Rabu, 15 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Gotong Royong: Perekat Sosial Bangsa Indonesia yang Mulai Terkikis?

Gotong Royong: Perekat Sosial Bangsa Indonesia yang Mulai Terkikis?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Gotong royong adalah salah satu nilai luhur dan DNA asli bangsa Indonesia. Lebih dari sekadar kerja bakti, gotong royong merupakan filosofi hidup yang mengedepankan kebersamaan, solidaritas, dan tolong-menolong tanpa pamrih. Sejak dahulu, semangat inilah yang menjadi fondasi dan perekat sosial, menyatukan masyarakat yang beragam dalam satu tujuan bersama, dari membangun jembatan desa hingga membantu tetangga yang sedang berduka.

Nilai gotong royong adalah cerminan sejati dari sila ketiga Pancasila, “Persatuan Indonesia.” Praktik ini mampu memecah sekat-sekat perbedaan suku, agama, maupun status sosial, karena semua anggota masyarakat membaur dan bekerja sama untuk kepentingan komunal. Rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar pun tumbuh subur, menciptakan komunitas yang tangguh dan harmonis.

Namun, di tengah derasnya arus modernisasi dan urbanisasi, muncul kekhawatiran. Gaya hidup individualistis yang semakin mengemuka di perkotaan, di mana interaksi sosial seringkali bersifat transaksional, seolah perlahan mengikis semangat gotong royong. Kesibukan dan fokus pada kepentingan pribadi membuat banyak orang tidak lagi memiliki waktu atau bahkan mengenal tetangga di sekitarnya. Tradisi seperti kerja bakti atau siskamling (sistem keamanan lingkungan) di beberapa tempat mulai ditinggalkan.

Lantas, apakah gotong royong benar-benar akan lenyap? Mungkin tidak sepenuhnya. Semangat ini bisa jadi hanya bertransformasi ke bentuk-bentuk baru, seperti penggalangan dana online untuk korban bencana atau gerakan komunitas sukarela.

Meski demikian, ini adalah pengingat bagi kita semua. Merevitalisasi semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan agar perekat sosial bangsa Indonesia ini tidak benar-benar terkikis oleh zaman, dan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seren Taun: Merayakan Limpahan Berkah Panen Bersama Masyarakat Sunda Wiwitan

    Seren Taun: Merayakan Limpahan Berkah Panen Bersama Masyarakat Sunda Wiwitan

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Di tengah hijaunya pegunungan Jawa Barat, Masyarakat Sunda Wiwitan melestarikan sebuah tradisi agraris yang sarat makna, yaitu **Seren Taun**. Secara harfiah, “Seren” berarti menyerahkan dan “Taun” berarti tahun. Jadi, Seren Taun adalah upacara penyerahan hasil panen sebagai wujud syukur kepada Sang Hyang Kersa atas berkah yang melimpah sepanjang tahun. Upacara ini bukan sekadar pesta panen […]

  • Candi Prambanan: Mengagumi Kemegahan Kisah Ramayana di Candi Hindu Terindah

    Candi Prambanan: Mengagumi Kemegahan Kisah Ramayana di Candi Hindu Terindah

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Candi Prambanan, juga dikenal sebagai Candi Roro Jonggrang, adalah kompleks candi Hindu terbesar dan termegah di Indonesia. Terletak tidak jauh dari Yogyakarta, kemegahannya tak hanya terletak pada arsitekturnya yang menjulang tinggi dan detail, tetapi juga pada relief-reliefnya yang indah mengisahkan epik Ramayana. Mengunjungi Prambanan adalah sebuah perjalanan budaya dan sejarah yang akan membuat Anda terpesona. […]

  • Infrastruktur Jalan Pintar: Solusi Cerdas Mengurangi Kemacetan dengan Teknologi

    Infrastruktur Jalan Pintar: Solusi Cerdas Mengurangi Kemacetan dengan Teknologi

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kemacetan lalu lintas telah menjadi masalah kronis di banyak kota besar, menyebabkan pemborosan waktu, bahan bakar, dan peningkatan polusi udara. Namun, seiring berkembangnya teknologi, muncul sebuah solusi inovatif yang menjanjikan: infrastruktur jalan pintar (smart road infrastructure). Ini bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan langkah konkret menuju sistem transportasi yang lebih efisien. Infrastruktur jalan pintar […]

  • Liburan Keluarga di Bali: 15 Aktivitas Seru yang Aman untuk Anak-Anak

    Liburan Keluarga di Bali: 15 Aktivitas Seru yang Aman untuk Anak-Anak

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Bali adalah destinasi impian untuk liburan keluarga. Keindahan alamnya, keramahan penduduk, dan beragam aktivitas yang ditawarkan menjamin keceriaan bagi seluruh anggota keluarga, termasuk si kecil. Berikut 15 aktivitas seru yang aman dan pasti disukai anak-anak selama liburan di Bali: * Bermain Pasir di Pantai Sanur: Pantainya yang tenang dan dangkal ideal untuk anak-anak bermain air […]

  • Passiliran’: Tradisi Pemakaman Bayi di Pohon Tarra, Tana Toraja

    Passiliran’: Tradisi Pemakaman Bayi di Pohon Tarra, Tana Toraja

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Tana Toraja di Sulawesi Selatan dikenal luas dengan upacara kematiannya yang megah, Rambu Solo’. Namun, di balik kemegahan tersebut, tersimpan sebuah tradisi pemakaman lain yang jauh lebih hening namun tak kalah sarat makna, yaitu Passiliran’. Ini adalah tradisi pemakaman bayi Tana Toraja yang unik, di mana jasad tidak dikebumikan di tanah, melainkan di dalam batang […]

  • Ketimpangan Ekonomi Antara Wilayah Barat dan Timur Indonesia

    Ketimpangan Ekonomi Antara Wilayah Barat dan Timur Indonesia

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Meskipun Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif, isu ketimpangan ekonomi antara wilayah barat dan timur Indonesia masih menjadi tantangan struktural yang signifikan. Kesenjangan ini tercermin dari konsentrasi aktivitas ekonomi, industri, dan pembangunan yang masih sangat dominan di Pulau Jawa dan Sumatera, sementara wilayah timur seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara relatif tertinggal. Akar masalah […]

expand_less