Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
  • visibility 160
  • comment 0 komentar

Dalam ekonomi makro, hubungan antara pengangguran dan inflasi adalah topik yang selalu menarik. Salah satu konsep paling penting yang menggambarkan hubungan ini adalah NAIRU atau Non-Accelerating Inflation Rate of Unemployment. Sederhananya, NAIRU adalah tingkat pengangguran “alami” di mana inflasi tidak naik atau turun secara signifikan. Ini bukan berarti pengangguran nol, melainkan tingkat di mana tekanan upah dan harga seimbang, sehingga ekonomi dapat tumbuh tanpa memicu inflasi yang tidak terkendali.

Mengapa NAIRU Penting?

Ketika tingkat pengangguran turun di bawah NAIRU, pasar tenaga kerja menjadi sangat ketat. Perusahaan harus bersaing untuk mendapatkan pekerja dengan menawarkan upah yang lebih tinggi. Kenaikan upah ini kemudian dapat diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga barang dan jasa yang lebih tinggi, memicu inflasi. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran berada di atas NAIRU, ada banyak pekerja yang mencari pekerjaan, sehingga tekanan upah dan inflasi cenderung menurun.

Sifat NAIRU

Penting untuk dicatat bahwa NAIRU bukanlah angka yang tetap. Ia dapat bergeser dari waktu ke waktu tergantung pada faktor-faktor struktural dalam perekonomian, seperti:

Perubahan demografi: Masuknya angkatan kerja baru atau pensiunnya generasi yang lebih tua.

Perubahan teknologi: Otomatisasi atau inovasi yang membuat beberapa pekerjaan usang.

Kebijakan pemerintah: Seperti kebijakan upah minimum atau program pelatihan.

Sebagai contoh, jika sebuah inovasi teknologi besar membuat banyak pekerjaan usang, NAIRU bisa naik karena lebih banyak orang menganggur secara struktural. Sebaliknya, jika ada peningkatan investasi dalam pendidikan dan pelatihan, NAIRU bisa turun karena tenaga kerja menjadi lebih terampil dan mudah diserap.

Perbedaan dengan Tingkat Pengangguran ‘Alami’

NAIRU seringkali disamakan dengan tingkat pengangguran alami (natural rate of unemployment). Perbedaannya, tingkat pengangguran alami mencakup pengangguran friksional (orang yang sedang mencari pekerjaan) dan struktural (pengangguran akibat ketidakcocokan antara keterampilan pekerja dan permintaan pasar). NAIRU fokus pada titik di mana inflasi mulai berakselerasi. Meskipun keduanya sangat terkait, NAIRU lebih ditekankan sebagai target kebijakan, khususnya oleh bank sentral.

Memahami NAIRU sangat krusial bagi bank sentral dan pembuat kebijakan. Mereka menggunakannya sebagai tolok ukur untuk memutuskan apakah akan menaikkan atau menurunkan suku bunga. Jika tingkat pengangguran saat ini berada di bawah estimasi NAIRU, bank sentral mungkin akan khawatir akan percepatan inflasi dan cenderung menaikkan suku bunga. Sebaliknya, jika pengangguran di atas NAIRU, mereka mungkin akan merasa ‘aman’ untuk melonggarkan kebijakan moneter untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, NAIRU membantu para pengambil keputusan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas harga.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengatasi Dahaga Modal: Tantangan dan Solusi Akses Permodalan bagi UMKM Indonesia

    Mengatasi Dahaga Modal: Tantangan dan Solusi Akses Permodalan bagi UMKM Indonesia

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan krusial dalam perekonomian Indonesia, menyerap tenaga kerja dan berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, salah satu kendala klasik yang sering dihadapi UMKM adalah sulitnya mengakses permodalan yang memadai untuk mengembangkan usaha mereka. Tantangan ini perlu diatasi agar potensi besar UMKM dapat terealisasi sepenuhnya. Tantangan Akses […]

  • Mengungkap Keberadaan “Logam Bumi”: Teknologi Deteksi Uranium Modern

    Mengungkap Keberadaan “Logam Bumi”: Teknologi Deteksi Uranium Modern

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Uranium, elemen radioaktif yang penting dalam pembangkit listrik tenaga nuklir dan berbagai aplikasi industri lainnya, memerlukan metode deteksi yang akurat dan efisien. Pengembangan teknologi deteksi uranium terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan eksplorasi sumber daya, pemantauan lingkungan, dan keamanan nuklir. Artikel ini akan membahas beberapa metode utama yang digunakan saat ini. Metode Radiometrik: Mengukur Jejak Radioaktif […]

  • Pempek: Legenda Kapal Selam dari Tepian Musi

    Pempek: Legenda Kapal Selam dari Tepian Musi

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Pempek, hidangan ikonik dari Palembang, Sumatera Selatan, bukan sekadar camilan olahan ikan, melainkan juga sebuah legenda kuliner yang dicintai. Salah satu varian paling populer adalah Pempek Kapal Selam, yang namanya saja sudah membangkitkan rasa penasaran. Di balik kelezatannya, tersimpan cerita dan proses pembuatan yang unik, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari identitas Palembang. Pempek terbuat dari […]

  • Menjelajahi Peran Ganda LMKN: Pengumpul dan Pembagi Royalti

    Menjelajahi Peran Ganda LMKN: Pengumpul dan Pembagi Royalti

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Di balik layar industri musik yang dinamis, ada sebuah lembaga yang memegang peranan krusial: Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Lembaga ini bukan sekadar nama, melainkan tulang punggung dalam ekosistem musik, dengan peran ganda yang sangat penting: sebagai pengumpul royalti dan pembagi royalti. Memahami kedua peran ini adalah kunci untuk mengapresiasi pentingnya LMKN bagi musisi dan […]

  • “Bye Diskon Listrik, Halo Subsidi Upah! Strategi Baru Sri Mulyani Jaga Daya Beli”

    “Bye Diskon Listrik, Halo Subsidi Upah! Strategi Baru Sri Mulyani Jaga Daya Beli”

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, baru-baru ini mengumumkan bahwa rencana pemberian diskon tarif listrik sebesar 50% yang seharusnya berlaku pada Juni dan Juli 2025 dibatalkan. Keputusan ini diambil karena ditemukan hambatan teknis dalam prosedur penganggaran. Sebagai respons, pemerintah kini memprioritaskan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) guna membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Mengapa Diskon Listrik Dibatalkan? […]

  • Genomik Selektif: Memilih Bibit Ternak Unggul Berbasis DNA

    Genomik Selektif: Memilih Bibit Ternak Unggul Berbasis DNA

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Dalam peternakan tradisional, seleksi bibit unggul seringkali didasarkan pada observasi visual atau silsilah keluarga, sebuah proses yang memakan waktu dan kurang akurat. Namun, dengan kemajuan bioteknologi, genomik selektif kini mengubah cara peternak memilih bibit ternak unggul. Teknologi ini memungkinkan peternak untuk menganalisis DNA ternak, mengidentifikasi gen-gen spesifik yang berkaitan dengan sifat-sifat penting, dan membuat keputusan […]

expand_less