Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » La Galigo: Epos Terpanjang di Dunia dari Tanah Bugis

La Galigo: Epos Terpanjang di Dunia dari Tanah Bugis

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
  • visibility 131
  • comment 0 komentar

Indonesia tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga warisan sastra yang mendunia. Salah satu yang paling monumental adalah La Galigo, sebuah epos kuno dari masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Dikenal sebagai salah satu karya sastra terpanjang di dunia, La Galigo bahkan diperkirakan memiliki teks yang lebih panjang dari epos Mahabharata dari India.

Naskah La Galigo, yang juga dikenal sebagai Sureq Galigo, ditulis dalam bahasa Bugis kuno dengan aksara Lontara yang khas. Isinya bukan sekadar cerita petualangan, melainkan sebuah mitologi penciptaan alam semesta dan peradaban bagi masyarakat Bugis. Epos ini mengisahkan silsilah dewa-dewa dari dunia atas dan dunia bawah, serta kisah kepahlawanan tokoh utamanya, Sawerigading, dalam perjalanannya mencari cinta sejati.

Lebih dari sekadar karya sastra, La Galigo berfungsi sebagai ensiklopedia budaya Bugis pra-Islam. Di dalamnya terkandung pengetahuan tentang sistem kepercayaan, ritual adat, navigasi, hingga norma sosial yang menjadi pedoman hidup masyarakat pada masanya. Setiap baitnya dilantunkan dengan ritme dan irama tertentu, menjadikannya warisan tradisi lisan yang sangat kaya.

Keagungan dan nilai universal yang dimiliki La Galigo akhirnya mendapatkan pengakuan global. Pada tahun 2011, UNESCO secara resmi menetapkan La Galigo sebagai bagian dari Memory of the World (Ingatan Dunia). Pengakuan ini menegaskan statusnya sebagai warisan tak ternilai yang harus terus dijaga, dipelajari, dan dilestarikan oleh generasi sekarang dan mendatang.

Mempelajari La Galigo berarti menyelami samudra kearifan lokal Bugis dan mengapresiasi salah satu mahakarya sastra terbesar yang pernah lahir di dunia. Ini adalah bukti nyata dari kekayaan intelektual dan peradaban luhur bangsa Indonesia.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjelajahi Sejarah Rasa: Wisata Kuliner Legendaris Jakarta

    Menjelajahi Sejarah Rasa: Wisata Kuliner Legendaris Jakarta

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Jakarta tak hanya dikenal sebagai pusat bisnis, tetapi juga surga bagi para pecinta kuliner. Di balik gedung-gedung pencakar langitnya, tersimpan warisan rasa yang telah melegenda selama puluhan tahun, bahkan melintasi generasi. Menjelajahi kuliner legendaris Jakarta adalah seperti napak tilas sejarah melalui cita rasa yang autentik dan tak lekang oleh waktu. Salah satu ikon kuliner Ibu […]

  • Tantangan Digitalisasi UMKM di Seluruh Pelosok Indonesia

    Tantangan Digitalisasi UMKM di Seluruh Pelosok Indonesia

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Digitalisasi UMKM merupakan langkah krusial untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar bagi jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh pelosok Indonesia. Namun, implementasinya tidaklah tanpa tantangan, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat perkotaan. Mengatasi hambatan-hambatan ini menjadi kunci untuk membuka potensi penuh UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional. Salah satu tantangan […]

  • Tiwah: Mengenal Ritual Megah Mengantar Arwah Leluhur Suku Dayak Ngaju

    Tiwah: Mengenal Ritual Megah Mengantar Arwah Leluhur Suku Dayak Ngaju

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Bagi Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang menuju alam keabadian. Puncak dari perjalanan ini ditandai oleh Tiwah, sebuah ritual kematian tingkat akhir yang paling besar, megah, dan sakral. Tiwah bukanlah upacara pemakaman biasa, melainkan sebuah kewajiban suci untuk mengantarkan arwah leluhur (Liau) menuju surga atau Lewu […]

  • Mengenal Berbagai Jenis Paket Umrah: Reguler, Plus, hingga VIP

    Mengenal Berbagai Jenis Paket Umrah: Reguler, Plus, hingga VIP

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Menunaikan ibadah umrah kini semakin mudah dengan beragam pilihan paket yang ditawarkan biro travel. Memahami perbedaan setiap paket, mulai dari Reguler, Plus, hingga VIP, sangat penting agar Anda dapat memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Paket Umrah Reguler Paket ini adalah pilihan paling dasar dan ekonomis. Cocok untuk Anda yang memiliki anggaran terbatas […]

  • Keamanan Siber untuk Semua: Melindungi Diri dari Ancaman Digital di Era Online

    Keamanan Siber untuk Semua: Melindungi Diri dari Ancaman Digital di Era Online

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Di era digital yang semakin maju, teknologi telah membuka gerbang informasi dan konektivitas tanpa batas. Namun, seiring dengan kemudahan yang ditawarkan, muncul pula ancaman keamanan siber yang tak kalah canggih. Dari phishing hingga malware, dunia maya dipenuhi risiko yang dapat mengancam data pribadi, finansial, bahkan reputasi kita. Keamanan siber bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan […]

  • Mappalili: Menjelajahi Keunikan Ritual Turun Sawah Suku Bugis

    Mappalili: Menjelajahi Keunikan Ritual Turun Sawah Suku Bugis

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Indonesia kaya akan tradisi agraris yang unik, salah satunya adalah Mappalili, sebuah ritual turun sawah yang sakral bagi masyarakat Suku Bugis di Sulawesi Selatan. Lebih dari sekadar upacara pembukaan musim tanam, Mappalili adalah perwujudan rasa syukur, harapan akan hasil panen melimpah, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Makna Mendalam di Balik Mappalili Secara harfiah, […]

expand_less