Sabtu, 21 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Kentrung: Sastra Lisan Pesisir Jawa yang Penuh Humor dan Petuah

Kentrung: Sastra Lisan Pesisir Jawa yang Penuh Humor dan Petuah

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Kentrung adalah sebuah seni pertunjukan tradisional dari kawasan pesisir Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seni ini termasuk dalam kategori sastra lisan yang unik, karena menggabungkan cerita tutur, lagu, dan humor yang disampaikan oleh seorang dalang, atau lebih tepatnya, seniman kentrung, dengan diiringi tabuhan alat musik sederhana. Kentrung menjadi media hiburan dan penyampai pesan moral yang efektif bagi masyarakat.

Pertunjukan kentrung biasanya hanya dimainkan oleh satu atau dua orang seniman. Mereka akan duduk di hadapan penonton dan membawakan cerita dengan gaya yang santai, akrab, dan seringkali diselingi dengan lawakan atau lelucon yang segar. Cerita yang dibawakan sangat beragam, mulai dari kisah-kisah legenda dan dongeng rakyat, hingga cerita-cerita baru yang mengangkat isu-isu sosial dan kehidupan sehari-hari.

Salah satu ciri khas utama kentrung adalah alat musik yang digunakan. Seniman kentrung akan memukul sebuah rebana atau kendang kecil dengan tangan dan kaki secara bergantian, menciptakan irama yang ritmis dan mengiringi narasi. Terkadang, mereka juga menggunakan sebuah instrumen seperti kecrek atau alat musik sederhana lainnya untuk menambah variasi bunyi. Perpaduan antara suara vokal, tabuhan rebana, dan narasi yang mengalir membuat kentrung menjadi pertunjukan yang hidup dan menarik.

Di balik unsur humornya, kentrung memiliki peran penting sebagai media untuk menyampaikan nasihat dan kritik sosial secara halus. Seniman kentrung seringkali menyisipkan petuah-petuah bijak tentang kehidupan, moralitas, dan kritik terhadap ketidakadilan, yang dikemas dalam bentuk cerita yang mudah dicerna oleh masyarakat.

Saat ini, kentrung menghadapi tantangan dari gempuran budaya modern. Namun, beberapa komunitas dan seniman terus berupaya melestarikan seni ini dengan mengadakan pertunjukan, festival, dan pelatihan bagi generasi muda. Kentrung adalah bukti nyata bahwa sastra lisan dapat menjadi jembatan antara hiburan dan pendidikan, terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat pesisir Jawa.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Crowdfunding: Alternatif Pendanaan untuk Proyek Kreatif

    Crowdfunding: Alternatif Pendanaan untuk Proyek Kreatif

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Bagi banyak seniman, musisi, filmmaker, atau inovator, tantangan terbesar bukanlah kekurangan ide, melainkan keterbatasan dana. Gagasan brilian sering kali terhenti karena sulitnya mengakses sumber modal konvensional. Di sinilah crowdfunding atau urun dana hadir sebagai alternatif pendanaan yang demokratis dan ampuh, khususnya untuk proyek kreatif. Crowdfunding adalah metode penggalangan dana dari sejumlah besar orang (disebut backers […]

  • Apa Itu Keunggulan Komparatif dan Mengapa Ini Mendasari Perdagangan Internasional?

    Apa Itu Keunggulan Komparatif dan Mengapa Ini Mendasari Perdagangan Internasional?

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda bertanya mengapa negara seperti Indonesia mengekspor kopi dan rempah, sementara mengimpor ponsel dari Tiongkok atau Korea Selatan? Jawabannya terletak pada salah satu konsep paling fundamental dalam ekonomi: keunggulan komparatif. Teori ini adalah landasan utama yang menjelaskan mengapa perdagangan internasional saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Dikembangkan oleh ekonom legendaris David Ricardo, keunggulan […]

  • Bias dalam AI: Menyoroti dan Mengatasi Ketidakadilan Algoritma

    Bias dalam AI: Menyoroti dan Mengatasi Ketidakadilan Algoritma

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Seiring dengan semakin merasuknya Kecerdasan Buatan (AI) ke berbagai aspek kehidupan, penting untuk menyadari adanya isu krusial yang mengintai di balik kecanggihannya: bias dalam AI. Bias terjadi ketika data pelatihan yang digunakan untuk mengembangkan model AI mencerminkan prasangka, stereotip, atau ketidakseimbangan yang ada di dunia nyata. Akibatnya, sistem AI yang dihasilkan dapat secara tidak adil […]

  • Di Balik Layar LMKN: Proses Pengumpulan Royalti dari Berbagai Sektor

    Di Balik Layar LMKN: Proses Pengumpulan Royalti dari Berbagai Sektor

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana musisi mendapatkan royalti dari lagu mereka yang diputar di mana-mana? Jawabannya ada pada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Sebagai jembatan utama, LMKN memiliki proses pengumpulan royalti yang terstruktur dari berbagai sektor, memastikan hak ekonomi para pencipta terlindungi. Mari kita telusuri bagaimana proses ini berjalan di balik layar. Proses pengumpulan royalti LMKN […]

  • Pentingnya Otentikasi Dua Faktor (2FA) untuk Melindungi Akun Digital Anda

    Pentingnya Otentikasi Dua Faktor (2FA) untuk Melindungi Akun Digital Anda

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Di era digital, di mana peretasan dan pencurian data semakin canggih, mengandalkan satu lapisan keamanan seperti kata sandi saja tidak lagi cukup. Otentikasi Dua Faktor (2FA) hadir sebagai perisai tambahan yang sangat penting untuk melindungi akun digital Anda. Apa Itu Otentikasi Dua Faktor? Sesuai namanya, 2FA adalah metode keamanan yang mengharuskan Anda memverifikasi identitas melalui […]

  • Membangun Kesadaran Kolektif untuk Melawan Penipuan

    Membangun Kesadaran Kolektif untuk Melawan Penipuan

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Penipuan bukanlah masalah individu, melainkan masalah kolektif yang merusak kepercayaan dan keamanan dalam masyarakat. Meskipun sering kali kita berpikir bahwa satu-satunya cara untuk melindungi diri adalah dengan meningkatkan kewaspadaan pribadi, strategi yang lebih efektif adalah dengan membangun kesadaran kolektif. Artinya, kita semua berperan aktif dalam melindungi satu sama lain. Saat sebuah kasus penipuan terjadi, dampaknya […]

expand_less