Jangan Panik! Kenali Modus Penipuan Panggilan Telepon dari “Polisi” atau “Jaksa”
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sel, 12 Agu 2025
- visibility 18
- comment 0 komentar

Mendengar kabar buruk dari seseorang yang mengaku sebagai penegak hukum, seperti polisi atau jaksa, tentu bisa membuat siapa pun panik. Apalagi jika kabar tersebut berkaitan dengan anggota keluarga yang terjerat kasus hukum. Sayangnya, ketakutan dan kepanikan ini seringkali dimanfaatkan oleh para penipu. Mereka menggunakan taktik yang cerdik untuk menguras uang korban dengan modus penipuan berkedok aparat penegak hukum. Mengenali modus ini adalah langkah pertama untuk melindungi diri dan orang terdekat.
Modus Penipuan Panggilan Telepon dari “Polisi” atau “Jaksa”
Kabar Buruk yang Mengejutkan: Korban akan menerima telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai polisi atau jaksa dan menginformasikan bahwa anggota keluarga mereka ditangkap karena kasus kriminal, seperti narkoba, kecelakaan, atau perkelaran.
Mendesak untuk Segera Mengirim Uang: Penipu akan mendesak korban untuk segera mentransfer sejumlah uang sebagai “uang damai”, jaminan penangguhan penahanan, atau biaya administrasi untuk mengurus kasus.
Suara Latar yang Meyakinkan: Penipu seringkali menggunakan suara latar yang dibuat bising seolah-olah sedang di kantor polisi atau di tengah proses interogasi. Mereka juga mungkin menggunakan suara lain yang menyerupai suara anggota keluarga yang sedang “tertekan”.
Permintaan untuk Tidak Berbicara dengan Orang Lain: Penipu akan melarang korban untuk menceritakan kejadian ini kepada orang lain atau meminta korban untuk segera pergi ke ATM terdekat, tujuannya agar korban tidak memiliki kesempatan untuk melakukan verifikasi.
Informasi Palsu yang Terkesan Akurat: Mereka mungkin menggunakan beberapa informasi pribadi korban yang didapat dari media sosial atau sumber lain untuk membuat ceritanya lebih meyakinkan.
Tekanan Psikologis: Penipu menggunakan bahasa yang mengintimidasi dan menakut-nakuti, memanfaatkan kepanikan korban agar tidak berpikir jernih.
Tips Menghindari Penipuan Berkedok Aparat Penegak Hukum
Jangan Panik dan Tetap Tenang: Saat menerima kabar yang mengejutkan, usahakan untuk tidak panik. Ketenangan adalah kunci untuk berpikir logis.
Lakukan Verifikasi Langsung: Segera hubungi anggota keluarga yang dikabarkan terjerat kasus melalui nomor telepon pribadinya. Jika tidak bisa dihubungi, hubungi anggota keluarga atau kerabat lain untuk memastikan keberadaannya.
Jangan Percaya Permintaan Uang dari Nomor Tak Dikenal: Pihak kepolisian atau kejaksaan yang resmi tidak akan pernah meminta uang di muka untuk penangguhan kasus. Semua prosedur hukum memiliki mekanisme yang jelas dan tidak melibatkan transfer uang ke rekening pribadi.
Tanyakan Nama dan Kantor Penegak Hukum: Tanyakan identitas lengkap penelpon (nama, pangkat, dan nomor kantor) lalu putuskan panggilan. Cek kebenarannya dengan menghubungi kantor polisi atau kejaksaan terdekat secara langsung.
Laporkan ke Pihak Berwajib: Jika Anda mencurigai adanya penipuan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan bersikap tenang, kita dapat terhindar dari jebakan penipuan yang memanfaatkan nama aparat penegak hukum. Ingatlah, kehati-hatian adalah perisai terbaik.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar