Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agama » Panduan Praktis Tawaf dan Sa’i untuk Pemula

Panduan Praktis Tawaf dan Sa’i untuk Pemula

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

Bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah umrah, tawaf dan sa’i mungkin terasa membingungkan. Padahal, kedua rukun ini adalah inti dari ibadah umrah yang harus dilakukan dengan khusyuk. Berikut adalah panduan praktis untuk membantu Anda.

Panduan Tawaf

Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Sebelum memulai, pastikan Anda berada dalam keadaan suci (berwudu) dan mengenakan pakaian ihram bagi laki-laki.

* Niat: Awali tawaf dengan niat ikhlas karena Allah.

* Mulai dari Hajar Aswad: Berdiri sejajar dengan Hajar Aswad, jika memungkinkan, beri isyarat dengan tangan kanan sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar”.

* Putaran Tujuh Kali: Lakukan putaran pertama dengan berjalan cepat (ramal) di tiga putaran awal (khusus laki-laki) dan berjalan normal di empat putaran berikutnya. Setiap kali melewati Hajar Aswad, beri isyarat dengan tangan.

* Doa dan Zikir: Selama tawaf, perbanyaklah doa dan zikir. Tidak ada doa khusus yang wajib, Anda bisa berdoa sesuai keinginan.

* Akhiri Tawaf: Setelah selesai tujuh putaran, salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.

* Minum Air Zamzam: Setelah salat, disunnahkan untuk minum air zamzam.

Panduan Sa’i

Sa’i adalah berjalan atau berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah.

* Niat: Sebelum memulai, niatkan sa’i dengan ikhlas karena Allah.

* Mulai dari Bukit Safa: Naik ke Bukit Safa, menghadap Ka’bah, angkat tangan, dan berdoa.

* Jalan Menuju Marwah: Mulailah berjalan menuju Marwah. Ada area yang ditandai dengan lampu hijau (Marwah) di mana laki-laki disunnahkan untuk berlari kecil.

* Tujuh Kali Bolak-balik: Satu kali perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu putaran. Perjalanan kembali dari Marwah ke Safa dihitung putaran kedua, dan seterusnya. Sa’i diakhiri setelah Anda berada di Bukit Marwah untuk putaran ketujuh.

* Doa dan Zikir: Selama sa’i, perbanyaklah doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda bisa melaksanakan tawaf dan sa’i dengan lebih tenang dan khusyuk, sehingga ibadah umrah Anda menjadi lebih mabrur.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Umrah Murah dan Hemat Tanpa Mengurangi Kekhusyukan

    Tips Umrah Murah dan Hemat Tanpa Mengurangi Kekhusyukan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Menjalankan ibadah umrah adalah impian setiap Muslim, namun biaya seringkali menjadi kendala. Faktanya, ada banyak cara untuk menunaikan umrah dengan biaya yang lebih terjangkau tanpa harus mengorbankan kekhusyukan ibadah. Berikut adalah beberapa tips umrah murah dan hemat yang bisa Anda terapkan. 1. Pilih Paket Umrah ‘Backpacker’ atau Non-Reguler Biro travel umrah kini menawarkan berbagai jenis […]

  • Pertanian Presisi: Hemat Air dan Pupuk, Untung Berlipat

    Pertanian Presisi: Hemat Air dan Pupuk, Untung Berlipat

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Tengah tantangan pertanian modern, seperti kelangkaan sumber daya dan peningkatan biaya produksi, pertanian presisi hadir sebagai solusi cerdas. Pendekatan ini memanfaatkan teknologi canggih untuk mengelola lahan pertanian secara lebih efisien dan akurat. Hasilnya tidak hanya pada penghematan sumber daya yang signifikan, tetapi juga pada peningkatan keuntungan yang berlipat. Efisiensi Sumber Daya untuk Keberlanjutan Prinsip utama […]

  • Tempe: Superfood Asli Indonesia yang Mendunia

    Tempe: Superfood Asli Indonesia yang Mendunia

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Tempe, makanan fermentasi dari kedelai, telah bertransformasi dari lauk sederhana di meja makan menjadi superfood yang diakui dunia. Berasal dari Jawa, tempe adalah bukti nyata kearifan lokal dalam mengolah bahan pangan, menciptakan produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga sangat kaya nutrisi. Proses pembuatan tempe adalah sebuah seni fermentasi yang mengandalkan peran jamur Rhizopus oligosporus. […]

  • Panduan Menonton Tari Kecak Api di Pura Luhur Uluwatu saat Senja

    Panduan Menonton Tari Kecak Api di Pura Luhur Uluwatu saat Senja

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Menyaksikan Tari Kecak Api di Pura Luhur Uluwatu saat matahari terbenam adalah pengalaman ikonik yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Bali. Perpaduan antara drama teatrikal, nyanyian “cak-cak-cak” yang ritmis, kobaran api, dan latar belakang senja yang memukau menciptakan sebuah pertunjukan yang magis dan tak terlupakan. Agar pengalaman Anda semakin maksimal, berikut adalah panduan lengkap […]

  • Karl Marx dan Kritik Kapitalisme: Masih Relevankah Saat Ini? 🧐

    Karl Marx dan Kritik Kapitalisme: Masih Relevankah Saat Ini? 🧐

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Karl Marx (1818–1883) adalah salah satu filsuf dan ekonom paling berpengaruh di dunia, dikenal karena kritiknya yang tajam terhadap sistem kapitalisme. Bersama Friedrich Engels, ia merumuskan ide-ide yang menjadi dasar Komunisme melalui karya-karya utamanya, termasuk Das Kapital dan Manifesto Komunis. Kritik Inti: Eksploitasi dan Alienasi Kritik utama Marx berpusat pada konsep eksploitasi dan alienasi. Dalam […]

  • Dampak Globalisasi bagi Negara Berkembang: Siapa Pemenang dan Pecundang?

    Dampak Globalisasi bagi Negara Berkembang: Siapa Pemenang dan Pecundang?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Globalisasi, sebagai proses terintegrasinya ekonomi, budaya, dan masyarakat dunia, telah menjadi kekuatan dominan yang membentuk peradaban modern. Bagi negara-negara maju, ia sering dilihat sebagai mesin kemakmuran. Namun, bagi negara berkembang, dampak globalisasi layaknya pedang bermata dua yang menghadirkan peluang sekaligus ancaman. Lantas, dalam panggung global yang masif ini, siapa yang sebenarnya menjadi pemenang, dan siapa […]

expand_less