Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Hak Cipta dan Hak Terkait: Perbedaan dan Peran LMKN

Hak Cipta dan Hak Terkait: Perbedaan dan Peran LMKN

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 64
  • comment 0 komentar

Dalam dunia musik, ada dua istilah penting yang sering kali disamakan, yaitu Hak Cipta dan Hak Terkait. Memahami perbedaan keduanya sangat krusial, dan di sinilah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memainkan peran vital untuk memastikan keduanya terlindungi.

Hak Cipta adalah hak eksklusif yang dimiliki oleh pencipta sebuah karya. Dalam musik, Hak Cipta melindungi melodi, lirik, dan aransemen yang dibuat oleh komposer atau penulis lagu. Hak ini muncul secara otomatis saat karya tersebut dibuat dan diwujudkan dalam bentuk nyata. Jadi, Hak Cipta melekat pada ide orisinal dari sebuah lagu.

Sementara itu, Hak Terkait adalah hak yang berhubungan dengan Hak Cipta, tetapi dimiliki oleh pihak lain. Hak ini melekat pada para pelaku yang berkontribusi dalam produksi karya musik. Ada tiga jenis utama pemilik Hak Terkait:

* Pelaku Pertunjukan: Musisi yang memainkan instrumen atau vokalis yang menyanyikan lagu tersebut.

* Produser Fonogram: Pihak yang merekam dan menggandakan rekaman suara.

* Lembaga Penyiaran: Pihak yang menyiarkan lagu tersebut melalui radio atau televisi.

Jadi, perbedaannya sangat jelas: Hak Cipta melindungi karya itu sendiri (lirik dan lagu), sementara Hak Terkait melindungi penafsiran atau penampilan dari karya tersebut.

Lalu, di mana peran LMKN? LMKN berfungsi sebagai jembatan yang menyatukan kedua hak ini. LMKN tidak hanya mengumpulkan dan mendistribusikan royalti untuk para pencipta lagu (pemilik Hak Cipta), tetapi juga untuk para musisi, produser, dan lembaga penyiaran (pemilik Hak Terkait). Dengan mengelola kedua hak ini dalam satu sistem, LMKN memastikan semua pihak yang terlibat dalam sebuah karya musik mendapatkan kompensasi yang adil. Tanpa LMKN, mengurus royalti untuk Hak Cipta dan Hak Terkait secara terpisah akan menjadi tugas yang sangat rumit dan tidak efisien. LMKN menciptakan keadilan bagi semua, baik pencipta maupun pihak yang berjerih payah dalam membawakan karya tersebut ke publik.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Quantum AI: Ketika Komputasi Kuantum Bertemu Kecerdasan Buatan

    Quantum AI: Ketika Komputasi Kuantum Bertemu Kecerdasan Buatan

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Di persimpangan dua teknologi paling transformatif saat ini, lahirlah Quantum AI, sebuah bidang revolusioner yang mengintegrasikan kekuatan komputasi kuantum dengan kemampuan belajar Kecerdasan Buatan (AI). Kolaborasi ini menjanjikan lompatan besar dalam menyelesaikan masalah-masalah paling kompleks yang saat ini berada di luar jangkauan komputer klasik. Berbeda dengan komputer biasa yang menggunakan bit (nilai 0 atau 1), […]

  • Hadapi Otomasi: Pentingnya Reskilling Tenaga Kerja Keuangan untuk Masa Depan

    Hadapi Otomasi: Pentingnya Reskilling Tenaga Kerja Keuangan untuk Masa Depan

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Era otomasi dan kecerdasan buatan (AI) tidak lagi menjadi wacana masa depan, melainkan realitas yang sedang mentransformasi sektor keuangan secara fundamental. Banyak tugas-tugas rutin dan administratif, seperti entri data, proses klaim dasar, dan rekonisiliasi, kini dapat dilakukan lebih cepat dan akurat oleh mesin. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan krusial: bagaimana nasib tenaga kerja di industri ini? […]

  • LMKN dan Bisnis: Panduan Membayar Royalti untuk Usaha Kecil dan Menengah

    LMKN dan Bisnis: Panduan Membayar Royalti untuk Usaha Kecil dan Menengah

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Bagi para pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, seperti kafe, restoran, toko, atau salon yang memutar musik, memahami kewajiban membayar royalti kepada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) adalah hal yang penting. Ini bukan hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap karya seni. Berikut adalah panduan sederhana untuk membantu UKM dalam membayar […]

  • Mengurai Risiko Pasar Mobil Bekas: Memahami Informasi Asimetris

    Mengurai Risiko Pasar Mobil Bekas: Memahami Informasi Asimetris

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Ketika kita membeli mobil bekas, ada risiko besar yang selalu membayangi: kemungkinan mendapatkan “mobil lemon” atau mobil dengan cacat tersembunyi. Kondisi ini sering kali terjadi karena adanya informasi asimetris, sebuah konsep fundamental dalam ilmu ekonomi. Informasi asimetris adalah kondisi di mana salah satu pihak dalam transaksi memiliki informasi yang lebih lengkap dan relevan daripada pihak […]

  • Belanja Lebih Bijak: Panduan Sertifikasi Pertanian Berkelanjutan untuk Konsumen Cerdas

    Belanja Lebih Bijak: Panduan Sertifikasi Pertanian Berkelanjutan untuk Konsumen Cerdas

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Di era modern ini, kesadaran akan dampak lingkungan dan sosial dari produk yang kita konsumsi semakin meningkat. Bagi konsumen cerdas, memilih produk pertanian bukan hanya soal rasa atau harga, tetapi juga tentang bagaimana produk itu dihasilkan. Di sinilah sertifikasi pertanian berkelanjutan berperan penting. Sertifikasi ini adalah jaminan bahwa produk yang Anda beli diproduksi dengan cara […]

  • Pertanian Zero Waste: Semua Limbah Menjadi Berkah

    Pertanian Zero Waste: Semua Limbah Menjadi Berkah

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Dalam sistem pertanian konvensional, limbah sering dianggap sebagai masalah yang harus dibuang, baik itu sisa tanaman, kotoran ternak, atau sisa panen yang tidak terjual. Namun, konsep pertanian zero waste mengubah paradigma ini sepenuhnya. Dengan pendekatan ini, semua limbah menjadi berkah, diolah kembali menjadi produk bernilai dan sumber daya yang bermanfaat, menciptakan sistem yang efisien, berkelanjutan, […]

expand_less