Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Accera Kalompoang: Mengungkap Keagungan Ritual Pencucian Pusaka Kerajaan Gowa

Accera Kalompoang: Mengungkap Keagungan Ritual Pencucian Pusaka Kerajaan Gowa

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
  • visibility 178
  • comment 0 komentar

Sulawesi Selatan menyimpan jejak kejayaan kerajaan-kerajaan masa lalu yang kaya akan tradisi dan ritual. Salah satu ritual sakral yang masih dilestarikan hingga kini adalah Accera Kalompoang. Secara harfiah, “Accera” berarti membersihkan atau mencuci, dan “Kalompoang” merujuk pada benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa. Ritual ini merupakan upacara adat tahunan yang sarat makna sejarah dan budaya.

Accera Kalompoang menjadi momen penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya bagi keturunan Raja Gowa. Upacara ini biasanya dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Adha dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Prosesi dimulai dengan mengeluarkan benda-benda pusaka dari dalam Istana Balla Lompoa, tempat penyimpanan pusaka kerajaan.

Benda-benda pusaka yang dikeluarkan sangat beragam, mulai dari mahkota emas, keris, tombak, hingga perhiasan-perhiasan bersejarah lainnya. Prosesi pencucian dilakukan dengan air khusus yang telah diberi mantra oleh tokoh adat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan secara fisik, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap warisan leluhur.

Lebih dari sekadar ritual pencucian, Accera Kalompoang memiliki makna simbolis yang mendalam. Upacara ini melambangkan pembersihan diri dari segala noda dan kesalahan, serta memperbaharui semangat persatuan dan kesatuan masyarakat. Ini juga menjadi pengingat akan kejayaan masa lalu Kerajaan Gowa dan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan. Keberlangsungan tradisi ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan masyarakat Sulawesi Selatan dengan sejarah dan budayanya.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Air Terjun Tumpak Sewu: Trekking Menantang Menuju “Niagara” Indonesia

    Air Terjun Tumpak Sewu: Trekking Menantang Menuju “Niagara” Indonesia

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Bagi para pencinta petualangan dan keindahan alam, Air Terjun Tumpak Sewu adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Berlokasi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, air terjun ini dijuluki sebagai “Niagara” Indonesia berkat bentuknya yang unik, menyerupai tirai air raksasa yang mengalir dari tebing-tebing curam. Keindahan Tumpak Sewu tidak hanya terletak pada keagungannya, tetapi juga pada perjalanan […]

  • Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam: Menghitung Nilai Hutan dan Laut

    Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam: Menghitung Nilai Hutan dan Laut

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Berapa nilai sebuah hutan? Atau seberapa berharganya lautan bagi perekonomian? Pertanyaan ini seringkali sulit dijawab karena kita terbiasa melihat alam sebagai sesuatu yang “tak ternilai”. Namun, dalam pengambilan kebijakan, apa yang tak ternilai sering dianggap tak bernilai. Di sinilah pentingnya valuasi ekonomi sumber daya alam. Valuasi ini adalah sebuah pendekatan untuk memberikan nilai moneter pada […]

  • Mengenal Mamanda: Teater Tradisional Khas Kalimantan Selatan

    Mengenal Mamanda: Teater Tradisional Khas Kalimantan Selatan

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Mamanda adalah sebuah teater atau drama tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga cerminan dari budaya dan nilai-nilai masyarakat Banjar. Mamanda memiliki keunikan yang membedakannya dari teater tradisional lainnya, menjadikannya warisan budaya yang sangat berharga. Secara etimologi, kata “Mamanda” berasal dari kata “Maman” yang berarti paman dan […]

  • Kentrung: Sastra Lisan Pesisir Jawa yang Penuh Humor dan Petuah

    Kentrung: Sastra Lisan Pesisir Jawa yang Penuh Humor dan Petuah

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kentrung adalah sebuah seni pertunjukan tradisional dari kawasan pesisir Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seni ini termasuk dalam kategori sastra lisan yang unik, karena menggabungkan cerita tutur, lagu, dan humor yang disampaikan oleh seorang dalang, atau lebih tepatnya, seniman kentrung, dengan diiringi tabuhan alat musik sederhana. Kentrung menjadi media hiburan dan penyampai pesan […]

  • Pasola: Ritual Perang Berkuda Penuh Darah dan Makna di Sumba

    Pasola: Ritual Perang Berkuda Penuh Darah dan Makna di Sumba

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Di padang sabana Sumba, Nusa Tenggara Timur, sebuah tradisi kuno yang mendebarkan berlangsung setiap tahunnya: Pasola. Dilihat sepintas, Pasola tampak seperti perang sungguhan antar dua kelompok ksatria berkuda yang saling melempar lembing kayu. Namun, di balik adegan yang keras ini, tersimpan makna dan filosofi mendalam yang berakar dari kepercayaan asli Sumba, Marapu. Pasola bukanlah ajang […]

  • Dataran Tinggi Dieng: Negeri di Atas Awan yang Memikat Hati

    Dataran Tinggi Dieng: Negeri di Atas Awan yang Memikat Hati

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Dataran Tinggi Dieng, yang terletak di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, adalah sebuah “negeri di atas awan” yang menawarkan keindahan alam, budaya, dan geologi yang unik. Berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, Dieng menyuguhkan udara sejuk, pemandangan dramatis, dan berbagai destinasi wisata yang wajib Anda jelajahi. Daya tarik utama Dieng […]

expand_less