Friedrich Hayek: Peringatan terhadap Ekonomi Terpusat dan Bahaya Jalan Menuju Perbudakan
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sel, 13 Jan 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar

Friedrich August von Hayek (1899โ1992) adalah seorang ekonom dan filsuf politik dari mazhab Austria yang memenangkan Hadiah Nobel. Ia dikenal sebagai salah satu pemikir terdepan dalam advokasi pasar bebas dan individualisme, serta penentang keras perencanaan ekonomi terpusat. Karya monumentalnya, The Road to Serfdom (1944), menjadi peringatan keras terhadap bahaya campur tangan pemerintah yang berlebihan.
Pengetahuan Tersebar dan Ketidakefisienan Perencanaan
Salah satu argumen inti Hayek berpusat pada sifat pengetahuan dalam ekonomi. Ia berpendapat bahwa pengetahuan yang relevan untuk membuat keputusan ekonomiโpreferensi konsumen, ketersediaan sumber daya, metode produksiโsangat tersebar (dispersed) di antara jutaan individu. Tidak ada satu pun otoritas pusat, sekumpulan perencana, atau bahkan sistem komputer paling canggih sekalipun, yang mampu mengumpulkan dan memproses semua informasi ini secara efektif.
Dalam sistem pasar bebas, harga berfungsi sebagai sinyal yang efisien, mengkomunikasikan informasi kompleks ini secara ringkas kepada para pelaku ekonomi. Ketika pemerintah mencoba merencanakan ekonomi secara terpusat, mereka inevitably akan membuat keputusan yang didasarkan pada informasi yang tidak lengkap, yang mengarah pada ketidakefisienan, alokasi sumber daya yang buruk, dan pemborosan.
Bahaya “Jalan Menuju Perbudakan”
Namun, kekhawatiran terbesar Hayek bukan hanya pada ketidakefisienan ekonomi, tetapi juga pada implikasi politik dan sosial. Dalam The Road to Serfdom, ia berargumen bahwa upaya untuk mengontrol ekonomi secara terpusat, meskipun dengan niat baik (seperti mencapai kesetaraan atau keadilan sosial), secara perlahan akan mengikis kebebasan individu dan mengarahkan masyarakat pada bentuk otokrasi atau “perbudakan baru”.
Hayek percaya bahwa ketika pemerintah mulai mengarahkan ekonomi, mereka harus mengontrol kehidupan individu untuk mencapai tujuan tersebut. Ini berarti membatasi pilihan, menetapkan prioritas, dan akhirnya menekan kebebasan sipil demi tercapainya tujuan kolektif. Ia melihat kemiripan antara sosialisme dan fasisme dalam penggunaan perencanaan terpusat untuk mengendalikan masyarakat, meskipun dengan ideologi yang berbeda.
Peringatan Hayek tetap relevan dalam diskusi tentang peran pemerintah, kebebasan individu, dan batas-batas campur tangan negara, menjadi suara penting bagi mereka yang mendukung pasar bebas dan meminimalkan kekuasaan negara.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar