Jumat, 1 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Peusijuek: Tradisi Tepung Tawar untuk Keberkahan di Aceh

Peusijuek: Tradisi Tepung Tawar untuk Keberkahan di Aceh

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, menyimpan kekayaan tradisi yang kental dengan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Salah satu tradisi yang hingga kini terus lestari adalah Peusijuek. Dikenal juga sebagai prosesi tepung tawar, Peusijuek merupakan upacara adat untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai momen penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Mulai dari menempati rumah baru, membeli kendaraan, memulai usaha, menyambut kelahiran bayi, hingga dalam prosesi pernikahan. Bahkan, Peusijuek juga kerap dilakukan sebagai sarana perdamaian untuk ‘mendinginkan’ suasana setelah terjadi perselisihan, mengharapkan segala sesuatu kembali harmonis dan penuh berkah.

Prosesi Peusijuek biasanya dipimpin oleh seorang tokoh agama atau tetua adat yang dihormati. Dalam ritual ini, beberapa perangkat simbolis digunakan, seperti semangkuk air, segenggam beras padi (breuh pade), dan beberapa jenis dedaunan khusus seperti on sineujuek (daun penyejuk) dan naleung sambo (sejenis rumput). Sambil memanjatkan doa-doa dan selawat, pemimpin upacara akan memercikkan air dan menaburkan beras kepada orang atau benda yang di-peusijuek.

Setiap elemen dalam Peusijuek memiliki makna mendalam: air melambangkan pendingin dan penenang, sementara beras padi adalah simbol kemakmuran dan kesuburan. Lebih dari sekadar ritual, tradisi ini adalah wujud nyata dari nilai sosial dan spiritual masyarakat Aceh. Ini adalah cara untuk saling mendoakan, mempererat silaturahmi, dan mengembalikan segala urusan kepada Sang Pencipta demi kebaikan bersama.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Friedrich Hayek: Peringatan terhadap Ekonomi Terpusat dan Bahaya Jalan Menuju Perbudakan

    Friedrich Hayek: Peringatan terhadap Ekonomi Terpusat dan Bahaya Jalan Menuju Perbudakan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Friedrich August von Hayek (1899–1992) adalah seorang ekonom dan filsuf politik dari mazhab Austria yang memenangkan Hadiah Nobel. Ia dikenal sebagai salah satu pemikir terdepan dalam advokasi pasar bebas dan individualisme, serta penentang keras perencanaan ekonomi terpusat. Karya monumentalnya, The Road to Serfdom (1944), menjadi peringatan keras terhadap bahaya campur tangan pemerintah yang berlebihan. Pengetahuan […]

  • Wisata Kuliner Babi Guling Terbaik di Bali: Perang Rasa Legendaris

    Wisata Kuliner Babi Guling Terbaik di Bali: Perang Rasa Legendaris

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Bali tak hanya memanjakan mata dengan keindahan alamnya, tetapi juga menggoyang lidah dengan kelezatan kulinernya yang khas. Salah satu hidangan yang wajib dicicipi adalah Babi Guling, babi utuh yang dipanggang dengan bumbu rempah Bali yang kaya dan aromatik. Mencari Babi Guling terbaik di Bali adalah sebuah petualangan rasa yang legendaris, di mana setiap warung atau […]

  • Keindahan Magis Sape: Senar Senandung dari Kalimantan

    Keindahan Magis Sape: Senar Senandung dari Kalimantan

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sape, atau sering juga disebut Sampek, adalah alat musik petik tradisional dari suku Dayak di Kalimantan. Alat musik ini bukan sekadar instrumen, melainkan cerminan dari kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Dayak. Berbeda dengan alat musik petik lain yang mungkin lebih dikenal, Sape memiliki suara yang khas dan melodi yang begitu menenangkan, sering kali digambarkan sebagai […]

  • Menghidupkan Kembali Adab kepada Guru: Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak Bangsa

    Menghidupkan Kembali Adab kepada Guru: Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak Bangsa

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Di tengah kemudahan akses informasi, sering kali kita lupa pada sumber ilmu yang paling hakiki: seorang guru. Saat ini, tantangan terbesar dunia pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tetapi juga lunturnya adab kepada guru. Padahal, adab merupakan kunci utama untuk membuka pintu keberkahan ilmu dan fondasi penting bagi pembangunan karakter. Menghormati guru lebih dari sekadar sopan […]

  • Panduan Wajib ke Yogyakarta: Kota Pelajar dengan Sejuta Pesona

    Panduan Wajib ke Yogyakarta: Kota Pelajar dengan Sejuta Pesona

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Yogyakarta, atau yang akrab disapa Jogja, adalah kota yang tak pernah lekang oleh waktu. Dikenal sebagai Kota Pelajar dan pusat kebudayaan Jawa, Jogja menawarkan perpaduan harmonis antara tradisi, seni, sejarah, dan modernitas. Pesonanya yang kuat mampu memikat hati siapa saja yang berkunjung. Jika Anda berencana mengunjungi Jogja, panduan wajib ini akan membantu Anda menikmati sejuta […]

  • Pemantauan Lingkungan Berbasis AI: Presisi untuk Pelestarian

    Pemantauan Lingkungan Berbasis AI: Presisi untuk Pelestarian

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Pelestarian lingkungan di Indonesia, dengan keanekaragaman hayati yang melimpah dan ekosistem yang rentan, membutuhkan solusi pemantauan yang lebih canggih dan efisien. Kecerdasan buatan (AI) menawarkan potensi revolusioner dalam memantau kondisi lingkungan secara presisi dan real-time, memungkinkan tindakan pelestarian yang lebih efektif dan terarah. Salah satu aplikasi utama AI dalam pemantauan lingkungan adalah analisis citra satelit […]

expand_less