Minggu, 3 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Bika Ambon: Kue Berserat yang Bukan Berasal dari Ambon

Bika Ambon: Kue Berserat yang Bukan Berasal dari Ambon

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

Mendengar namanya, orang mungkin langsung mengira Bika Ambon berasal dari kota Ambon. Namun, siapa sangka, kue dengan tekstur unik dan rasa manis legit ini justru merupakan ikon kuliner khas Medan, Sumatera Utara. Teka-teki asal-usul namanya memang menjadi daya tarik tersendiri, menambah misteri pada kelezatan kue berserat ini yang telah memikat banyak lidah.

Bika Ambon dikenal dengan ciri khasnya: serat-serat halus yang terbentuk di dalamnya, menyerupai sarang lebah, dan tekstur yang kenyal namun lembut. Kue ini terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung tapioka, santan, telur, gula, dan ragi. Proses pembuatannya pun cukup panjang dan memerlukan kesabaran, terutama dalam tahap fermentasi adonan yang berperan penting dalam menciptakan serat-serat sempurna.

Ada beberapa teori mengenai asal nama “Bika Ambon”. Salah satu yang paling populer menyebutkan bahwa nama “Ambon” diambil dari Jalan Ambon di Medan, tempat pertama kali kue ini dijual dan menjadi populer. Teori lain mengaitkan nama tersebut dengan rempah-rempah yang digunakan, seperti vanila, yang dulu banyak diperdagangkan melalui pelabuhan Ambon. Apapun asal-usul namanya, yang jelas Bika Ambon telah menjadi identitas kuliner Medan yang tak terbantahkan.

Kelezatan Bika Ambon tak hanya terletak pada teksturnya yang unik, tetapi juga pada rasa manis gurihnya yang pas, seringkali diperkaya dengan aroma pandan, durian, atau moka. Kue ini menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Medan, sekaligus hidangan istimewa dalam berbagai acara keluarga.

Bika Ambon adalah bukti bagaimana sebuah hidangan dapat memiliki cerita yang menarik di balik namanya, sambil tetap menjadi simbol kebanggaan daerah. Ia adalah mahakarya kuliner yang melampaui batas geografis namanya, menyatukan banyak orang dalam kenikmatan setiap gigitan kue berserat yang memukau ini.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paten dan Hak Kekayaan Intelektual: Cara Efektif Melindungi Inovasi Anda

    Paten dan Hak Kekayaan Intelektual: Cara Efektif Melindungi Inovasi Anda

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sebuah inovasi yang brilian adalah aset yang sangat berharga. Namun, tanpa perlindungan hukum yang tepat, ide tersebut rentan untuk ditiru dan bisa kehilangan nilai komersialnya. Di sinilah peran Paten dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi krusial sebagai perisai utama untuk melindungi inovasi Anda, memastikan bahwa kerja keras dan kreativitas tidak sia-sia. HKI adalah hak eksklusif […]

  • Iki Palek: Memahami Makna Mendalam Tradisi Potong Jari Suku Dani

    Iki Palek: Memahami Makna Mendalam Tradisi Potong Jari Suku Dani

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Di pedalaman Lembah Baliem, Papua, Suku Dani memiliki sebuah tradisi masa lalu yang ekstrem namun sarat makna, yaitu Iki Palek atau tradisi potong jari. Bukan wujud kekerasan tanpa alasan, ritual ini merupakan ekspresi duka dan kesetiaan yang mendalam atas meninggalnya anggota keluarga terdekat. Penting untuk diketahui, tradisi ini sudah sangat jarang ditemukan dan tidak lagi […]

  • Crowdfunding: Alternatif Pendanaan untuk Proyek Kreatif

    Crowdfunding: Alternatif Pendanaan untuk Proyek Kreatif

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Bagi banyak seniman, musisi, filmmaker, atau inovator, tantangan terbesar bukanlah kekurangan ide, melainkan keterbatasan dana. Gagasan brilian sering kali terhenti karena sulitnya mengakses sumber modal konvensional. Di sinilah crowdfunding atau urun dana hadir sebagai alternatif pendanaan yang demokratis dan ampuh, khususnya untuk proyek kreatif. Crowdfunding adalah metode penggalangan dana dari sejumlah besar orang (disebut backers […]

  • Strategi Dollar-Cost Averaging di Pasar Bearish

    Strategi Dollar-Cost Averaging di Pasar Bearish

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Pasar bearish atau tren pasar menurun seringkali menebar ketakutan di kalangan investor. Melihat nilai portofolio yang memerah dapat memicu kepanikan untuk menjual. Namun, bagi investor jangka panjang, periode ini justru bisa menjadi peluang emas jika menerapkan strategi yang tepat, yaitu Dollar-Cost Averaging (DCA). Dollar-Cost Averaging adalah strategi investasi dengan mengalokasikan sejumlah uang yang sama secara […]

  • Mitos dan Fakta Seputar Ibadah Umrah

    Mitos dan Fakta Seputar Ibadah Umrah

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Ibadah umrah adalah perjalanan spiritual yang sangat diidamkan umat Islam. Namun, di tengah semangat beribadah, seringkali beredar mitos yang bisa menyesatkan. Penting bagi kita untuk membedakan mana yang merupakan fakta syariat dan mana yang hanya sekadar mitos. Mitos: Umrah Hanya untuk Orang Tua Fakta: Umrah adalah ibadah sunnah yang dianjurkan untuk semua umat Islam yang […]

  • Potensi dan Tantangan Ekonomi Kreatif di Indonesia

    Potensi dan Tantangan Ekonomi Kreatif di Indonesia

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Ekonomi kreatif telah diakui sebagai salah satu pilar penting dalam diversifikasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan kekayaan budaya, warisan tradisi, dan populasi muda yang dinamis, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor ini. Mulai dari fesyen, kriya, kuliner, seni pertunjukan, hingga aplikasi digital dan game, kontribusi ekonomi kreatif semakin signifikan. Sektor ini mampu menciptakan lapangan […]

expand_less