Kamis, 7 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Coto Makassar: Sup Berkuah Kental dengan Sejarah Panjang

Coto Makassar: Sup Berkuah Kental dengan Sejarah Panjang

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
  • visibility 68
  • comment 0 komentar

Dari Sulawesi Selatan, hadir sebuah hidangan legendaris yang memikat selera dengan kuahnya yang kental dan kaya rempah: Coto Makassar. Lebih dari sekadar sup, Coto Makassar adalah simbol kuliner yang telah menempuh perjalanan panjang sejarah, menjadi warisan budaya yang tak lekang oleh waktu dan kebanggaan masyarakat Makassar.

Sejarah Coto Makassar diyakini sudah ada sejak zaman Kerajaan Gowa, sekitar abad ke-16. Pada awalnya, hidangan ini hanya disajikan untuk keluarga kerajaan dan para bangsawan. Seiring berjalannya waktu, Coto Makassar mulai dikenal dan dinikmati oleh masyarakat umum, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kuliner di kota Anging Mammiri.

Rahasia kelezatan Coto Makassar terletak pada kuahnya yang kental dan pekat, hasil dari rebusan jeroan sapi (babat, paru, hati, jantung) dan daging sapi yang dimasak bersama puluhan jenis rempah. Bumbu utama yang memberikan ciri khas pada kuah adalah kacang tanah sangrai yang dihaluskan, memberikan tekstur kental dan rasa gurih yang mendalam. Selain itu, ada juga bumbu-bumbu lain seperti serai, lengkuas, daun salam, bawang merah, bawang putih, dan berbagai rempah rahasia yang diwariskan turun-temurun.

Coto Makassar biasanya disajikan panas-panas dalam mangkuk, ditemani dengan ketupat atau buras (lontong ketan) sebagai pengganti nasi. Taburan bawang goreng, irisan daun bawang, dan perasan jeruk nipis menambah kesempurnaan rasa dan aroma. Setiap suapan Coto Makassar adalah perpaduan rasa gurih, sedikit manis, dan kompleks dari rempah-rempah yang meresap sempurna.

Coto Makassar bukan hanya hidangan lezat, tetapi juga sebuah manifestasi sejarah dan kearifan lokal. Ia adalah pengingat akan kekayaan rempah Indonesia dan keahlian masyarakatnya dalam meracik bumbu. Dengan setiap mangkuk Coto Makassar, kita tidak hanya menikmati santapan, tetapi juga menyantap sepotong sejarah dan kebanggaan kuliner Nusantara.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SDGs dan Investasi Berkelanjutan: Kunci Masa Depan Gemilang

    SDGs dan Investasi Berkelanjutan: Kunci Masa Depan Gemilang

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan peta jalan global untuk mengatasi tantangan pembangunan yang mendesak, mulai dari kemiskinan, kesenjangan, hingga perubahan iklim. Mencapai 17 tujuan ambisius ini memerlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, dan investasi berkelanjutan memainkan peran krusial dalam mewujudkannya. Investasi berkelanjutan, atau dikenal juga sebagai investasi berbasis ESG […]

  • Menguak Daya Tarik Abadi: Kenapa Bali Selalu Menjadi Destinasi Wisata Favorit Dunia?

    Menguak Daya Tarik Abadi: Kenapa Bali Selalu Menjadi Destinasi Wisata Favorit Dunia?

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Bali, Pulau Dewata, telah lama menjadi magnet bagi wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Bukan tanpa alasan, popularitasnya yang tak pernah pudar adalah cerminan dari perpaduan sempurna antara keindahan alam yang memukau, kekayaan budaya yang mendalam, dan keramahan penduduk lokal yang tiada tara. Salah satu daya tarik utama Bali terletak pada pemandangan alamnya yang beragam. Mulai […]

  • Evaluasi Program Kartu Prakerja dari Perspektif Ekonomi

    Evaluasi Program Kartu Prakerja dari Perspektif Ekonomi

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sejak diluncurkan beberapa tahun lalu, program Kartu Prakerja telah menjadi salah satu kebijakan sosial-ekonomi paling signifikan di Indonesia. Dari perspektif ekonomi, program ini dirancang dengan dua tujuan utama: sebagai instrumen peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling) untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja, dan sebagai jaring pengaman sosial melalui insentif tunai. Kini, setelah berjalan beberapa waktu, evaluasi […]

  • Handara Gate: Tips Berfoto di Gerbang Paling Instagramable di Bali

    Handara Gate: Tips Berfoto di Gerbang Paling Instagramable di Bali

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Di tengah sejuknya kawasan Bedugul, Bali, berdiri sebuah gerbang megah yang telah menjadi ikon dan magnet bagi para pengguna media sosial: Handara Gate. Dengan desain Candi Bentar khas Bali yang agung dan latar belakang perbukitan hijau yang sering diselimuti kabut, tidak heran jika tempat ini dijuluki sebagai salah satu gerbang paling Instagramable di Pulau Dewata. […]

  • Teknologi GPS dan GIS: Memetakan Potensi Lahan Pertanian Anda

    Teknologi GPS dan GIS: Memetakan Potensi Lahan Pertanian Anda

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Dalam revolusi pertanian modern, teknologi GPS (Global Positioning System) dan GIS (Geographic Information System) telah menjadi dua alat yang tak terpisahkan. Keduanya bekerja sama untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang lahan pertanian, memungkinkan petani untuk tidak hanya melihat sebidang tanah, tetapi juga memahami potensi penuhnya. Dengan teknologi ini, petani dapat mengelola lahan mereka secara lebih […]

  • Mengatasi Rasa Malu Setelah Menjadi Korban Penipuan: Bangkit dan Melawan

    Mengatasi Rasa Malu Setelah Menjadi Korban Penipuan: Bangkit dan Melawan

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Menjadi korban penipuan adalah pengalaman yang sangat menyakitkan, tidak hanya karena kerugian finansial atau data pribadi, tetapi juga karena beban emosional yang menyertainya. Salah satu emosi terberat yang sering muncul adalah rasa malu atau perasaan bodoh. Padahal, rasa malu ini justru bisa menghambat pemulihan dan mencegah korban untuk mencari bantuan. Mengapa Rasa Malu Muncul? Rasa […]

expand_less