Minggu, 3 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Gotong Royong: Perekat Sosial Bangsa Indonesia yang Mulai Terkikis?

Gotong Royong: Perekat Sosial Bangsa Indonesia yang Mulai Terkikis?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • visibility 100
  • comment 0 komentar

Gotong royong adalah salah satu nilai luhur dan DNA asli bangsa Indonesia. Lebih dari sekadar kerja bakti, gotong royong merupakan filosofi hidup yang mengedepankan kebersamaan, solidaritas, dan tolong-menolong tanpa pamrih. Sejak dahulu, semangat inilah yang menjadi fondasi dan perekat sosial, menyatukan masyarakat yang beragam dalam satu tujuan bersama, dari membangun jembatan desa hingga membantu tetangga yang sedang berduka.

Nilai gotong royong adalah cerminan sejati dari sila ketiga Pancasila, “Persatuan Indonesia.” Praktik ini mampu memecah sekat-sekat perbedaan suku, agama, maupun status sosial, karena semua anggota masyarakat membaur dan bekerja sama untuk kepentingan komunal. Rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar pun tumbuh subur, menciptakan komunitas yang tangguh dan harmonis.

Namun, di tengah derasnya arus modernisasi dan urbanisasi, muncul kekhawatiran. Gaya hidup individualistis yang semakin mengemuka di perkotaan, di mana interaksi sosial seringkali bersifat transaksional, seolah perlahan mengikis semangat gotong royong. Kesibukan dan fokus pada kepentingan pribadi membuat banyak orang tidak lagi memiliki waktu atau bahkan mengenal tetangga di sekitarnya. Tradisi seperti kerja bakti atau siskamling (sistem keamanan lingkungan) di beberapa tempat mulai ditinggalkan.

Lantas, apakah gotong royong benar-benar akan lenyap? Mungkin tidak sepenuhnya. Semangat ini bisa jadi hanya bertransformasi ke bentuk-bentuk baru, seperti penggalangan dana online untuk korban bencana atau gerakan komunitas sukarela.

Meski demikian, ini adalah pengingat bagi kita semua. Merevitalisasi semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan agar perekat sosial bangsa Indonesia ini tidak benar-benar terkikis oleh zaman, dan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPO Perusahaan Teknologi Indonesia: Peluang Emas Investor Baru

    IPO Perusahaan Teknologi Indonesia: Peluang Emas Investor Baru

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Ekonomi digital Indonesia yang terus meroket membuka babak baru di pasar modal. Semakin banyak perusahaan teknologi raksasa lokal, dari unicorn hingga decacorn, yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Fenomena Initial Public Offering (IPO) ini menjadi sorotan utama, menawarkan peluang emas bagi investor baru untuk ikut memiliki saham di perusahaan inovatif yang layanannya mungkin mereka […]

  • Jajanan Pasar: Harta Karun Kuliner yang Terancam Punah

    Jajanan Pasar: Harta Karun Kuliner yang Terancam Punah

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Di tengah gempuran makanan cepat saji dan kudapan modern, jajanan pasar tetap memancarkan pesonanya sebagai harta karun kuliner Indonesia yang tak ternilai. Lebih dari sekadar camilan, jajanan pasar adalah cerminan dari kekayaan budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, di balik kelezatannya, tersimpan kekhawatiran akan nasibnya yang semakin terancam punah. Dari klepon […]

  • Uranium dalam Kalibrasi: Standar Akurasi Peralatan Ilmiah

    Uranium dalam Kalibrasi: Standar Akurasi Peralatan Ilmiah

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Dalam dunia sains, akurasi adalah segalanya. Untuk memastikan sebuah alat ukur memberikan hasil yang benar, ia harus dikalibrasi atau disesuaikan dengan standar referensi yang tepercaya. Dalam bidang deteksi radiasi dan geologi, salah satu “standar emas” yang digunakan untuk kalibrasi adalah uranium alami. Lantas, mengapa unsur radioaktif ini justru menjadi tolok ukur akurasi? Jawabannya terletak pada […]

  • Investasi Saham Syariah: Prinsip dan Pilihan yang Halal

    Investasi Saham Syariah: Prinsip dan Pilihan yang Halal

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Bagi investor Muslim, mencari instrumen investasi yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga sejalan dengan keyakinan adalah sebuah keharusan. Investasi saham syariah hadir sebagai jawaban, menawarkan peluang pertumbuhan modal di pasar saham dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam. Berbeda dengan saham konvensional, saham syariah harus melalui proses penyaringan (screening) yang ketat untuk memastikan kehalalannya. Pertama, screening […]

  • Waspada! Penipuan Berkedok Petugas PLN atau Bank: Jangan Sampai Terjebak!

    Waspada! Penipuan Berkedok Petugas PLN atau Bank: Jangan Sampai Terjebak!

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Masyarakat Indonesia seringkali menjadi target penipuan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai petugas PLN atau petugas bank. Modus operandi mereka dirancang untuk menciptakan rasa panik dan mendesak korban agar memberikan informasi pribadi atau melakukan transfer uang. Sangat penting untuk mengenali taktik-taktik ini agar kita tidak mudah tertipu dan terhindar dari kerugian finansial. Modus Penipuan […]

  • Menutup Kesenjangan Gaji Berdasarkan Gender: Analisis dan Solusi Ekonomi

    Menutup Kesenjangan Gaji Berdasarkan Gender: Analisis dan Solusi Ekonomi

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Kesenjangan gaji berdasarkan gender (gender pay gap) adalah sebuah realitas ekonomi global, termasuk di Indonesia, di mana rata-rata pendapatan perempuan secara konsisten lebih rendah dibandingkan laki-laki. Isu ini bukan sekadar tentang keadilan sosial, tetapi juga tentang efisiensi dan pertumbuhan ekonomi. Untuk menyelesaikannya, kita perlu analisis mendalam dan solusi yang terstruktur. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa kesenjangan […]

expand_less