Senin, 15 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Mengenal Bali Aga: Mengunjungi Desa Trunyan dengan Tradisi Pemakaman Unik

Mengenal Bali Aga: Mengunjungi Desa Trunyan dengan Tradisi Pemakaman Unik

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
  • visibility 104
  • comment 0 komentar

Ketika membicarakan Bali, banyak yang langsung terbayang pantai indah dan upacara Ngaben yang meriah. Namun, di balik pesona itu, Bali menyimpan sisi lain yang tak kalah memukau, salah satunya adalah kehidupan masyarakat Bali Aga di Desa Trunyan.

Siapakah Masyarakat Bali Aga?

Terletak tersembunyi di tepi timur Danau Batur, Kintamani, Desa Trunyan adalah rumah bagi komunitas Bali Aga. Mereka diyakini sebagai penduduk asli Bali yang telah mendiami pulau ini jauh sebelum migrasi dari Kerajaan Majapahit. Karena keterisolasian geografisnya, masyarakat Trunyan berhasil mempertahankan tradisi dan adat istiadat kuno yang sangat berbeda dari masyarakat Bali pada umumnya.

Tradisi Pemakaman Unik di Bawah Pohon

Daya tarik utama Desa Trunyan adalah tradisi pemakamannya yang unik, dikenal dengan sebutan Mepasah. Berbeda dengan upacara Ngaben, jenazah di Trunyan tidak dikubur atau dibakar. Sebaliknya, jenazah orang yang telah menikah dan meninggal secara wajar akan diletakkan begitu saja di atas tanah dalam sebuah area pemakaman khusus yang disebut Sema Wayah. Jenazah hanya ditutupi kain dan dilindungi oleh sangkar bambu sederhana (ancaksaji) agar tidak diganggu binatang liar.

Ajaibnya, tidak ada bau busuk yang menyengat di area pemakaman ini. Rahasianya terletak pada sebuah pohon raksasa bernama Taru Menyan. “Taru” berarti ‘pohon’ dan “Menyan” berarti ‘harum’. Pohon inilah yang dipercaya masyarakat setempat mampu mengeluarkan aroma wangi yang kuat sehingga dapat menetralisir bau tidak sedap dari proses dekomposisi jenazah.

Mengunjungi Desa Trunyan bukan sekadar wisata biasa, melainkan sebuah perjalanan mendalam untuk memahami kearifan lokal dan keragaman budaya Bali. Ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan pandangan unik tentang siklus kehidupan dan kematian yang menyatu dengan alam.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPATK dan Transparansi Keuangan: Menuju Tata Kelola yang Bersih

    PPATK dan Transparansi Keuangan: Menuju Tata Kelola yang Bersih

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Transparansi keuangan adalah salah satu pilar utama dari tata kelola pemerintahan dan bisnis yang bersih. Di Indonesia, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) memegang peran kunci dalam mewujudkan hal ini. Melalui fungsi pengawasan dan analisisnya, PPATK tidak hanya berupaya memberantas kejahatan, tetapi juga membangun ekosistem keuangan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menciptakan lingkungan […]

  • Teknologi GPS dan GIS: Memetakan Potensi Lahan Pertanian Anda

    Teknologi GPS dan GIS: Memetakan Potensi Lahan Pertanian Anda

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Dalam revolusi pertanian modern, teknologi GPS (Global Positioning System) dan GIS (Geographic Information System) telah menjadi dua alat yang tak terpisahkan. Keduanya bekerja sama untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang lahan pertanian, memungkinkan petani untuk tidak hanya melihat sebidang tanah, tetapi juga memahami potensi penuhnya. Dengan teknologi ini, petani dapat mengelola lahan mereka secara lebih […]

  • Apakah Jobs fair masih layak di terapkan di zaman sekarang

    Apakah Jobs fair masih layak di terapkan di zaman sekarang

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Hey Gen Z! Pernah dengar tentang job fair? Itu lho, acara di mana banyak perusahaan ngumpul nawarin lowongan kerja. Mungkin kamu mikir, “Job fair? Udah 2025, masih cocok aja tuh?” Nah, pertanyaan bagus! Di tengah gempuran platform digital dan LinkedIn, apakah job fair masih jadi “tempat nongkrong” yang asyik buat nyari kerja? Jawabannya: bisa jadi! […]

  • Garuda Wisnu Kencana (GWK): Menikmati Kemegahan Patung Tertinggi di Indonesia

    Garuda Wisnu Kencana (GWK): Menikmati Kemegahan Patung Tertinggi di Indonesia

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sebagai salah satu ikon wisata Bali yang paling megah, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. Daya tarik utama kawasan ini tentu saja adalah patung GWK, sebuah mahakarya seni monumental yang menjadi patung tertinggi di Indonesia. Menggambarkan Dewa Wisnu yang menunggangi burung Garuda, patung ini tidak hanya memukau dari segi ukuran […]

  • Uranium dalam Kalibrasi: Standar Akurasi Peralatan Ilmiah

    Uranium dalam Kalibrasi: Standar Akurasi Peralatan Ilmiah

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Dalam dunia sains, akurasi adalah segalanya. Untuk memastikan sebuah alat ukur memberikan hasil yang benar, ia harus dikalibrasi atau disesuaikan dengan standar referensi yang tepercaya. Dalam bidang deteksi radiasi dan geologi, salah satu “standar emas” yang digunakan untuk kalibrasi adalah uranium alami. Lantas, mengapa unsur radioaktif ini justru menjadi tolok ukur akurasi? Jawabannya terletak pada […]

  • Inovasi dalam Mitigasi Bencana: Teknologi untuk Kesiapsiagaan yang Lebih Baik

    Inovasi dalam Mitigasi Bencana: Teknologi untuk Kesiapsiagaan yang Lebih Baik

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Indonesia, yang terletak di Cincin Api Pasifik, menghadapi tantangan konstan dari berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan erupsi vulkanik. Di tengah risiko ini, inovasi dalam mitigasi bencana menjadi kunci utama untuk mengurangi dampak dan menyelamatkan nyawa. Kemajuan teknologi kini memungkinkan pendekatan yang lebih proaktif, mengubah cara kita mengantisipasi dan merespons ancaman bencana. Salah […]

expand_less