Jumat, 20 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Seni Tatah Sungging: Keindahan di Balik Wayang Kulit

Seni Tatah Sungging: Keindahan di Balik Wayang Kulit

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
  • visibility 102
  • comment 0 komentar

Seni Tatah Sungging adalah proses pembuatan wayang kulit yang sangat rumit dan membutuhkan keterampilan tingkat tinggi. Istilah ini merujuk pada dua tahapan utama: tatah (memahat atau mengukir) dan sungging (mewarnai atau melukis). Tanpa kedua proses ini, wayang kulit tidak akan memiliki detail yang indah dan karakter yang kuat seperti yang kita kenal. Seni ini adalah warisan adiluhung yang menunjukkan kehalusan budaya Jawa.

Tahap pertama, Tatah, adalah proses mengukir lembaran kulit kerbau yang sudah dihaluskan. Alat yang digunakan adalah pahat kecil dengan berbagai bentuk dan ukuran. Pahat ini digunakan untuk membuat lubang-lubang kecil yang membentuk pola-pola rumit, seperti ukiran pada pakaian tokoh, motif-motif hiasan, dan detail wajah. Proses ini membutuhkan ketelitian luar biasa dan kesabaran tinggi, karena satu kesalahan kecil bisa merusak seluruh lembaran kulit.

Setelah proses memahat selesai, dilanjutkan dengan tahap Sungging. Pada tahap ini, seniman mulai mewarnai wayang dengan pewarna tradisional. Setiap warna memiliki maknanya sendiri, mencerminkan watak dan kepribadian tokoh wayang. Misalnya, warna emas sering digunakan untuk tokoh raja atau kesatria yang bijaksana, sementara warna merah untuk tokoh yang berani atau angkuh. Proses melukis ini sangat detail, karena seniman harus menghidupkan karakter hanya dengan sapuan kuas.

Kombinasi antara goresan pahat yang tajam dan sapuan warna yang halus inilah yang menjadikan wayang kulit bukan hanya sebagai alat pertunjukan, tetapi juga sebagai sebuah karya seni rupa yang bernilai tinggi. Seni Tatah Sungging tidak hanya sekadar membuat wayang, tetapi juga mentransformasi selembar kulit menjadi sosok-sosok legendaris yang akan hidup di balik layar kelir.

Saat ini, seni Tatah Sungging terus dilestarikan oleh para pengrajin di berbagai daerah, seperti Yogyakarta dan Solo. Mereka adalah penjaga tradisi yang memastikan bahwa keindahan wayang kulit akan terus dinikmati oleh generasi mendatang.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uranium dalam Medis: Dari Penemuan Tak Sengaja hingga Potensi Riset Modern

    Uranium dalam Medis: Dari Penemuan Tak Sengaja hingga Potensi Riset Modern

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Meskipun lebih dikenal karena sifat radioaktifnya dalam konteks energi dan senjata, uranium memiliki sejarah singkat namun menarik dalam dunia medis, terutama di awal penemuan radioaktivitas. Sejarah Singkat Pemanfaatan Awal Setelah penemuan radioaktivitas oleh Becquerel pada tahun 1896 dan identifikasi uranium sebagai sumbernya, para ilmuwan dan dokter mulai mengeksplorasi potensi medisnya. Di awal abad ke-20, garam […]

  • Jangan Terkecoh! Waspada Penipuan Undian Berhadiah di Toko atau Swalayan

    Jangan Terkecoh! Waspada Penipuan Undian Berhadiah di Toko atau Swalayan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Mendapatkan kabar menang undian berhadiah saat berbelanja di toko atau swalayan tentu bisa membuat siapa saja senang. Namun, kegembiraan ini bisa berubah menjadi kerugian jika Anda tidak waspada terhadap potensi penipuan. Oknum tidak bertanggung jawab seringkali memanfaatkan momen ini untuk mengelabui konsumen demi mendapatkan uang atau data pribadi. Di Indonesia, modus penipuan undian berhadiah di […]

  • Dampak Globalisasi Terhadap Inovasi Lokal: Peluang dan Tantangan

    Dampak Globalisasi Terhadap Inovasi Lokal: Peluang dan Tantangan

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Globalisasi telah menjadi kekuatan pendorong utama dalam lanskap ekonomi dan teknologi saat ini, dan dampaknya terhadap inovasi di tingkat lokal sangat signifikan. Sementara arus informasi, modal, dan bakat lintas batas membuka peluang yang belum pernah ada sebelumnya, globalisasi juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi inovator dan bisnis lokal. Memahami dinamika ini penting untuk menavigasi era global […]

  • LMKN: Mengapa Setiap Pengusaha Perlu Memahami Fungsinya

    LMKN: Mengapa Setiap Pengusaha Perlu Memahami Fungsinya

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Di tengah kesibukan mengelola bisnis, banyak pengusaha mungkin tidak menyadari satu hal penting: penggunaan musik di tempat usaha memiliki konsekuensi hukum dan finansial. Di sinilah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) hadir dan mengapa setiap pengusaha perlu memahami fungsinya. LMKN bukanlah lembaga penegak hukum yang menakutkan, melainkan sebuah jembatan yang memudahkan pengusaha untuk mematuhi peraturan hak […]

  • Mengenal Komputer Generasi Keempat: Era Mikroprosesor dan Komputer Pribadi

    Mengenal Komputer Generasi Keempat: Era Mikroprosesor dan Komputer Pribadi

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Komputer Generasi Keempat (sekitar 1970-an hingga saat ini) adalah periode yang benar-benar mengubah wajah komputasi dan memperkenalkan kita pada komputer pribadi (PC). Lompatan revolusioner di era ini adalah penemuan mikroprosesor, sebuah “komputer di atas chip” yang memungkinkan perangkat yang jauh lebih kecil, lebih murah, dan lebih kuat. Mikroprosesor pertama, Intel 4004 pada tahun 1971, mengintegrasikan […]

  • Ngurek: Memahami Tradisi ‘Menusuk Diri’ Saat Trans Sakral di Bali

    Ngurek: Memahami Tradisi ‘Menusuk Diri’ Saat Trans Sakral di Bali

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Bali dikenal dengan budayanya yang kaya, mulai dari tarian yang indah hingga upacara keagamaan yang khusyuk. Di antara ritual tersebut, terdapat satu tradisi yang paling ekstrem dan sering disalahpahami, yaitu Ngurek atau Ngunying. Ini adalah ritual di mana pesertanya, dalam kondisi trans (kerauhan), mencoba menusukkan keris ke tubuh mereka sendiri. Penting untuk dipahami, Ngurek bukanlah […]

expand_less