Sabtu, 2 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Ngelawang: Ritual Mistis Mengusir Roh Jahat dengan Barong Bangkal di Bali

Ngelawang: Ritual Mistis Mengusir Roh Jahat dengan Barong Bangkal di Bali

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Bali, pulau Dewata, kaya akan tradisi spiritual yang unik dan memukau. Salah satunya adalah Ngelawang, sebuah ritual sakral yang bertujuan untuk mengusir roh-roh jahat dan membawa keberkahan bagi desa. Tradisi ini melibatkan figur Barong Bangkal, sebuah wujud Barong yang menyerupai babi hutan, yang dianggap memiliki kekuatan magis.

Secara harfiah, Ngelawang berasal dari kata lawang yang berarti pintu. Ritual ini melambangkan upaya untuk membuka pintu energi positif dan menutup pintu bagi pengaruh negatif yang dapat mengganggu ketentraman desa. Barong Bangkal, dengan wujudnya yang kuat dan taringnya yang tajam, dipercaya mampu menakuti dan mengusir roh-roh jahat yang berkeliaran.

Prosesi Ngelawang biasanya dilakukan setelah upacara keagamaan besar di desa. Beberapa orang yang terpilih akan mengenakan kostum Barong Bangkal dan menari mengikuti iringan gamelan baleganjur yang khas dan bersemangat. Barong Bangkal ini kemudian akan berkeliling dari rumah ke rumah, pura ke pura, di seluruh penjuru desa. Masyarakat akan menyambut kedatangan Barong dengan sukacita, memberikan persembahan berupa canang sari dan uang sebagai bentuk dukungan dan harapan akan keselamatan desa.

Selama Ngelawang, interaksi antara Barong dan masyarakat seringkali diwarnai dengan adegan-adegan lucu dan spontan, namun tetap dalam koridor kesakralan. Diyakini bahwa kehadiran Barong Bangkal membawa vibrasi positif dan membersihkan lingkungan dari energi negatif. Tradisi Ngelawang bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi sebuah perwujudan nyata dari kepercayaan masyarakat Bali terhadap kekuatan spiritual dan pentingnya menjaga keseimbangan antara alam sekala (nyata) dan niskala (tidak nyata). Melalui ritual ini, keharmonisan dan keselamatan desa diharapkan selalu terjaga.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjaga Keseimbangan: Mengenal Regulasi Penambangan Uranium Global

    Menjaga Keseimbangan: Mengenal Regulasi Penambangan Uranium Global

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Penambangan uranium bukanlah sekadar aktivitas ekstraksi mineral biasa. Karena potensinya sebagai sumber energi sekaligus bahan untuk senjata nuklir, setiap tahapannya diawasi oleh regulasi penambangan uranium yang sangat ketat. Kerangka kerja regulasi ini dirancang untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan di tingkat nasional maupun internasional. Peran Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Di tingkat global, Badan […]

  • Tak Hanya Emas, Ini 4 Alasan Melirik Investasi Perak

    Tak Hanya Emas, Ini 4 Alasan Melirik Investasi Perak

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Saat berbicara tentang investasi logam mulia, emas seringkali menjadi pilihan utama sebagai aset safe haven. Namun, ada ‘adiknya’ yang tak kalah menarik dan seringkali terlupakan: perak. Sebagai alternatif selain emas, investasi perak menawarkan sejumlah keunggulan unik yang layak dipertimbangkan, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini. Bagi investor yang ingin diversifikasi, memahami potensi perak adalah […]

  • Mie Aceh: Sensasi Pedas Rempah yang Menggugah Selera

    Mie Aceh: Sensasi Pedas Rempah yang Menggugah Selera

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Mie Aceh bukan sekadar hidangan mie biasa; ia adalah sebuah deklarasi rasa yang kaya, pedas, dan beraroma rempah kuat, mewakili kekayaan kuliner dari ujung barat Indonesia. Keunikan Mie Aceh terletak pada perpaduan bumbu rempah yang melimpah, kuah kental yang pekat, dan tekstur mie kuning tebal yang khas. Ciri utama Mie Aceh adalah dominasi cita rasa […]

  • Dari Royalti ke Kesejahteraan: Dampak Finansial LMKN bagi Pelaku Musik

    Dari Royalti ke Kesejahteraan: Dampak Finansial LMKN bagi Pelaku Musik

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Bagi para musisi, pencipta lagu, dan pelaku industri musik lainnya, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) bukan sekadar lembaga pengumpul uang. LMKN memiliki peran sentral dalam mengubah royalti menjadi kesejahteraan finansial yang nyata, memberikan dampak signifikan pada keberlangsungan hidup dan karir mereka. Dampak finansial pertama LMKN adalah menciptakan sumber pendapatan yang stabil. Di industri musik yang […]

  • Pantai Timang Gunungkidul: Uji Adrenalin Menyeberangi Laut dengan Gondola Tradisional

    Pantai Timang Gunungkidul: Uji Adrenalin Menyeberangi Laut dengan Gondola Tradisional

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Pantai Timang, yang terletak di Gunungkidul, Yogyakarta, menawarkan pengalaman wisata yang unik dan memacu adrenalin. Pantai ini terkenal dengan gondola tradisional yang menghubungkan tebing pantai utama dengan Pulau Timang, sebuah pulau karang kecil di tengah laut. Melintasi lautan dengan gondola yang terbuat dari kayu dan tali ini adalah sebuah petualangan yang tak terlupakan bagi para […]

  • Kebo-Keboan: Ritual Manusia Kerbau di Banyuwangi sebagai Permohonan Kesuburan

    Kebo-Keboan: Ritual Manusia Kerbau di Banyuwangi sebagai Permohonan Kesuburan

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Banyuwangi, Jawa Timur, dikenal dengan kekayaan tradisi dan ritual uniknya. Salah satu yang paling menarik adalah Kebo-Keboan, sebuah upacara sakral yang melibatkan manusia yang bertransformasi menjadi kerbau. Ritual ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan perwujudan permohonan kepada Sang Pencipta agar memberikan kesuburan pada tanah dan hasil panen yang melimpah. Dalam tradisi Kebo-Keboan, beberapa pria pilihan dari […]

expand_less