Perkembangan CBDC di Berbagai Negara: Masa Depan Mata Uang Fiat
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Jum, 11 Jul 2025
- visibility 18
- comment 0 komentar

Perlombaan global untuk menerbitkan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital bank sentral terus memanas hingga pertengahan tahun 2025. CBDC pada dasarnya adalah versi digital dari mata uang fiat suatu negara yang diterbitkan dan dijamin langsung oleh bank sentral. Ini bukanlah aset kripto, melainkan evolusi dari uang tunai untuk menjawab kebutuhan ekonomi digital yang semakin pesat.
Berbagai negara berada pada tahap pengembangan yang berbeda, didorong oleh keinginan untuk meningkatkan efisiensi pembayaran, memperkuat kebijakan moneter, dan merespons popularitas aset kripto swasta.
Perkembangan di Panggung Global
Hingga Juli 2025, beberapa negara telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan CBDC:
* China: Menjadi yang terdepan dengan e-CNY (Digital Yuan) yang telah diuji coba secara luas di berbagai kota dan sektor, mengintegrasikannya dalam kehidupan sehari-hari jutaan warganya.
* Zona Euro & Inggris: Bank Sentral Eropa (ECB) terus maju dengan proyek Digital Euro, kini memasuki fase persiapan dan uji coba terbatas. Begitu pula dengan Inggris yang giat mengembangkan desain teknis untuk Digital Pound.
* Pelopor Awal: Negara seperti Bahama (Sand Dollar) dan Nigeria (eNaira) telah lebih dulu meluncurkan CBDC mereka, memberikan pelajaran berharga bagi negara lain mengenai tantangan adopsi dan implementasi.
Bagaimana dengan Rupiah Digital di Indonesia?
Di Indonesia, Bank Indonesia (BI) terus mematangkan pengembangan Rupiah Digital melalui Proyek Garuda. Setelah menyelesaikan tahap Proof of Concept (PoC) pada akhir 2024 yang menguji teknologi dan model bisnisnya, kini Proyek Garuda berada dalam fase pengembangan lanjutan. BI berfokus pada penyempurnaan desain wholesale CBDC sebelum melangkah lebih jauh ke tahap ritel.
Tujuan utama Proyek Garuda adalah menciptakan alat pembayaran digital yang aman, efisien, dan terintegrasi, serta menjaga kedaulatan Rupiah di era digital.
Kesimpulan
Perkembangan CBDC menandai pergeseran fundamental dalam sistem keuangan global. Ini adalah langkah strategis bank sentral untuk beradaptasi dengan era digital, bukan untuk menggantikan uang tunai sepenuhnya dalam waktu dekat, melainkan untuk melengkapinya. Bagi Indonesia, keberhasilan Proyek Garuda akan menjadi kunci dalam membangun masa depan ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar