Perbedaan Umrah dan Haji yang Wajib Diketahui
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Ming, 17 Agu 2025
- visibility 17
- comment 0 komentar

Ibadah umrah dan haji adalah dua ibadah yang sama-sama dilakukan di Tanah Suci dan memiliki banyak kemiripan. Karena itulah, umrah sering disebut sebagai “haji kecil.” Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang wajib diketahui oleh setiap Muslim. Berikut adalah penjelasan ringkas mengenai perbedaan antara umrah dan haji.
1. Hukum dan Kedudukan
Perbedaan paling utama terletak pada hukum pelaksanaannya. Haji adalah rukun Islam yang kelima dan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial, setidaknya sekali seumur hidup. Sementara itu, umrah adalah ibadah sunnah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan, namun tidak wajib.
2. Waktu Pelaksanaan
Haji hanya bisa dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu dalam kalender Hijriyah, yaitu pada bulan-bulan haji yang puncaknya pada tanggal 8 hingga 13 Dzulhijjah. Di luar waktu tersebut, ibadah haji tidak sah. Sebaliknya, umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada hari Arafah dan hari-hari Tasyriq (10-13 Dzulhijjah).
3. Rangkaian Ibadah (Manasik)
Umrah dan haji memiliki beberapa ritual yang sama, yaitu ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Namun, haji memiliki rangkaian ibadah yang jauh lebih panjang dan rumit. Ibadah haji mencakup wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, dan mabit di Mina. Rangkaian ini tidak ada dalam ibadah umrah.
4. Lokasi Pelaksanaan
Meskipun keduanya berpusat di Mekkah, haji menuntut jamaahnya untuk berpindah-pindah lokasi ke Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sementara itu, umrah hanya dilakukan di Mekkah, yaitu di Masjidil Haram, dengan beberapa lokasi di sekitarnya.
Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa lebih menghargai setiap ibadah dan melaksanakannya sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar