Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Kentrung: Sastra Lisan Pesisir Jawa yang Penuh Humor dan Petuah

Kentrung: Sastra Lisan Pesisir Jawa yang Penuh Humor dan Petuah

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

Kentrung adalah sebuah seni pertunjukan tradisional dari kawasan pesisir Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seni ini termasuk dalam kategori sastra lisan yang unik, karena menggabungkan cerita tutur, lagu, dan humor yang disampaikan oleh seorang dalang, atau lebih tepatnya, seniman kentrung, dengan diiringi tabuhan alat musik sederhana. Kentrung menjadi media hiburan dan penyampai pesan moral yang efektif bagi masyarakat.

Pertunjukan kentrung biasanya hanya dimainkan oleh satu atau dua orang seniman. Mereka akan duduk di hadapan penonton dan membawakan cerita dengan gaya yang santai, akrab, dan seringkali diselingi dengan lawakan atau lelucon yang segar. Cerita yang dibawakan sangat beragam, mulai dari kisah-kisah legenda dan dongeng rakyat, hingga cerita-cerita baru yang mengangkat isu-isu sosial dan kehidupan sehari-hari.

Salah satu ciri khas utama kentrung adalah alat musik yang digunakan. Seniman kentrung akan memukul sebuah rebana atau kendang kecil dengan tangan dan kaki secara bergantian, menciptakan irama yang ritmis dan mengiringi narasi. Terkadang, mereka juga menggunakan sebuah instrumen seperti kecrek atau alat musik sederhana lainnya untuk menambah variasi bunyi. Perpaduan antara suara vokal, tabuhan rebana, dan narasi yang mengalir membuat kentrung menjadi pertunjukan yang hidup dan menarik.

Di balik unsur humornya, kentrung memiliki peran penting sebagai media untuk menyampaikan nasihat dan kritik sosial secara halus. Seniman kentrung seringkali menyisipkan petuah-petuah bijak tentang kehidupan, moralitas, dan kritik terhadap ketidakadilan, yang dikemas dalam bentuk cerita yang mudah dicerna oleh masyarakat.

Saat ini, kentrung menghadapi tantangan dari gempuran budaya modern. Namun, beberapa komunitas dan seniman terus berupaya melestarikan seni ini dengan mengadakan pertunjukan, festival, dan pelatihan bagi generasi muda. Kentrung adalah bukti nyata bahwa sastra lisan dapat menjadi jembatan antara hiburan dan pendidikan, terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat pesisir Jawa.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desalinasi Inovatif: Solusi Air Bersih Global

    Desalinasi Inovatif: Solusi Air Bersih Global

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Krisis air bersih menjadi tantangan global yang semakin mendesak. Di berbagai belahan dunia, termasuk wilayah-wilayah kering dan pulau-pulau terpencil di Indonesia, akses terhadap air tawar yang aman dan terjangkau merupakan kebutuhan krusial. Desalinasi, proses menghilangkan garam dan mineral lain dari air laut atau air payau, muncul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini. Metode desalinasi […]

  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) pada Pasar Tenaga Kerja Masa Depan

    Dampak Kecerdasan Buatan (AI) pada Pasar Tenaga Kerja Masa Depan

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat dan mulai merombak berbagai sektor industri. Salah satu dampak terbesarnya dirasakan pada pasar tenaga kerja, memunculkan pertanyaan penting: apakah AI menjadi ancaman bagi pekerjaan manusia atau justru membuka gerbang peluang baru? Otomatisasi dan Pergeseran Pekerjaan Dampak kecerdasan buatan yang paling nyata adalah kemampuannya untuk melakukan otomatisasi. Pekerjaan […]

  • Tantangan dan Arah Kebijakan Fiskal Indonesia Pasca-Pandemi

    Tantangan dan Arah Kebijakan Fiskal Indonesia Pasca-Pandemi

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Memasuki pertengahan tahun 2025, Indonesia telah melewati fase darurat pandemi, namun “bekas luka” pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terasa. Kini, pemerintah dihadapkan pada babak baru yang menuntut kehati-hatian dalam merumuskan kebijakan fiskal. Tujuannya adalah menyeimbangkan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan keharusan menyehatkan kembali anggaran negara. Tantangan utama yang dihadapi […]

  • Uranium dalam Medis: Dari Penemuan Tak Sengaja hingga Potensi Riset Modern

    Uranium dalam Medis: Dari Penemuan Tak Sengaja hingga Potensi Riset Modern

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Meskipun lebih dikenal karena sifat radioaktifnya dalam konteks energi dan senjata, uranium memiliki sejarah singkat namun menarik dalam dunia medis, terutama di awal penemuan radioaktivitas. Sejarah Singkat Pemanfaatan Awal Setelah penemuan radioaktivitas oleh Becquerel pada tahun 1896 dan identifikasi uranium sebagai sumbernya, para ilmuwan dan dokter mulai mengeksplorasi potensi medisnya. Di awal abad ke-20, garam […]

  • Kredit Tanpa Agunan: Kemudahan dan Risiko yang Perlu Diketahui

    Kredit Tanpa Agunan: Kemudahan dan Risiko yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Kredit Tanpa Agunan (KTA) telah menjadi salah satu produk keuangan paling populer di Indonesia, menawarkan solusi cepat bagi kebutuhan dana mendesak tanpa perlu menjaminkan aset. Baik dari bank konvensional maupun platform *fintech lending*, kemudahan aksesnya menjadi daya tarik utama bagi banyak orang. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat sejumlah risiko yang wajib dipahami. Daya tarik […]

  • Menjaga Integritas Karya Musik: Tugas LMKN dalam Perlindungan Hak Moral

    Menjaga Integritas Karya Musik: Tugas LMKN dalam Perlindungan Hak Moral

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Dalam dunia hak cipta, perlindungan tidak hanya sebatas hak ekonomi, tetapi juga mencakup hak moral. Hak moral adalah hak yang melekat pada seorang pencipta untuk tetap diakui sebagai pencipta karyanya, serta hak untuk menolak perubahan atau mutilasi karya yang dapat merugikan kehormatan atau reputasi mereka. Di sinilah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memiliki tugas penting […]

expand_less