Minggu, 31 Agu 2025
light_mode
Beranda » Ekonomi » Mengapa Negara Kaya SDA Justru Miskin? Membedah Kutukan Sumber Daya Alam

Mengapa Negara Kaya SDA Justru Miskin? Membedah Kutukan Sumber Daya Alam

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar

Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, mulai dari minyak, gas, hingga mineral dan hasil hutan. Secara logika, kekayaan ini seharusnya menjadi modal utama untuk kemakmuran. Namun, mengapa banyak negara dengan kondisi serupa, termasuk sebagian potret Indonesia, justru terjebak dalam ketertinggalan ekonomi?

Fenomena paradoks ini dikenal luas sebagai “Kutukan Sumber Daya Alam” atau resource curse. Ini bukanlah takdir, melainkan hasil dari serangkaian tantangan ekonomi dan politik yang kompleks.

Lalu, apa saja penyebab utamanya?

* Ketergantungan Berlebih (Over-reliance): Negara menjadi terlalu fokus pada ekspor satu atau dua komoditas utama. Ketika harga komoditas tersebut anjlok di pasar global, seluruh perekonomian negara akan terguncang hebat karena tidak memiliki sektor lain yang cukup kuat untuk menopangnya.

* “Penyakit Belanda” (Dutch Disease): Pendapatan ekspor sumber daya alam yang masif menyebabkan mata uang lokal menguat secara drastis. Akibatnya, produk dari sektor lain seperti manufaktur dan pertanian menjadi terlalu mahal di pasar internasional dan kalah saing. Hal ini memicu deindustrialisasi, di mana sektor industri justru meredup.

* Tata Kelola Buruk dan Korupsi: Aliran dana yang sangat besar dari sumber daya alam sering kali menggoda praktik korupsi. Pendapatan yang seharusnya digunakan untuk membangun sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur justru bocor, memperkaya segelintir elite dan menghambat pembangunan jangka panjang.

* Memicu Konflik: Kekayaan sumber daya yang terkonsentrasi di wilayah tertentu dapat memicu ketegangan sosial dan konflik perebutan kontrol atas “harta karun” tersebut, sehingga stabilitas negara terganggu.

Pada akhirnya, kekayaan sumber daya alam bukanlah kutukan, melainkan sebuah ujian tata kelola. Kunci untuk mematahkannya terletak pada diversifikasi ekonomi, pemberantasan korupsi, dan yang terpenting, menginvestasikan kembali keuntungan dari sumber daya alam ke dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Umrah Murah dan Hemat Tanpa Mengurangi Kekhusyukan

    Tips Umrah Murah dan Hemat Tanpa Mengurangi Kekhusyukan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Menjalankan ibadah umrah adalah impian setiap Muslim, namun biaya seringkali menjadi kendala. Faktanya, ada banyak cara untuk menunaikan umrah dengan biaya yang lebih terjangkau tanpa harus mengorbankan kekhusyukan ibadah. Berikut adalah beberapa tips umrah murah dan hemat yang bisa Anda terapkan. 1. Pilih Paket Umrah ‘Backpacker’ atau Non-Reguler Biro travel umrah kini menawarkan berbagai jenis […]

  • Itinerary 4 Hari di Karimunjawa: Menjelajahi Surga Tropis di Laut Jawa

    Itinerary 4 Hari di Karimunjawa: Menjelajahi Surga Tropis di Laut Jawa

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Karimunjawa, sebuah gugusan pulau eksotis di utara Jepara, Jawa Tengah, adalah surga tersembunyi yang menawarkan keindahan alam bawah laut dan pantai-pantai berpasir putih. Dengan suasana yang masih tenang dan alami, tempat ini adalah destinasi sempurna untuk escape dari hiruk pikuk kota. Berikut adalah panduan itinerary 4 hari 3 malam untuk menjelajahi keindahan Karimunjawa. Hari 1: […]

  • Waspada! Kenali Ciri-ciri Penipuan Bisnis MLM Bodong

    Waspada! Kenali Ciri-ciri Penipuan Bisnis MLM Bodong

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Bisnis Multi-Level Marketing (MLM) yang sah menawarkan peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui penjualan produk dan pengembangan jaringan. Namun, reputasi MLM seringkali tercoreng oleh maraknya penipuan bisnis MLM bodong atau skema piramida. Praktik ilegal ini tidak fokus pada penjualan produk, melainkan pada perekrutan anggota baru. Agar tidak menjadi korban, penting untuk mengenali ciri-ciri yang harus […]

  • De Voyage Bogor: Berfoto Ala Eropa di Tengah Kota Hujan

    De Voyage Bogor: Berfoto Ala Eropa di Tengah Kota Hujan

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 11
    • 0Komentar

    De Voyage Bogor adalah sebuah destinasi wisata yang menawarkan konsep unik: membawa Anda seolah-olah berlibur ke Eropa tanpa harus meninggalkan Bogor. Tempat ini menjadi sangat populer, terutama di kalangan anak muda dan keluarga, karena menyajikan berbagai spot foto instagramable dengan latar belakang bangunan-bangunan khas Eropa yang berwarna-warni dan detail. Begitu memasuki area De Voyage, Anda […]

  • Utang Produktif vs. Konsumtif: Memahami Perbedaan dan Risikonya

    Utang Produktif vs. Konsumtif: Memahami Perbedaan dan Risikonya

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Dalam mengelola keuangan, istilah utang seringkali memicu kekhawatiran. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua utang itu buruk? Ada perbedaan mendasar antara utang produktif dan utang konsumtif yang perlu dipahami agar keuangan Anda tetap sehat. tang Produktif: Investasi untuk Masa Depan Utang produktif adalah jenis pinjaman yang digunakan untuk tujuan yang dapat menghasilkan pendapatan atau meningkatkan […]

  • Tips Foto dan Dokumentasi yang Etis Selama Umrah

    Tips Foto dan Dokumentasi yang Etis Selama Umrah

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Mendokumentasikan momen-momen suci selama umrah adalah hal yang wajar. Namun, di Tanah Suci, ada etika dan adab yang harus dijaga agar kegiatan foto dan video tidak mengganggu kekhusyukan jamaah lain atau melanggar kesucian tempat. Berikut adalah tips agar dokumentasi Anda tetap etis dan beretika. 1. Niatkan untuk Beribadah, Bukan Berfoto Prioritas utama Anda di Tanah […]

expand_less