Senin, 15 Des 2025
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Mengenal Bali Aga: Mengunjungi Desa Trunyan dengan Tradisi Pemakaman Unik

Mengenal Bali Aga: Mengunjungi Desa Trunyan dengan Tradisi Pemakaman Unik

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
  • visibility 47
  • comment 0 komentar

Ketika membicarakan Bali, banyak yang langsung terbayang pantai indah dan upacara Ngaben yang meriah. Namun, di balik pesona itu, Bali menyimpan sisi lain yang tak kalah memukau, salah satunya adalah kehidupan masyarakat Bali Aga di Desa Trunyan.

Siapakah Masyarakat Bali Aga?

Terletak tersembunyi di tepi timur Danau Batur, Kintamani, Desa Trunyan adalah rumah bagi komunitas Bali Aga. Mereka diyakini sebagai penduduk asli Bali yang telah mendiami pulau ini jauh sebelum migrasi dari Kerajaan Majapahit. Karena keterisolasian geografisnya, masyarakat Trunyan berhasil mempertahankan tradisi dan adat istiadat kuno yang sangat berbeda dari masyarakat Bali pada umumnya.

Tradisi Pemakaman Unik di Bawah Pohon

Daya tarik utama Desa Trunyan adalah tradisi pemakamannya yang unik, dikenal dengan sebutan Mepasah. Berbeda dengan upacara Ngaben, jenazah di Trunyan tidak dikubur atau dibakar. Sebaliknya, jenazah orang yang telah menikah dan meninggal secara wajar akan diletakkan begitu saja di atas tanah dalam sebuah area pemakaman khusus yang disebut Sema Wayah. Jenazah hanya ditutupi kain dan dilindungi oleh sangkar bambu sederhana (ancaksaji) agar tidak diganggu binatang liar.

Ajaibnya, tidak ada bau busuk yang menyengat di area pemakaman ini. Rahasianya terletak pada sebuah pohon raksasa bernama Taru Menyan. “Taru” berarti ‘pohon’ dan “Menyan” berarti ‘harum’. Pohon inilah yang dipercaya masyarakat setempat mampu mengeluarkan aroma wangi yang kuat sehingga dapat menetralisir bau tidak sedap dari proses dekomposisi jenazah.

Mengunjungi Desa Trunyan bukan sekadar wisata biasa, melainkan sebuah perjalanan mendalam untuk memahami kearifan lokal dan keragaman budaya Bali. Ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan pandangan unik tentang siklus kehidupan dan kematian yang menyatu dengan alam.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Derivatif: Memahami Kontrak Berjangka dan Opsi

    Pasar Derivatif: Memahami Kontrak Berjangka dan Opsi

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Bagi investor yang sudah berpengalaman, pasar derivatif menawarkan instrumen canggih untuk tujuan lindung nilai (hedging) maupun spekulasi. Secara sederhana, derivatif adalah kontrak finansial yang nilainya diturunkan dari aset dasar lain, seperti saham, obligasi, komoditas, atau mata uang. Dua produk yang paling populer di pasar derivatif adalah kontrak berjangka (futures) dan opsi (options). Meskipun sering disebut […]

  • Menggali Cuan dari Industri Rasa: Investasi pada Seni Kuliner dan Bisnis F&B

    Menggali Cuan dari Industri Rasa: Investasi pada Seni Kuliner dan Bisnis F&B

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Industri makanan dan minuman (F&B) adalah sektor yang tak pernah mati. Di Indonesia, dengan kekayaan kuliner yang melimpah dan budaya makan yang kuat, investasi pada seni kuliner dan bisnis F&B menawarkan potensi pertumbuhan yang sangat menarik. Bukan hanya sekadar tren sesaat, bisnis ini adalah kebutuhan pokok yang terus berkembang. Potensi Keuntungan di Setiap Gigitan Investasi […]

  • Bali di Luar Jalur Umum: Menemukan Permata Tersembunyi yang Jarang Dikunjungi

    Bali di Luar Jalur Umum: Menemukan Permata Tersembunyi yang Jarang Dikunjungi

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bali lebih dari sekadar Kuta, Seminyak, atau Ubud. Di balik destinasi populer tersebut, tersimpan pesona otentik yang menanti untuk ditemukan. Jika Anda mencari pengalaman yang lebih personal dan tenang, inilah saatnya menjelajahi Bali di luar jalur umum dan menemukan beberapa permata tersembunyi yang jarang dikunjungi wisatawan. Tempat-tempat ini menawarkan keindahan alam dan budaya yang masih […]

  • Inovasi Reaktor Nuklir Tanpa Bahan Bakar Padat (Molten Salt Reactors): Masa Depan Energi Nuklir?

    Inovasi Reaktor Nuklir Tanpa Bahan Bakar Padat (Molten Salt Reactors): Masa Depan Energi Nuklir?

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Reaktor garam cair (Molten Salt Reactors atau MSRs) muncul sebagai inovasi revolusioner dalam teknologi nuklir, menawarkan potensi solusi atas beberapa keterbatasan reaktor nuklir konvensional berbahan bakar padat. Alih-alih menggunakan batang bahan bakar padat, MSRs menggunakan garam cair yang berfungsi sebagai pelarut bahan bakar nuklir, pendingin, dan media transfer panas. Konsep ini membuka peluang untuk reaktor […]

  • Musim Terbaik Mengunjungi Bali: Panduan Cuaca dan Acara Tahunan

    Musim Terbaik Mengunjungi Bali: Panduan Cuaca dan Acara Tahunan

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Menentukan waktu terbaik untuk mengunjungi Bali adalah kunci untuk mendapatkan pengalaman liburan yang maksimal. Jawabannya sangat bergantung pada preferensi Anda: apakah Anda mencari cuaca cerah untuk beraktivitas di pantai, suasana yang lebih tenang dengan harga terjangkau, atau ingin merasakan kemeriahan festival budaya? Panduan Berdasarkan Cuaca Bali memiliki dua musim utama yang sangat memengaruhi suasana liburan: […]

  • Ekosistem Musik Sehat: Peran Krusial LMKN bagi Semua Pihak

    Ekosistem Musik Sehat: Peran Krusial LMKN bagi Semua Pihak

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Dalam sebuah orkestra, setiap instrumen memiliki perannya masing-masing untuk menciptakan harmoni. Begitu pula dengan ekosistem musik yang sehat, di mana setiap pihak – mulai dari pencipta, musisi, hingga pengguna karya – memiliki peran vital. Di tengah kompleksitas ini, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) muncul sebagai konduktor utama yang memastikan seluruh elemen bekerja selaras. Peran LMKN […]

expand_less