Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Gotong Royong: Perekat Sosial Bangsa Indonesia yang Mulai Terkikis?

Gotong Royong: Perekat Sosial Bangsa Indonesia yang Mulai Terkikis?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • visibility 149
  • comment 0 komentar

Gotong royong adalah salah satu nilai luhur dan DNA asli bangsa Indonesia. Lebih dari sekadar kerja bakti, gotong royong merupakan filosofi hidup yang mengedepankan kebersamaan, solidaritas, dan tolong-menolong tanpa pamrih. Sejak dahulu, semangat inilah yang menjadi fondasi dan perekat sosial, menyatukan masyarakat yang beragam dalam satu tujuan bersama, dari membangun jembatan desa hingga membantu tetangga yang sedang berduka.

Nilai gotong royong adalah cerminan sejati dari sila ketiga Pancasila, “Persatuan Indonesia.” Praktik ini mampu memecah sekat-sekat perbedaan suku, agama, maupun status sosial, karena semua anggota masyarakat membaur dan bekerja sama untuk kepentingan komunal. Rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar pun tumbuh subur, menciptakan komunitas yang tangguh dan harmonis.

Namun, di tengah derasnya arus modernisasi dan urbanisasi, muncul kekhawatiran. Gaya hidup individualistis yang semakin mengemuka di perkotaan, di mana interaksi sosial seringkali bersifat transaksional, seolah perlahan mengikis semangat gotong royong. Kesibukan dan fokus pada kepentingan pribadi membuat banyak orang tidak lagi memiliki waktu atau bahkan mengenal tetangga di sekitarnya. Tradisi seperti kerja bakti atau siskamling (sistem keamanan lingkungan) di beberapa tempat mulai ditinggalkan.

Lantas, apakah gotong royong benar-benar akan lenyap? Mungkin tidak sepenuhnya. Semangat ini bisa jadi hanya bertransformasi ke bentuk-bentuk baru, seperti penggalangan dana online untuk korban bencana atau gerakan komunitas sukarela.

Meski demikian, ini adalah pengingat bagi kita semua. Merevitalisasi semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan agar perekat sosial bangsa Indonesia ini tidak benar-benar terkikis oleh zaman, dan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Model Cournot vs. Bertrand: Memahami Kompetisi Oligopoli

    Model Cournot vs. Bertrand: Memahami Kompetisi Oligopoli

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Pasar oligopoli adalah struktur di mana hanya ada beberapa perusahaan yang dominan, sehingga setiap keputusan perusahaan secara signifikan memengaruhi pasar dan pesaing lainnya. Dalam menganalisis perilaku perusahaan-perusahaan ini, para ekonom menggunakan model-model yang berbeda, dua yang paling terkenal adalah Model Cournot dan Model Bertrand. Perbedaan utama terletak pada variabel strategi yang digunakan oleh perusahaan: kuantitas […]

  • Mengurai Risiko Pasar Mobil Bekas: Memahami Informasi Asimetris

    Mengurai Risiko Pasar Mobil Bekas: Memahami Informasi Asimetris

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Ketika kita membeli mobil bekas, ada risiko besar yang selalu membayangi: kemungkinan mendapatkan “mobil lemon” atau mobil dengan cacat tersembunyi. Kondisi ini sering kali terjadi karena adanya informasi asimetris, sebuah konsep fundamental dalam ilmu ekonomi. Informasi asimetris adalah kondisi di mana salah satu pihak dalam transaksi memiliki informasi yang lebih lengkap dan relevan daripada pihak […]

  • Kraton Yogyakarta: Jendela Sejarah dan Budaya Kesultanan Mataram

    Kraton Yogyakarta: Jendela Sejarah dan Budaya Kesultanan Mataram

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Kraton Yogyakarta bukan hanya sebuah bangunan bersejarah, melainkan pusat kebudayaan dan pemerintahan bagi Kesultanan Yogyakarta. Terletak di jantung Kota Yogyakarta, tempat ini adalah jendela yang membawa kita langsung ke masa lalu, memahami sejarah, tradisi, dan filosofi hidup keluarga kerajaan Mataram. Mengunjungi Kraton adalah pengalaman yang mendalam dan penuh makna. Begitu memasuki kompleks Kraton, Anda akan […]

  • Rebana: Instrumen Musik Perkusi dalam Budaya Islam Nusantara

    Rebana: Instrumen Musik Perkusi dalam Budaya Islam Nusantara

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Rebana adalah sebuah instrumen musik perkusi berbentuk bundar dan pipih yang sangat populer di berbagai wilayah Nusantara, terutama dalam konteks budaya Islam. Terbuat dari bingkai kayu dengan membran kulit hewan yang direntangkan, rebana dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan. Suaranya yang khas dan ritmis seringkali mengiringi berbagai kegiatan keagamaan, seni tradisional, hingga acara-acara sosial kemasyarakatan. […]

  • Strategi Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Selama Umrah

    Strategi Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Selama Umrah

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Menunaikan ibadah umrah membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima. Perjalanan yang panjang, cuaca yang berbeda, dan padatnya aktivitas ibadah dapat menjadi tantangan. Berikut adalah strategi efektif untuk menjaga kesehatan fisik dan mental Anda selama di Tanah Suci. Menjaga Kesehatan Fisik * Persiapan Fisik Sebelum Berangkat: Latih fisik Anda dengan berjalan kaki atau olahraga ringan […]

  • Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

    Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Tanaman penutup tanah, atau cover crops, sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, praktik ini adalah salah satu strategi paling efektif dan ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan tanah. Cover crops bukanlah tanaman utama yang akan dipanen, melainkan “selimut” alami yang ditanam di luar musim tanam atau di sela-sela barisan tanaman utama. Mencegah Erosi dan Menjaga Kelembapan […]

expand_less