Selasa, 4 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Efek Veblen: Mengapa Harga Barang Mewah Semakin Mahal Saat Diminati?

Efek Veblen: Mengapa Harga Barang Mewah Semakin Mahal Saat Diminati?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Di dunia ekonomi, kita mengenal hukum dasar penawaran dan permintaan: ketika permintaan suatu barang naik, harganya akan cenderung naik hingga mencapai titik keseimbangan. Namun, ada satu fenomena menarik yang berlaku pada barang-barang mewah. Alih-alih mencapai titik jenuh, harga barang-barang ini justru semakin melambung tinggi seiring dengan meningkatnya minat pembeli. Fenomena ini dikenal sebagai Efek Veblen.

Apa Itu Efek Veblen?

Efek Veblen adalah paradoks ekonomi di mana permintaan untuk suatu barang meningkat seiring dengan kenaikan harganya. Teori ini dikemukakan oleh ekonom Thorstein Veblen. Berbeda dengan barang-barang kebutuhan pokok di mana konsumen mencari harga termurah, pada barang Veblen, harga yang tinggi justru menjadi daya tarik utama. Barang-barang ini dibeli bukan hanya karena fungsinya, tetapi juga karena status atau prestise yang melekat padanya. Dengan kata lain, harga yang mahal menjadi simbol kekayaan dan status sosial.

Mengapa Harga Mahal Justru Menarik?

Ada beberapa alasan psikologis dan sosiologis di balik fenomena ini:

Simbol Status: Harga yang tinggi bertindak sebagai filter. Tidak semua orang mampu membelinya, dan itulah yang membuatnya eksklusif. Memiliki barang Veblen menunjukkan bahwa seseorang berada di kelas sosial tertentu, memiliki kekayaan, dan selera yang tinggi. Semakin mahal harganya, semakin kuat simbol status yang ditawarkannya.

Sinyal Kualitas: Konsumen seringkali mengasosiasikan harga yang mahal dengan kualitas yang lebih tinggi. Meskipun tidak selalu benar, persepsi ini membuat mereka percaya bahwa barang yang harganya selangit pasti memiliki kualitas terbaik.

Keinginan untuk Eksklusivitas: Sifat manusia yang ingin tampil unik dan berbeda menjadi salah satu pendorong utama. Barang Veblen yang harganya tidak terjangkau banyak orang, memberikan rasa eksklusifitas dan menjadi identitas diri.

Contoh paling nyata dari Efek Veblen bisa kita lihat pada produk-produk fesyen ternama, jam tangan mewah, atau mobil-mobil super mahal. Permintaan yang tinggi atas barang-barang ini justru membuat produsen semakin percaya diri menaikkan harga, karena mereka tahu bahwa harga yang lebih tinggi akan semakin memperkuat citra eksklusifitas dan prestise produk mereka. Dengan memahami efek ini, kita bisa lebih bijak melihat dinamika harga dan permintaan di pasar barang-barang mewah di Indonesia.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketimpangan Ekonomi Antara Wilayah Barat dan Timur Indonesia

    Ketimpangan Ekonomi Antara Wilayah Barat dan Timur Indonesia

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Meskipun Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif, isu ketimpangan ekonomi antara wilayah barat dan timur Indonesia masih menjadi tantangan struktural yang signifikan. Kesenjangan ini tercermin dari konsentrasi aktivitas ekonomi, industri, dan pembangunan yang masih sangat dominan di Pulau Jawa dan Sumatera, sementara wilayah timur seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara relatif tertinggal. Akar masalah […]

  • Mapalus: Mengenal Spirit Gotong Royong Khas Masyarakat Minahasa

    Mapalus: Mengenal Spirit Gotong Royong Khas Masyarakat Minahasa

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Di tengah keragaman budaya Indonesia, semangat gotong royong menjadi salah satu perekat sosial terkuat. Bagi masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara, semangat ini terwujud dalam sebuah tradisi luhur yang disebut Mapalus. Lebih dari sekadar tolong-menolong, Mapalus adalah sistem kerja kolektif yang menjadi fondasi kehidupan sosial dan budaya mereka sejak zaman leluhur. Mapalus pada dasarnya adalah sistem […]

  • Kebo-Keboan: Ritual Manusia Kerbau di Banyuwangi sebagai Permohonan Kesuburan

    Kebo-Keboan: Ritual Manusia Kerbau di Banyuwangi sebagai Permohonan Kesuburan

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Banyuwangi, Jawa Timur, dikenal dengan kekayaan tradisi dan ritual uniknya. Salah satu yang paling menarik adalah Kebo-Keboan, sebuah upacara sakral yang melibatkan manusia yang bertransformasi menjadi kerbau. Ritual ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan perwujudan permohonan kepada Sang Pencipta agar memberikan kesuburan pada tanah dan hasil panen yang melimpah. Dalam tradisi Kebo-Keboan, beberapa pria pilihan dari […]

  • Dusun Bambu Lembang: Wisata Keluarga dengan Arsitektur Bambu yang Memuka

    Dusun Bambu Lembang: Wisata Keluarga dengan Arsitektur Bambu yang Memuka

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Dusun Bambu Lembang adalah destinasi wisata keluarga yang populer di Bandung Barat. Tempat ini menawarkan konsep ekowisata yang unik dengan mengedepankan keindahan alam dan arsitektur bambu yang inovatif. Berlokasi di kawasan Lembang yang sejuk, Dusun Bambu menjadi pilihan ideal untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan menikmati suasana pedesaan yang asri. Salah satu daya tarik […]

  • APBN: Pilar Utama dalam Mendorong Pembangunan Ekonomi Nasional

    APBN: Pilar Utama dalam Mendorong Pembangunan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memegang peranan krusial sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi di Indonesia. Lebih dari sekadar catatan keuangan, APBN adalah representasi komprehensif dari rencana pemerintah dalam mengalokasikan sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan strategis nasional. Sebagai instrumen kebijakan fiskal, APBN memiliki dua fungsi utama. Pertama, fungsi alokasi, yaitu mengarahkan dana negara untuk berbagai […]

  • Update Harga Emas Hari Ini, Selasa 24 Juni 2025: Turun Rp10.000 ke Rp1.932.000 per Gram – Peluang Menarik untuk Investor?

    Update Harga Emas Hari Ini, Selasa 24 Juni 2025: Turun Rp10.000 ke Rp1.932.000 per Gram – Peluang Menarik untuk Investor?

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Berdasarkan data terkini per Selasa, 24 Juni 2025 pukul 08:16:00 WIB, pasar logam mulia menunjukkan pergerakan yang menarik. Harga emas hari ini turun Rp10.000 per gram. Dengan koreksi ini, harga emas batangan saat ini tercatat di angka Rp1.932.000,00 per gram, setelah sebelumnya berada di level Rp1.942.000,00. Penurunan ini tentu menjadi sorotan utama bagi investor dan […]

expand_less