Kamis, 7 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Mengenal Bali Aga: Mengunjungi Desa Trunyan dengan Tradisi Pemakaman Unik

Mengenal Bali Aga: Mengunjungi Desa Trunyan dengan Tradisi Pemakaman Unik

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Ketika membicarakan Bali, banyak yang langsung terbayang pantai indah dan upacara Ngaben yang meriah. Namun, di balik pesona itu, Bali menyimpan sisi lain yang tak kalah memukau, salah satunya adalah kehidupan masyarakat Bali Aga di Desa Trunyan.

Siapakah Masyarakat Bali Aga?

Terletak tersembunyi di tepi timur Danau Batur, Kintamani, Desa Trunyan adalah rumah bagi komunitas Bali Aga. Mereka diyakini sebagai penduduk asli Bali yang telah mendiami pulau ini jauh sebelum migrasi dari Kerajaan Majapahit. Karena keterisolasian geografisnya, masyarakat Trunyan berhasil mempertahankan tradisi dan adat istiadat kuno yang sangat berbeda dari masyarakat Bali pada umumnya.

Tradisi Pemakaman Unik di Bawah Pohon

Daya tarik utama Desa Trunyan adalah tradisi pemakamannya yang unik, dikenal dengan sebutan Mepasah. Berbeda dengan upacara Ngaben, jenazah di Trunyan tidak dikubur atau dibakar. Sebaliknya, jenazah orang yang telah menikah dan meninggal secara wajar akan diletakkan begitu saja di atas tanah dalam sebuah area pemakaman khusus yang disebut Sema Wayah. Jenazah hanya ditutupi kain dan dilindungi oleh sangkar bambu sederhana (ancaksaji) agar tidak diganggu binatang liar.

Ajaibnya, tidak ada bau busuk yang menyengat di area pemakaman ini. Rahasianya terletak pada sebuah pohon raksasa bernama Taru Menyan. “Taru” berarti ‘pohon’ dan “Menyan” berarti ‘harum’. Pohon inilah yang dipercaya masyarakat setempat mampu mengeluarkan aroma wangi yang kuat sehingga dapat menetralisir bau tidak sedap dari proses dekomposisi jenazah.

Mengunjungi Desa Trunyan bukan sekadar wisata biasa, melainkan sebuah perjalanan mendalam untuk memahami kearifan lokal dan keragaman budaya Bali. Ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan pandangan unik tentang siklus kehidupan dan kematian yang menyatu dengan alam.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantai Timang Gunungkidul: Uji Adrenalin Menyeberangi Laut dengan Gondola Tradisional

    Pantai Timang Gunungkidul: Uji Adrenalin Menyeberangi Laut dengan Gondola Tradisional

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Pantai Timang, yang terletak di Gunungkidul, Yogyakarta, menawarkan pengalaman wisata yang unik dan memacu adrenalin. Pantai ini terkenal dengan gondola tradisional yang menghubungkan tebing pantai utama dengan Pulau Timang, sebuah pulau karang kecil di tengah laut. Melintasi lautan dengan gondola yang terbuat dari kayu dan tali ini adalah sebuah petualangan yang tak terlupakan bagi para […]

  • Tips Mencegah Kaki Lecet Saat Berjalan Jauh di Tanah Suci

    Tips Mencegah Kaki Lecet Saat Berjalan Jauh di Tanah Suci

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Saat menunaikan ibadah umrah atau haji, jamaah akan melakukan banyak perjalanan kaki, terutama saat tawaf, sa’i, dan berpindah-pindah tempat. Jarak yang jauh dan cuaca yang panas sering kali menyebabkan kaki lecet, melepuh, atau bengkak. Agar ibadah Anda tidak terganggu, berikut adalah tips-tips praktis untuk menjaga kesehatan kaki Anda. 1. Pakai Alas Kaki yang Tepat Ini […]

  • Tempe: Makanan Sehat dan Lezat Khas Indonesia yang Mendunia

    Tempe: Makanan Sehat dan Lezat Khas Indonesia yang Mendunia

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Indonesia dikenal dengan kekayaan kuliner yang tiada tara, dan salah satu permata tersembunyi yang kini mulai mendunia adalah tempe. Makanan tradisional yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai ini bukan hanya lezat, tetapi juga menyimpan segudang manfaat kesehatan. Mari kita selami lebih jauh mengapa tempe menjadi pilihan yang cerdas untuk menu harian Anda. Apa Itu Tempe? […]

  • Neobank: Ancaman atau Peluang bagi Bank Konvensional?

    Neobank: Ancaman atau Peluang bagi Bank Konvensional?

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kehadiran neobank di lanskap keuangan digital Indonesia telah memicu perdebatan sengit: apakah mereka merupakan ancaman serius yang dapat menggerus pasar bank konvensional, atau justru menjadi katalisator peluang dan inovasi? Jawabannya tidak hitam-putih, melainkan berada di persimpangan antara disrupsi dan kolaborasi. Neobank, yang beroperasi sepenuhnya secara digital tanpa cabang fisik, datang dengan proposisi nilai yang kuat. […]

  • Uranium: Kekuatan Tak Terlihat di Balik Penjelajahan Ruang Angkasa

    Uranium: Kekuatan Tak Terlihat di Balik Penjelajahan Ruang Angkasa

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Meskipun sering dikaitkan dengan pembangkit listrik di Bumi, uranium memainkan peran yang semakin penting dalam memajukan penjelajahan ruang angkasa. Sifat radioaktifnya dimanfaatkan untuk menghasilkan energi yang andal dan tahan lama, memungkinkan misi-misi ambisius melampaui jangkauan energi surya konvensional. Radioisotop Thermoelectric Generators (RTGs): Jantung Misi Jauh Salah satu aplikasi utama uranium di ruang angkasa adalah melalui […]

  • Dampak Globalisasi bagi Negara Berkembang: Siapa Pemenang dan Pecundang?

    Dampak Globalisasi bagi Negara Berkembang: Siapa Pemenang dan Pecundang?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Globalisasi, sebagai proses terintegrasinya ekonomi, budaya, dan masyarakat dunia, telah menjadi kekuatan dominan yang membentuk peradaban modern. Bagi negara-negara maju, ia sering dilihat sebagai mesin kemakmuran. Namun, bagi negara berkembang, dampak globalisasi layaknya pedang bermata dua yang menghadirkan peluang sekaligus ancaman. Lantas, dalam panggung global yang masif ini, siapa yang sebenarnya menjadi pemenang, dan siapa […]

expand_less