Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Mantar Betawi: Seni Berbalas Pantun Memeriahkan Pernikahan Tradisional

Mantar Betawi: Seni Berbalas Pantun Memeriahkan Pernikahan Tradisional

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • visibility 135
  • comment 0 komentar

Pernikahan adat Betawi kaya akan prosesi unik dan meriah, salah satunya adalah tradisi Mantar. Tradisi ini merupakan seni berbalas pantun yang dilantunkan oleh perwakilan dari pihak pengantin pria dan wanita. Lebih dari sekadar hiburan, Mantar menjadi bagian penting dalam menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan, serta menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan dalam acara pernikahan.

Makna Mendalam di Balik Pantun

Pantun yang dilantunkan dalam tradisi Mantar bukanlah pantun biasa. Setiap bait mengandung makna mendalam, menyampaikan pesan-pesan adat, nasihat perkawinan, hingga ungkapan kegembiraan dan rasa syukur. Perwakilan dari pihak pengantin pria biasanya memulai dengan pantun pembuka yang sopan, menyatakan maksud kedatangan untuk meminang. Kemudian, pihak pengantin wanita akan membalas dengan pantun yang juga mengandung tata krama dan nilai-nilai luhur.

Seni berbalas pantun ini membutuhkan kecerdasan, keluwesan berbahasa, dan pemahaman yang baik tentang adat istiadat Betawi. Para juru pantun biasanya adalah orang-orang yang dituakan atau dianggap mahir dalam bersastra dan memahami seluk-beluk pernikahan adat.

Menciptakan Suasana Akrab dan Ceria

Tradisi Mantar tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi formal, tetapi juga sebagai hiburan yang mencairkan suasana. Candaan dan humor yang terselip dalam pantun seringkali mengundang tawa dan menciptakan keakraban di antara kedua belah pihak keluarga. Interaksi yang terjadi melalui pantun membangun jembatan persahabatan dan mempererat tali silaturahmi.

Mantar biasanya dilantunkan pada beberapa tahapan dalam rangkaian pernikahan adat Betawi, mulai dari saat rombongan pengantin pria tiba di kediaman pengantin wanita, hingga saat prosesi akad nikah dan resepsi. Kehadirannya selalu dinantikan dan menjadi salah satu ciri khas yang membedakan pernikahan adat Betawi.

Kesimpulan

Mantar adalah warisan budaya Betawi yang sangat berharga. Tradisi berbalas pantun ini bukan hanya memeriahkan acara pernikahan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai luhur, mempererat hubungan antar keluarga, dan melestarikan kekayaan sastra lisan Betawi.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Perbankan: Digitalisasi Layanan Keuangan di Ujung Jari

    Inovasi Perbankan: Digitalisasi Layanan Keuangan di Ujung Jari

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Industri perbankan telah mengalami revolusi besar berkat digitalisasi layanan keuangan. Inovasi ini secara fundamental mengubah cara nasabah berinteraksi dengan bank, menjadikan layanan lebih cepat, mudah diakses, dan efisien. Transformasi ini didorong oleh perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen yang semakin menuntut kemudahan dalam setiap transaksi. Pilar utama dari inovasi ini adalah mobile banking dan internet […]

  • Pajak Karbon: Solusi Efektif untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca?

    Pajak Karbon: Solusi Efektif untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca?

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Di tengah krisis perubahan iklim yang semakin mendesak, berbagai negara mencari instrumen kebijakan untuk menekan laju pemanasan global. Salah satu solusi yang paling banyak dibicarakan adalah pajak karbon. Namun, seberapa efektifkah kebijakan ini untuk mengurangi emisi gas rumah kaca? Pajak karbon adalah pungutan yang dikenakan pada setiap ton emisi karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan dari […]

  • Viral di Jogja: Kekasih Driver Shopee Food Dianiaya Customer Karena Telat 5 Menit, Begini Kronologi Lengkapnya

    Viral di Jogja: Kekasih Driver Shopee Food Dianiaya Customer Karena Telat 5 Menit, Begini Kronologi Lengkapnya

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 161
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan insiden penganiayaan terhadap kekasih seorang driver Shopee Food di Godean, Sleman, Yogyakarta. Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam, 3 Juli 2025, ini menjadi puncak kemarahan publik dan memicu aksi solidaritas masif dari ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Gudeg. Kasus ini kembali menyorot risiko […]

  • Seni Pertunjukan Sisingaan dari Subang

    Seni Pertunjukan Sisingaan dari Subang

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sisingaan adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang unik dan meriah berasal dari Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pertunjukan ini menampilkan beberapa orang yang memanggul replika singa berukuran besar yang terbuat dari kayu atau bambu yang dihias sedemikian rupa dengan warna-warna cerah dan pernak-pernik yang menarik. Sisingaan bukan hanya sekadar atraksi visual, tetapi juga memiliki makna historis […]

  • Proliferasi Nuklir: Mencegah Ancaman Uranium Jatuh ke Tangan yang Salah

    Proliferasi Nuklir: Mencegah Ancaman Uranium Jatuh ke Tangan yang Salah

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Proliferasi nuklir adalah salah satu ancaman paling serius bagi keamanan global. Ini bukan hanya tentang penyebaran senjata nuklir antarnegara, tetapi juga risiko mengerikan material utamanya—terutama Uranium Tingkat Tinggi (HEU)—jatuh ke tangan kelompok teroris atau aktor non-negara. Ancaman uranium di tangan yang salah dapat memicu bencana kemanusiaan yang tak terbayangkan. Mengapa HEU begitu berbahaya? Hanya dengan […]

  • Filosofi di Balik Rumah Adat Tongkonan Toraja

    Filosofi di Balik Rumah Adat Tongkonan Toraja

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Di dataran tinggi Tana Toraja, Sulawesi Selatan, berdiri megah sebuah mahakarya arsitektur yang ikonik: rumah adat Tongkonan. Dengan atapnya yang menjulang melengkung seperti perahu, Tongkonan bukan sekadar tempat tinggal. Bagi Suku Toraja, ia adalah pusat kehidupan, simbol status sosial, dan representasi filosofi mendalam yang berakar pada kepercayaan leluhur, Aluk To Dolo. Nama “Tongkonan” berasal dari […]

expand_less