Minggu, 21 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Sejarah Uranium dalam Industri Keramik dan Kaca: Dari Warna Indah hingga Isu Keamanan

Sejarah Uranium dalam Industri Keramik dan Kaca: Dari Warna Indah hingga Isu Keamanan

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
  • visibility 146
  • comment 0 komentar

Jauh sebelum dikenal sebagai bahan bakar nuklir, uranium memiliki peran yang mengejutkan dalam dunia seni dan industri, yaitu sebagai pigmen pewarna. Selama lebih dari satu abad, senyawa uranium digunakan untuk menciptakan warna-warna cerah dan unik pada keramik serta kaca, meninggalkan warisan berupa barang koleksi yang indah sekaligus kontroversial.

Glazur Cerah pada Keramik

Penggunaan paling terkenal dari uranium dioksida dalam keramik adalah untuk menghasilkan glazur berwarna oranye-merah terang, kuning, dan hijau. Sejak akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, glazur uranium menjadi sangat populer. Salah satu contoh paling ikonik adalah seri peralatan makan “Fiesta Ware” dari Homer Laughlin China Company di Amerika Serikat, yang warna merah terangnya berasal dari uranium.

Warna yang dihasilkan sangat stabil dan cerah, menjadikannya favorit para produsen. Namun, praktik ini sebagian besar berhenti setelah Perang Dunia II ketika pemerintah mengambil alih pasokan uranium untuk keperluan militer dan program nuklir.

Kilau Hijau Kaca Uranium

Dalam industri kaca, uranium ditambahkan dalam jumlah kecil (sekitar 2%) untuk menciptakan warna hijau kekuningan yang khas. Kaca ini dikenal sebagai kaca uranium atau “vaseline glass”. Keunikannya yang paling menonjol adalah kemampuannya untuk berpendar atau bersinar hijau terang di bawah sinar ultraviolet (UV) atau cahaya hitam.

Sama seperti pada keramik, produksi kaca uranium mencapai puncaknya pada awal abad ke-20 dan menurun drastis setelah era atom dimulai. Kini, baik keramik maupun kaca uranium antik menjadi barang koleksi yang dicari karena sejarah dan keindahannya yang unik. Meskipun memancarkan radiasi tingkat rendah, sebagian besar koleksi ini dianggap aman untuk dipajang.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pestisida Nabati: Inovasi Pengendalian Hama dari Alam

    Pestisida Nabati: Inovasi Pengendalian Hama dari Alam

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Penggunaan pestisida kimia sintetis dalam pertanian seringkali menimbulkan kekhawatiran terkait dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan resistensi hama. Sebagai solusi yang lebih aman dan berkelanjutan, pestisida nabati hadir sebagai inovasi pengendalian hama dari alam. Pestisida ini memanfaatkan senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumbuhan untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Kekuatan Alam dalam Melindungi Tanaman […]

  • Mengatasi Polemik: Peran LMKN dalam Mediasi Sengketa Hak Cipta

    Mengatasi Polemik: Peran LMKN dalam Mediasi Sengketa Hak Cipta

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Industri musik sering diwarnai oleh berbagai sengketa, terutama terkait penggunaan karya cipta. Dalam situasi ini, kehadiran Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) menjadi sangat krusial. LMKN tidak hanya berperan sebagai pengumpul royalti, tetapi juga sebagai mediator yang efektif dalam mengatasi polemik dan sengketa hak cipta, menjembatani kepentingan berbagai pihak agar mencapai solusi yang adil. Sengketa hak […]

  • PPATK sebagai Intelijen Keuangan Negara: Membaca Pola Kejahatan

    PPATK sebagai Intelijen Keuangan Negara: Membaca Pola Kejahatan

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Kejahatan keuangan modern jarang terlihat kasat mata. Ia bersembunyi di balik transaksi yang rumit, berpindah-pindah melalui berbagai rekening, dan sering kali melintasi batas negara. Untuk membongkar kejahatan ini, dibutuhkan lembaga yang memiliki keahlian khusus dalam membaca dan menganalisis data keuangan, dan di Indonesia, peran itu dipegang oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) sebagai […]

  • Telemedicine dengan AI: Solusi Cerdas untuk Konsultasi Medis yang Lebih Aksesibel

    Telemedicine dengan AI: Solusi Cerdas untuk Konsultasi Medis yang Lebih Aksesibel

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, akses terhadap layanan kesehatan berkualitas tidak lagi terbatas oleh jarak dan waktu. Munculnya telemedicine dengan AI (Artificial Intelligence) telah menjadi terobosan yang merevolusi cara kita berinteraksi dengan dokter, menjadikan konsultasi medis lebih mudah diakses oleh siapa saja dan di mana saja. Integrasi kecerdasan buatan dalam platform telemedicine bukan sekadar tren […]

  • Permakultur: Mendesain Sistem Pertanian yang Meniru Alam

    Permakultur: Mendesain Sistem Pertanian yang Meniru Alam

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, sistem pertanian konvensional yang seringkali bergantung pada input eksternal yang besar kini dianggap kurang berkelanjutan. Sebagai alternatif, permakultur menawarkan sebuah pendekatan revolusioner: mendesain sistem pertanian yang meniru alam. Lebih dari sekadar metode bertani, permakultur adalah filosofi desain yang berfokus pada pembangunan ekosistem yang produktif, stabil, dan lestari, […]

  • Menjaga Integritas Karya Musik: Tugas LMKN dalam Perlindungan Hak Moral

    Menjaga Integritas Karya Musik: Tugas LMKN dalam Perlindungan Hak Moral

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Dalam dunia hak cipta, perlindungan tidak hanya sebatas hak ekonomi, tetapi juga mencakup hak moral. Hak moral adalah hak yang melekat pada seorang pencipta untuk tetap diakui sebagai pencipta karyanya, serta hak untuk menolak perubahan atau mutilasi karya yang dapat merugikan kehormatan atau reputasi mereka. Di sinilah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memiliki tugas penting […]

expand_less