Rabu, 18 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Sekaten: Akulturasi Budaya Jawa dan Islam dalam Perayaan Maulid Nabi

Sekaten: Akulturasi Budaya Jawa dan Islam dalam Perayaan Maulid Nabi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Perayaan Sekaten adalah sebuah tradisi unik dan meriah yang digelar setiap tahun di Yogyakarta dan Surakarta untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Lebih dari sekadar perayaan hari kelahiran Nabi, Sekaten menjadi simbol akulturasi yang indah antara budaya Jawa kuno dan nilai-nilai Islam yang masuk ke Nusantara.

Nama “Sekaten” dipercaya berasal dari kata Syahadatain (dua kalimat syahadat), yang merupakan fondasi utama dalam agama Islam. Tradisi ini diperkenalkan oleh para Wali Songo sebagai salah satu cara untuk menyebarkan ajaran Islam di Jawa. Dahulu, Sekaten menjadi daya tarik masyarakat untuk datang dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran serta kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Gamelan Sekati dan Pasar Rakyat

Salah satu ciri khas utama Sekaten adalah alunan merdu Gamelan Sekati. Dua set gamelan pusaka, yaitu Kyai Guntur Madu dan Kyai Naga Wilaga (di Yogyakarta) serta Kyai Guntur Sari dan Kyai Dewa Katong (di Surakarta), ditabuh secara bergantian di Pagongan Keraton selama tujuh hari berturut-turut. Suara gamelan ini dipercaya memiliki daya tarik magis dan menjadi pengiring berbagai prosesi ritual.

Selain alunan gamelan, kemeriahan Sekaten juga ditandai dengan adanya pasar rakyat atau maleman sekaten yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Pasar ini dipenuhi dengan berbagai macam pedagang yang menjajakan makanan tradisional, pakaian, mainan, hingga berbagai kerajinan. Pasar Sekaten menjadi ruang interaksi sosial dan hiburan bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

Puncak acara Sekaten adalah Grebeg Maulud, di mana gunungan yang berisi hasil bumi dan makanan akan diarak dari keraton menuju Masjid Agung. Gunungan ini kemudian diperebutkan oleh masyarakat yang percaya akan membawa berkah. Sekaten adalah perpaduan harmonis antara tradisi lokal dan nilai-nilai Islam, menjadikannya perayaan Maulid Nabi yang kaya makna dan berwarna.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Konsep Permintaan dan Penawaran: Bagaimana Harga Terbentuk di Pasar

    Mengenal Konsep Permintaan dan Penawaran: Bagaimana Harga Terbentuk di Pasar

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harga suatu barang bisa naik atau turun? Jawabannya terletak pada dua kekuatan dasar ekonomi: permintaan dan penawaran. Memahami kedua konsep ini adalah kunci untuk menguraikan bagaimana harga keseimbangan terbentuk di pasar. Permintaan mengacu pada kuantitas suatu barang atau jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalam […]

  • Di Balik Poin Reward: Memahami Ekonomi Program Loyalitas

    Di Balik Poin Reward: Memahami Ekonomi Program Loyalitas

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Siapa yang tidak senang mendapatkan poin, cashback, atau reward dari program loyalitas? Program-program ini begitu umum, mulai dari maskapai penerbangan, hotel, marketplace, hingga gerai kopi. Sekilas, program loyalitas terlihat sangat menguntungkan bagi konsumen. Namun, dari sudut pandang ekonomi, apakah poin reward ini benar-benar memberikan manfaat yang setimpal? Mari kita bedah ekonomi di baliknya. Mengapa Perusahaan […]

  • Mengenal 5G: Era Konektivitas Super Cepat Telah Tiba di Indonesia

    Mengenal 5G: Era Konektivitas Super Cepat Telah Tiba di Indonesia

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 82
    • 0Komentar

    5G bukan lagi sekadar wacana, melainkan generasi terbaru jaringan seluler yang mulai hadir dan mengubah lanskap konektivitas di Indonesia. Lebih dari sekadar peningkatan kecepatan, 5G menjanjikan revolusi dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pengalaman pengguna smartphone hingga transformasi industri. Era konektivitas super cepat ini membawa potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi digital dan inovasi di berbagai […]

  • Mengapa Golek Menak Menjadi Wayang yang Unik?

    Mengapa Golek Menak Menjadi Wayang yang Unik?

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Golek Menak adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang unik dan menarik. Berbeda dengan wayang kulit yang sering kita jumpai, Golek Menak merupakan jenis wayang tiga dimensi yang terbuat dari kayu. Bentuknya menyerupai boneka, dan keistimewaannya terletak pada kisahnya yang tidak mengambil dari epos Mahabarata atau Ramayana, melainkan mengisahkan cerita kepahlawanan Amir Hamzah. Golek Menak […]

  • Utang Pemerintah: Kapan Menjadi Beban dan Kapan Menjadi Stimulus?

    Utang Pemerintah: Kapan Menjadi Beban dan Kapan Menjadi Stimulus?

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Utang pemerintah adalah instrumen keuangan yang kompleks, sering kali menjadi perdebatan hangat dalam wacana ekonomi. Pertanyaannya mendasar: kapan utang pemerintah menjadi beban yang menggerogoti keuangan negara, dan kapan justru berperan sebagai stimulus yang mendorong pertumbuhan ekonomi? Memahami perbedaannya krusial untuk kebijakan fiskal yang sehat. Utang Sebagai Beban: Utang pemerintah dapat berubah menjadi beban ketika pengelolaannya […]

  • Garantung: Melodi Indah dari Suku Batak Toba

    Garantung: Melodi Indah dari Suku Batak Toba

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Garantung adalah salah satu instrumen musik tradisional yang paling ikonik dari Suku Batak Toba, Sumatera Utara. Alat musik ini tergolong dalam keluarga xilofon (alat musik pukul dengan bilah), terbuat dari lima hingga tujuh bilah kayu keras yang disusun di atas sebuah wadah resonansi. Garantung tidak hanya berfungsi sebagai pengiring musik, tetapi juga memiliki peran penting […]

expand_less