Mengenal Lebih Dekat Kiswah Ka’bah: Kain Suci Penutup Baitullah
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sel, 13 Jan 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar

Bagi setiap Muslim yang berkunjung ke Masjidil Haram, kemegahan Ka’bah dengan balutan kain hitam pekat berhias kaligrafi emas selalu berhasil memukau mata. Kain ini dikenal dengan nama Kiswah. Lebih dari sekadar penutup, Kiswah memiliki sejarah panjang dan detail pembuatan yang luar biasa rumit.
1. Material Mewah dan Berkualitas Tinggi
Kiswah terbuat dari sekitar 670 kg sutra alami yang diimpor dari luar negeri, kemudian diwarnai dengan warna hitam pekat. Untuk bagian kaligrafinya, pengrajin menggunakan sekitar 120 kg benang emas dan 100 kg benang perak. Kombinasi material ini membuat Kiswah tidak hanya terlihat megah, tetapi juga tahan terhadap berbagai kondisi cuaca di Makkah.
2. Detail Kaligrafi yang Penuh Makna
Setiap bagian Kiswah dihiasi dengan sulaman ayat-ayat suci Al-Qur’an menggunakan teknik sulam timbul. Kaligrafi ini dikerjakan oleh tangan-tangan ahli di pabrik khusus bernama King Abdul Aziz Complex for Holy Kaaba Kiswah di Makkah. Salah satu bagian paling ikonik adalah Burqu’ atau tirai pintu Ka’bah yang memiliki detail sulaman paling rumit dan indah.
3. Tradisi Penggantian Kiswah
Secara tradisional, penggantian Kiswah dilakukan sekali dalam setahun. Sejak tahun 2022, otoritas Arab Saudi menetapkan penggantian Kiswah dilakukan pada tanggal 1 Muharram (Tahun Baru Islam), yang sebelumnya biasa dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah saat jamaah haji sedang melaksanakan Wukuf di Arafah.
4. Proses Pembuatan yang Memakan Waktu Lama
Pembuatan satu helai Kiswah melibatkan lebih dari 200 pengrajin ahli dan memakan waktu hampir setahun penuh. Setiap inci kain diperiksa dengan sangat teliti untuk memastikan kualitas terbaik bagi rumah Allah. Kiswah terdiri dari 47 bagian kain yang dijahit menjadi satu hingga mencapai ukuran sekitar 14 meter persegi.
5. Ke mana Kiswah Lama Pergi?
Setelah diganti, Kiswah yang lama akan dilepas, dipotong menjadi bagian-bagian kecil, dan biasanya diberikan kepada tamu negara, museum, atau lembaga keagamaan tertentu sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan suci.
Mengenal Kiswah lebih dekat membuat kita semakin menghargai keagungan Ka’bah sebagai pusat kiblat umat Islam di seluruh dunia.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar