Kamis, 17 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Accera Kalompoang: Mengungkap Keagungan Ritual Pencucian Pusaka Kerajaan Gowa

Accera Kalompoang: Mengungkap Keagungan Ritual Pencucian Pusaka Kerajaan Gowa

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
  • visibility 145
  • comment 0 komentar

Sulawesi Selatan menyimpan jejak kejayaan kerajaan-kerajaan masa lalu yang kaya akan tradisi dan ritual. Salah satu ritual sakral yang masih dilestarikan hingga kini adalah Accera Kalompoang. Secara harfiah, “Accera” berarti membersihkan atau mencuci, dan “Kalompoang” merujuk pada benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa. Ritual ini merupakan upacara adat tahunan yang sarat makna sejarah dan budaya.

Accera Kalompoang menjadi momen penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya bagi keturunan Raja Gowa. Upacara ini biasanya dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Adha dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Prosesi dimulai dengan mengeluarkan benda-benda pusaka dari dalam Istana Balla Lompoa, tempat penyimpanan pusaka kerajaan.

Benda-benda pusaka yang dikeluarkan sangat beragam, mulai dari mahkota emas, keris, tombak, hingga perhiasan-perhiasan bersejarah lainnya. Prosesi pencucian dilakukan dengan air khusus yang telah diberi mantra oleh tokoh adat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan secara fisik, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap warisan leluhur.

Lebih dari sekadar ritual pencucian, Accera Kalompoang memiliki makna simbolis yang mendalam. Upacara ini melambangkan pembersihan diri dari segala noda dan kesalahan, serta memperbaharui semangat persatuan dan kesatuan masyarakat. Ini juga menjadi pengingat akan kejayaan masa lalu Kerajaan Gowa dan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan. Keberlangsungan tradisi ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan masyarakat Sulawesi Selatan dengan sejarah dan budayanya.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyongkolan: Arak-arakan Pengantin yang Meriah di Lombok

    Nyongkolan: Arak-arakan Pengantin yang Meriah di Lombok

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Pulau Lombok tidak hanya menawarkan keindahan pantai dan gunung, tetapi juga kekayaan budaya yang memesona. Salah satu tradisi yang paling menarik dan meriah adalah Nyongkolan, sebuah arak-arakan pengantin yang merupakan bagian tak terpisahkan dari prosesi pernikahan adat Suku Sasak, suku asli Lombok. Pada intinya, Nyongkolan adalah prosesi di mana pengantin pria beserta keluarga dan kerabatnya […]

  • Pajak Investasi di Indonesia: Apa Saja yang Perlu Anda Tahu?

    Pajak Investasi di Indonesia: Apa Saja yang Perlu Anda Tahu?

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Berinvestasi adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan aset, namun memahami kewajiban pajaknya adalah kunci agar keuntungan tidak tergerus. Di Indonesia, setiap instrumen investasi memiliki aturan pajak investasi yang berbeda. Mengetahuinya akan membantu Anda menyusun strategi investasi yang lebih efisien dan patuh terhadap peraturan. Berikut adalah panduan singkat mengenai pajak untuk beberapa instrumen investasi populer […]

  • Mengembalikan Lahan Menjadi Subur: Tiga Pilar Pertanian Konservasi

    Mengembalikan Lahan Menjadi Subur: Tiga Pilar Pertanian Konservasi

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Lahan pertanian yang terus-menerus digarap tanpa jeda dapat kehilangan kesuburannya, membuatnya menjadi “lahan kritis.” Pertanian Konservasi adalah pendekatan revolusioner yang berfokus pada pemulihan dan perlindungan tanah, memastikan produktivitas jangka panjang tanpa mengorbankan lingkungan. Praktik ini didasarkan pada tiga pilar utama yang saling melengkapi. 1. Minimalkan Gangguan Tanah Pilar pertama adalah tanpa olah tanah (no-tillage). Mengolah […]

  • Membongkar Rahasia Cicilan 0%: Mengapa Tidak Selalu Gratis?

    Membongkar Rahasia Cicilan 0%: Mengapa Tidak Selalu Gratis?

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Tawaran cicilan 0% seringkali terdengar menggiurkan. Dengan janji bebas bunga, kita bisa mendapatkan barang impian tanpa harus membayar biaya tambahan. Namun, dari sudut pandang ekonomi, apakah tawaran ini benar-benar semanis yang terlihat? Kenyataannya, di balik janji manis tersebut, seringkali ada biaya tersembunyi yang tidak secara langsung diinformasikan oleh bank atau penyedia layanan. Memahami biaya-biaya ini […]

  • Jangan Sampai Tertipu! Waspada Penipuan Berkedok Acara Sosial atau Amal Fiktif di Indonesia

    Jangan Sampai Tertipu! Waspada Penipuan Berkedok Acara Sosial atau Amal Fiktif di Indonesia

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Semangat gotong royong dan kepedulian sosial sangat kuat di Indonesia. Sayangnya, nilai-nilai luhur ini seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan berkedok acara sosial atau amal fiktif. Mereka menggalang dana dengan berbagai alasan mulia, namun uang yang terkumpul justru masuk ke kantong pribadi. Penting untuk mengenali ciri-ciri penipuan ini agar niat baik […]

  • Barang Publik vs. Barang Klub: Tanggung Jawab dan Biaya

    Barang Publik vs. Barang Klub: Tanggung Jawab dan Biaya

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Dalam ilmu ekonomi, pemahaman tentang jenis-jenis barang sangat penting untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab menyediakan dan membiayainya. Dua kategori yang sering kali membingungkan adalah barang publik dan barang klub. Keduanya memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cara mereka dikelola dan didanai. Membedah perbedaan keduanya akan membantu kita mengerti mengapa beberapa layanan disediakan oleh pemerintah, sementara […]

expand_less