Sejarah Uranium dalam Industri Keramik dan Kaca: Dari Warna Indah hingga Isu Keamanan
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sab, 12 Jul 2025
- visibility 13
- comment 0 komentar

Jauh sebelum dikenal sebagai bahan bakar nuklir, uranium memiliki peran yang mengejutkan dalam dunia seni dan industri, yaitu sebagai pigmen pewarna. Selama lebih dari satu abad, senyawa uranium digunakan untuk menciptakan warna-warna cerah dan unik pada keramik serta kaca, meninggalkan warisan berupa barang koleksi yang indah sekaligus kontroversial.
Glazur Cerah pada Keramik
Penggunaan paling terkenal dari uranium dioksida dalam keramik adalah untuk menghasilkan glazur berwarna oranye-merah terang, kuning, dan hijau. Sejak akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, glazur uranium menjadi sangat populer. Salah satu contoh paling ikonik adalah seri peralatan makan “Fiesta Ware” dari Homer Laughlin China Company di Amerika Serikat, yang warna merah terangnya berasal dari uranium.
Warna yang dihasilkan sangat stabil dan cerah, menjadikannya favorit para produsen. Namun, praktik ini sebagian besar berhenti setelah Perang Dunia II ketika pemerintah mengambil alih pasokan uranium untuk keperluan militer dan program nuklir.
Kilau Hijau Kaca Uranium
Dalam industri kaca, uranium ditambahkan dalam jumlah kecil (sekitar 2%) untuk menciptakan warna hijau kekuningan yang khas. Kaca ini dikenal sebagai kaca uranium atau “vaseline glass”. Keunikannya yang paling menonjol adalah kemampuannya untuk berpendar atau bersinar hijau terang di bawah sinar ultraviolet (UV) atau cahaya hitam.
Sama seperti pada keramik, produksi kaca uranium mencapai puncaknya pada awal abad ke-20 dan menurun drastis setelah era atom dimulai. Kini, baik keramik maupun kaca uranium antik menjadi barang koleksi yang dicari karena sejarah dan keindahannya yang unik. Meskipun memancarkan radiasi tingkat rendah, sebagian besar koleksi ini dianggap aman untuk dipajang.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar