liar dan saling bertautan, membentuk kanopi alami yang gelap dan megah. Aura misterius sekaligus magis terasa kuat, seolah membawa Anda ke dunia dongeng yang dihuni oleh para elf atau makhluk fantasi lainnya.

Kawasan ini dulunya adalah area milik Perhutani, berfungsi sebagai tempat penimbunan kayu jati sebelum diangkut. Namun, kini De Djawatan telah bertransformasi menjadi objek wisata alam yang sangat instagramable. Cahaya matahari yang berusaha menembus celah-celah daun menciptakan efek sinar yang dramatis, menambah keindahan saat diabadikan dalam foto. Ini menjadikan De Djawatan sebagai spot pre-wedding dan fotografi landscape yang sangat diminati.

Selain menawarkan pemandangan yang memukau, suasana di De Djawatan juga sangat menenangkan. Udara yang sejuk dan hening, jauh dari hiruk pikuk kota, menjadikannya tempat yang sempurna untuk healing dan menikmati ketenangan alam. Fasilitas di sini juga sudah cukup memadai, mulai dari tempat parkir, toilet, hingga warung makan sederhana yang menjajakan kuliner lokal.

Jangan lewatkan kesempatan untuk berjalan-jalan di bawah rindangnya Trembesi raksasa ini saat Anda berada di Banyuwangi. De Djawatan Benculuk adalah bukti bahwa Indonesia memiliki keajaiban alam yang tak kalah menakjubkan dari pemandangan di film-film blockbuster Hollywood.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bioteknologi dan Rekayasa Genetika: Merancang Kehidupan di Era Modern

    Bioteknologi dan Rekayasa Genetika: Merancang Kehidupan di Era Modern

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda membayangkan masa depan di mana penyakit kronis dapat disembuhkan sepenuhnya atau tanaman pangan mampu bertahan di kondisi ekstrem? Inilah janji dari bioteknologi dan rekayasa genetika, dua bidang inovatif yang merancang ulang kehidupan di tingkat fundamental. Kedua disiplin ilmu ini bukan lagi fiksi ilmiah, melainkan kenyataan yang telah membawa perubahan revolusioner di berbagai sektor. […]

  • Mengenal Jaringan 3G: Era Internet Mobile Awal di Indonesia

    Mengenal Jaringan 3G: Era Internet Mobile Awal di Indonesia

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Setelah era 2G yang memperkenalkan SMS dan data terbatas, hadir jaringan 3G yang membawa revolusi signifikan dalam dunia komunikasi seluler, termasuk di Indonesia. Diperkenalkan pada awal tahun 2000-an, 3G menjadi penanda era internet mobile awal, memungkinkan pengguna untuk mengakses web, melakukan panggilan video sederhana, dan menikmati layanan data yang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Teknologi […]

  • Inflasi Inti vs. Inflasi Utama: Mana yang Lebih Diperhatikan Bank Sentral?

    Inflasi Inti vs. Inflasi Utama: Mana yang Lebih Diperhatikan Bank Sentral?

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Dalam dunia ekonomi, sering kali kita mendengar dua istilah yang berkaitan dengan kenaikan harga: inflasi utama (headline inflation) dan inflasi inti (core inflation). Keduanya sama-sama mengukur laju kenaikan harga, namun dengan fokus yang berbeda. Memahami perbedaan ini sangat krusial, terutama untuk mengetahui bagaimana bank sentral, seperti Bank Indonesia, mengambil keputusan kebijakan moneter.   Inflasi Utama: […]

  • Kolektor Wajib Tahu! Waspada Penipuan Jual Beli Barang Antik Palsu di Indonesia

    Kolektor Wajib Tahu! Waspada Penipuan Jual Beli Barang Antik Palsu di Indonesia

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Pesona barang antik memang tak lekang oleh waktu. Nilai sejarah, keunikan, dan potensi investasi seringkali menarik minat para kolektor di Indonesia. Namun, popularitas barang antik juga membuka celah bagi praktik penipuan jual beli barang antik palsu. Oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan ketidaktahuan atau kurangnya kehati-hatian pembeli untuk menjual barang palsu dengan harga tinggi. Agar hobi […]

  • Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini: Membentuk Generasi Melek Ekonomi

    Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini: Membentuk Generasi Melek Ekonomi

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Di era modern yang serba cepat ini, kemampuan mengelola keuangan bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan sebuah kebutuhan esensial. Membekali anak-anak dengan literasi keuangan sejak dini adalah investasi jangka panjang yang akan membentuk generasi melek ekonomi, cakap dalam mengambil keputusan finansial bijak di masa depan. Literasi keuangan sejak dini bukan berarti mengajarkan anak-anak tentang saham […]

  • Kuta Dulu dan Sekarang: Masihkah Relevan untuk Dikunjungi?

    Kuta Dulu dan Sekarang: Masihkah Relevan untuk Dikunjungi?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Kuta. Nama ini kerap membangkitkan dua citra yang kontras. Bagi sebagian orang, ia adalah kenangan manis tentang surga para backpacker dan peselancar di tahun 70-an hingga 90-an; sebuah desa nelayan yang bertransformasi menjadi ikon pariwisata Bali dengan pantai legendaris dan suasana bebas. Namun, bagi sebagian lainnya, Kuta hari ini adalah pusat keramaian yang padat, identik […]

expand_less