Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Mappalili: Menjelajahi Keunikan Ritual Turun Sawah Suku Bugis

Mappalili: Menjelajahi Keunikan Ritual Turun Sawah Suku Bugis

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
  • visibility 106
  • comment 0 komentar

Indonesia kaya akan tradisi agraris yang unik, salah satunya adalah Mappalili, sebuah ritual turun sawah yang sakral bagi masyarakat Suku Bugis di Sulawesi Selatan. Lebih dari sekadar upacara pembukaan musim tanam, Mappalili adalah perwujudan rasa syukur, harapan akan hasil panen melimpah, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Makna Mendalam di Balik Mappalili

Secara harfiah, “Mappalili” berasal dari kata “lili” yang berarti padi yang tumbuh subur dengan sendirinya. Ritual ini bertujuan untuk memohon restu kepada Sang Pencipta agar tanaman padi terhindar dari hama dan penyakit, serta memberikan hasil panen yang berlimpah. Mappalili bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga sebuah representasi dari harmoni antara manusia dan alam.

Prosesi Sakral Mappalili

Pelaksanaan Mappalili melibatkan seluruh komunitas. Dipimpin oleh tokoh adat atau pemangku ritual, serangkaian prosesi dilakukan dengan khidmat. Biasanya, ritual diawali dengan penentuan hari baik berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bugis. Kemudian, bibit padi pilihan disemai dengan iringan doa dan mantra. Masyarakat juga menyiapkan sesajian berupa hasil bumi dan hewan ternak sebagai persembahan. Puncak acara biasanya ditandai dengan penanaman bibit padi pertama secara simbolis oleh tokoh adat, diikuti oleh seluruh petani. Suara gendang dan alat musik tradisional Bugis lainnya memeriahkan suasana, menciptakan aura magis dan kebersamaan.

Relevansi Mappalili di Era Modern

Meskipun zaman terus berubah, ritual Mappalili tetap dipertahankan oleh masyarakat Bugis. Tradisi ini bukan hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan menghargai sumber daya alam. Di tengah modernisasi pertanian, nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan yang terkandung dalam Mappalili juga semakin relevan sebagai perekat sosial masyarakat. Dengan memahami dan melestarikan Mappalili, kita turut menjaga kekayaan budaya Indonesia dan menghormati kearifan lokal yang telah teruji zaman.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Efek Veblen: Mengapa Harga Barang Mewah Semakin Mahal Saat Diminati?

    Efek Veblen: Mengapa Harga Barang Mewah Semakin Mahal Saat Diminati?

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Di dunia ekonomi, kita mengenal hukum dasar penawaran dan permintaan: ketika permintaan suatu barang naik, harganya akan cenderung naik hingga mencapai titik keseimbangan. Namun, ada satu fenomena menarik yang berlaku pada barang-barang mewah. Alih-alih mencapai titik jenuh, harga barang-barang ini justru semakin melambung tinggi seiring dengan meningkatnya minat pembeli. Fenomena ini dikenal sebagai Efek Veblen. […]

  • Tanaman Tahan Kekeringan: Jawaban Bioteknologi untuk Perubahan Iklim

    Tanaman Tahan Kekeringan: Jawaban Bioteknologi untuk Perubahan Iklim

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Perubahan iklim menjadi tantangan global yang sangat nyata, termasuk di Indonesia. Kekeringan yang berkepanjangan semakin sering terjadi, mengancam hasil panen dan ketahanan pangan. Dalam menghadapi situasi ini, bioteknologi menawarkan harapan melalui pengembangan tanaman tahan kekeringan. Inovasi ini menjadi jawaban penting untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah kondisi iklim yang tidak menentu. Memanfaatkan Gen untuk Ketahanan […]

  • Seni Kriya Perak Celuk Bali: Kemewahan dalam Detail

    Seni Kriya Perak Celuk Bali: Kemewahan dalam Detail

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Desa Celuk, yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali, telah lama dikenal sebagai pusat seni kriya perak dan emas. Seni kerajinan perak di sini bukan sekadar industri, melainkan tradisi turun-temurun yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Produk-produk yang dihasilkan oleh para perajin di Celuk terkenal dengan kualitas tinggi dan detail yang rumit, memancarkan aura kemewahan […]

  • Mengenal Fintech dan Inovasi Keuangan Digital: Peluang dan Tantangan bagi Konsumen

    Mengenal Fintech dan Inovasi Keuangan Digital: Peluang dan Tantangan bagi Konsumen

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Revolusi digital telah merambah berbagai sektor, tak terkecuali dunia keuangan. Fenomena ini melahirkan apa yang kita kenal sebagai Fintech (Financial Technology) – inovasi yang menggabungkan teknologi dan layanan keuangan untuk menciptakan solusi yang lebih efisien, cepat, dan mudah diakses. Dari pembayaran digital, pinjaman online, investasi mikro, hingga asuransi digital, Fintech telah mengubah lanskap keuangan tradisional […]

  • Pentingnya Mengedukasi Diri untuk Mengenali Penipuan Digital

    Pentingnya Mengedukasi Diri untuk Mengenali Penipuan Digital

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Di tengah laju informasi yang begitu cepat, penipu terus berinovasi menciptakan modus-modus baru. Mengandalkan keberuntungan saja tidak cukup untuk melindungi diri dari ancaman digital. Kunci utama untuk tetap aman adalah dengan mengedukasi diri sendiri secara berkelanjutan untuk mengenali berbagai jenis penipuan.     Mengapa Edukasi Diri Itu Krusial?   Penipu Selalu Beradaptasi: Modus penipuan tidak […]

  • Emas vs. Properti: Mana Investasi Jangka Panjang yang Lebih Unggul?

    Emas vs. Properti: Mana Investasi Jangka Panjang yang Lebih Unggul?

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Memilih instrumen investasi jangka panjang yang tepat adalah kunci untuk mengamankan masa depan finansial. Di antara berbagai pilihan yang ada, emas dan properti seringkali menjadi favorit karena dianggap sebagai aset safe-haven yang nilainya cenderung stabil atau bahkan meningkat. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Mari kita bedah analisis ekonomi dari kedua investasi ini untuk […]

expand_less