Minggu, 3 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Dalam ekonomi makro, hubungan antara pengangguran dan inflasi adalah topik yang selalu menarik. Salah satu konsep paling penting yang menggambarkan hubungan ini adalah NAIRU atau Non-Accelerating Inflation Rate of Unemployment. Sederhananya, NAIRU adalah tingkat pengangguran “alami” di mana inflasi tidak naik atau turun secara signifikan. Ini bukan berarti pengangguran nol, melainkan tingkat di mana tekanan upah dan harga seimbang, sehingga ekonomi dapat tumbuh tanpa memicu inflasi yang tidak terkendali.

Mengapa NAIRU Penting?

Ketika tingkat pengangguran turun di bawah NAIRU, pasar tenaga kerja menjadi sangat ketat. Perusahaan harus bersaing untuk mendapatkan pekerja dengan menawarkan upah yang lebih tinggi. Kenaikan upah ini kemudian dapat diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga barang dan jasa yang lebih tinggi, memicu inflasi. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran berada di atas NAIRU, ada banyak pekerja yang mencari pekerjaan, sehingga tekanan upah dan inflasi cenderung menurun.

Sifat NAIRU

Penting untuk dicatat bahwa NAIRU bukanlah angka yang tetap. Ia dapat bergeser dari waktu ke waktu tergantung pada faktor-faktor struktural dalam perekonomian, seperti:

Perubahan demografi: Masuknya angkatan kerja baru atau pensiunnya generasi yang lebih tua.

Perubahan teknologi: Otomatisasi atau inovasi yang membuat beberapa pekerjaan usang.

Kebijakan pemerintah: Seperti kebijakan upah minimum atau program pelatihan.

Sebagai contoh, jika sebuah inovasi teknologi besar membuat banyak pekerjaan usang, NAIRU bisa naik karena lebih banyak orang menganggur secara struktural. Sebaliknya, jika ada peningkatan investasi dalam pendidikan dan pelatihan, NAIRU bisa turun karena tenaga kerja menjadi lebih terampil dan mudah diserap.

Perbedaan dengan Tingkat Pengangguran ‘Alami’

NAIRU seringkali disamakan dengan tingkat pengangguran alami (natural rate of unemployment). Perbedaannya, tingkat pengangguran alami mencakup pengangguran friksional (orang yang sedang mencari pekerjaan) dan struktural (pengangguran akibat ketidakcocokan antara keterampilan pekerja dan permintaan pasar). NAIRU fokus pada titik di mana inflasi mulai berakselerasi. Meskipun keduanya sangat terkait, NAIRU lebih ditekankan sebagai target kebijakan, khususnya oleh bank sentral.

Memahami NAIRU sangat krusial bagi bank sentral dan pembuat kebijakan. Mereka menggunakannya sebagai tolok ukur untuk memutuskan apakah akan menaikkan atau menurunkan suku bunga. Jika tingkat pengangguran saat ini berada di bawah estimasi NAIRU, bank sentral mungkin akan khawatir akan percepatan inflasi dan cenderung menaikkan suku bunga. Sebaliknya, jika pengangguran di atas NAIRU, mereka mungkin akan merasa ‘aman’ untuk melonggarkan kebijakan moneter untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, NAIRU membantu para pengambil keputusan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas harga.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bias dalam AI: Menyoroti dan Mengatasi Ketidakadilan Algoritma

    Bias dalam AI: Menyoroti dan Mengatasi Ketidakadilan Algoritma

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Seiring dengan semakin merasuknya Kecerdasan Buatan (AI) ke berbagai aspek kehidupan, penting untuk menyadari adanya isu krusial yang mengintai di balik kecanggihannya: bias dalam AI. Bias terjadi ketika data pelatihan yang digunakan untuk mengembangkan model AI mencerminkan prasangka, stereotip, atau ketidakseimbangan yang ada di dunia nyata. Akibatnya, sistem AI yang dihasilkan dapat secara tidak adil […]

  • Tantangan Pemberantasan Korupsi dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Ekonomi

    Tantangan Pemberantasan Korupsi dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Korupsi tetap menjadi salah satu penghalang utama bagi kemajuan Indonesia, bertindak sebagai penyakit kronis yang menggerogoti fondasi negara. Upaya pemberantasan korupsi bukanlah sekadar isu penegakan hukum, melainkan agenda ekonomi fundamental yang menentukan arah pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Namun, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan berat. Tantangan utama dalam pemberantasan korupsi di Indonesia bersifat multidimensional. […]

  • Tak Hanya Emas, Ini 4 Alasan Melirik Investasi Perak

    Tak Hanya Emas, Ini 4 Alasan Melirik Investasi Perak

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Saat berbicara tentang investasi logam mulia, emas seringkali menjadi pilihan utama sebagai aset safe haven. Namun, ada ‘adiknya’ yang tak kalah menarik dan seringkali terlupakan: perak. Sebagai alternatif selain emas, investasi perak menawarkan sejumlah keunggulan unik yang layak dipertimbangkan, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini. Bagi investor yang ingin diversifikasi, memahami potensi perak adalah […]

  • Efektivitas Dana Desa: Mendorong Roda Ekonomi dan Pembangunan di Pedesaan

    Efektivitas Dana Desa: Mendorong Roda Ekonomi dan Pembangunan di Pedesaan

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sejak diluncurkan, program Dana Desa telah menjadi instrumen kebijakan vital pemerintah Indonesia dalam upaya pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Dengan alokasi anggaran yang signifikan langsung ke tingkat desa, tujuan utamanya adalah memberdayakan masyarakat dan menggerakkan ekonomi pedesaan. Pertanyaannya, seberapa efektif program ini dalam mencapai misinya? Pembangunan Infrastruktur sebagai Fondasi Ekonomi Salah satu dampak paling nyata […]

  • Peran Mikroorganisme: Kunci Meningkatkan Kesuburan Tanah

    Peran Mikroorganisme: Kunci Meningkatkan Kesuburan Tanah

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Kesuburan tanah seringkali hanya dipahami dari komposisi kimia dan fisiknya. Namun, ada satu elemen vital yang sering terabaikan: mikroorganisme tanah. Bakteri, jamur, alga, dan protozoa yang tak terlihat ini adalah pekerja keras di bawah tanah, memainkan peran krusial dalam meningkatkan kesuburan tanah dan memastikan ekosistem pertanian yang sehat. Mengubah Bahan Organik menjadi Nutrisi Tanaman Mikroorganisme […]

  • Memahami Obligasi: Investasi Pendapatan Tetap yang Lebih Aman dari Saham?

    Memahami Obligasi: Investasi Pendapatan Tetap yang Lebih Aman dari Saham?

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Bagi investor yang mencari stabilitas di tengah gejolak pasar saham, investasi pendapatan tetap sering menjadi pilihan utama. Di antara instrumen di kategori ini, obligasi adalah yang paling populer. Namun, benarkah obligasi merupakan pilihan yang lebih aman dibandingkan saham? Jawabannya terletak pada cara kerja dan karakteristik fundamentalnya. Obligasi pada dasarnya adalah surat utang. Ketika Anda membeli […]

expand_less