Jumat, 6 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Mamapas Lewu: Ritual Sakral Suku Dayak untuk Membersihkan Lingkungan dari Pengaruh Buruk

Mamapas Lewu: Ritual Sakral Suku Dayak untuk Membersihkan Lingkungan dari Pengaruh Buruk

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

Indonesia kaya akan kearifan lokal yang sarat makna, salah satunya adalah Mamapas Lewu, sebuah ritual sakral yang dijalankan oleh Suku Dayak, khususnya Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Secara harfiah, “Mamapas” berarti membersihkan atau menyapu, dan “Lewu” berarti kampung atau lingkungan. Jadi, Mamapas Lewu adalah tradisi untuk membersihkan lingkungan dari segala pengaruh buruk.

Ritual ini bukan sekadar pembersihan fisik, melainkan sebuah prosesi pembersihan spiritual yang mendalam. Tujuannya adalah untuk menolak bala, mengusir roh-roh jahat, serta menghilangkan energi negatif yang dapat mendatangkan penyakit, musibah, atau perselisihan di dalam komunitas. Bagi masyarakat Dayak, Mamapas Lewu adalah cara untuk memulihkan keharmonisan dan keseimbangan antara manusia, alam, dan dunia gaib.

Prosesi Penuh Makna Spiritual

Prosesi Mamapas Lewu dipimpin oleh seorang Pisor atau pemimpin ritual. Dengan menggunakan berbagai sesajen dan media simbolis, sang Pisor akan berkeliling kampung sambil merapalkan doa dan mantera kuno. Setiap sudut kampung, rumah, bahkan alam sekitar seperti sungai dan hutan akan “dibersihkan” secara spiritual.

Gerakan menyapu atau memercikkan air suci menjadi simbol diusirnya segala hal negatif dari lewu. Ritual ini sering kali diadakan sebelum acara besar, setelah terjadi musibah, atau sebagai agenda tahunan untuk memastikan kampung senantiasa berada dalam lindungan dan kedamaian.

Mamapas Lewu lebih dari sekadar upacara. Ini adalah wujud kearifan lokal Suku Dayak dalam menjaga lingkungannya, baik secara kasat mata maupun tidak. Tradisi ini menjadi bukti betapa eratnya hubungan mereka dengan alam dan spiritualitas, sebuah warisan budaya tak ternilai yang mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan keseimbangan hidup.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Ziarah Wali Songo: Wisata Religi dan Jejak Sejarah Islam di Jawa

    Tradisi Ziarah Wali Songo: Wisata Religi dan Jejak Sejarah Islam di Jawa

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Ziarah Wali Songo merupakan sebuah tradisi yang mengakar kuat di masyarakat Jawa. Lebih dari sekadar perjalanan, kegiatan ini adalah bentuk wisata religi yang sekaligus menapaki jejak sejarah Islam di Indonesia. Menyambangi makam sembilan wali penyebar agama Islam di tanah Jawa ini menjadi pengalaman spiritual yang mendalam bagi jutaan peziarah setiap tahunnya. Sembilan wali yang dikenal […]

  • Seni Mural: Suara Kritik Sosial di Ruang Publik

    Seni Mural: Suara Kritik Sosial di Ruang Publik

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Seni mural telah lama menjadi media yang kuat dan efektif untuk menyampaikan gagasan, emosi, dan terutama kritik sosial. Berbeda dari lukisan di galeri, mural menggunakan dinding di ruang publik sebagai kanvasnya, menjadikannya seni yang dapat diakses oleh semua kalangan. Mural tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika kota, tetapi juga sebagai cerminan langsung dari suara hati […]

  • Solo (Surakarta): Menjelajahi Kota Kembaran Jogja yang Lebih Tenang

    Solo (Surakarta): Menjelajahi Kota Kembaran Jogja yang Lebih Tenang

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Jika Yogyakarta seringkali identik dengan keramaian turis, Solo atau Surakarta menawarkan pesona yang tak kalah memikat, namun dengan ritme yang lebih tenang dan otentik. Dijuluki “Kota Kembaran Jogja,” Solo adalah destinasi ideal bagi mereka yang ingin merasakan denyut nadi budaya Jawa yang kental tanpa harus berdesakan. Kota ini adalah tempat di mana tradisi, seni, dan […]

  • Pasola: Ritual Perang Berkuda Penuh Darah dan Makna di Sumba

    Pasola: Ritual Perang Berkuda Penuh Darah dan Makna di Sumba

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Di padang sabana Sumba, Nusa Tenggara Timur, sebuah tradisi kuno yang mendebarkan berlangsung setiap tahunnya: Pasola. Dilihat sepintas, Pasola tampak seperti perang sungguhan antar dua kelompok ksatria berkuda yang saling melempar lembing kayu. Namun, di balik adegan yang keras ini, tersimpan makna dan filosofi mendalam yang berakar dari kepercayaan asli Sumba, Marapu. Pasola bukanlah ajang […]

  • Candi Gedong Songo: Harmoni Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Ungaran

    Candi Gedong Songo: Harmoni Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Ungaran

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Jika Anda mencari petualangan yang memadukan keindahan alam dan kekayaan sejarah, Candi Gedong Songo di lereng Gunung Ungaran adalah pilihan yang tepat. Terletak di desa Candi, Ambarawa, kompleks candi Hindu ini bukan hanya sekadar situs arkeologi, tetapi juga menawarkan pengalaman trekking yang memukau. “Gedong Songo” sendiri berarti “sembilan bangunan,” merujuk pada sembilan kelompok candi yang […]

  • Ekosistem Musik Sehat: Peran Krusial LMKN bagi Semua Pihak

    Ekosistem Musik Sehat: Peran Krusial LMKN bagi Semua Pihak

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Dalam sebuah orkestra, setiap instrumen memiliki perannya masing-masing untuk menciptakan harmoni. Begitu pula dengan ekosistem musik yang sehat, di mana setiap pihak – mulai dari pencipta, musisi, hingga pengguna karya – memiliki peran vital. Di tengah kompleksitas ini, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) muncul sebagai konduktor utama yang memastikan seluruh elemen bekerja selaras. Peran LMKN […]

expand_less