Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Seni Tatah Sungging: Keindahan di Balik Wayang Kulit

Seni Tatah Sungging: Keindahan di Balik Wayang Kulit

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
  • visibility 221
  • comment 0 komentar

Seni Tatah Sungging adalah proses pembuatan wayang kulit yang sangat rumit dan membutuhkan keterampilan tingkat tinggi. Istilah ini merujuk pada dua tahapan utama: tatah (memahat atau mengukir) dan sungging (mewarnai atau melukis). Tanpa kedua proses ini, wayang kulit tidak akan memiliki detail yang indah dan karakter yang kuat seperti yang kita kenal. Seni ini adalah warisan adiluhung yang menunjukkan kehalusan budaya Jawa.

Tahap pertama, Tatah, adalah proses mengukir lembaran kulit kerbau yang sudah dihaluskan. Alat yang digunakan adalah pahat kecil dengan berbagai bentuk dan ukuran. Pahat ini digunakan untuk membuat lubang-lubang kecil yang membentuk pola-pola rumit, seperti ukiran pada pakaian tokoh, motif-motif hiasan, dan detail wajah. Proses ini membutuhkan ketelitian luar biasa dan kesabaran tinggi, karena satu kesalahan kecil bisa merusak seluruh lembaran kulit.

Setelah proses memahat selesai, dilanjutkan dengan tahap Sungging. Pada tahap ini, seniman mulai mewarnai wayang dengan pewarna tradisional. Setiap warna memiliki maknanya sendiri, mencerminkan watak dan kepribadian tokoh wayang. Misalnya, warna emas sering digunakan untuk tokoh raja atau kesatria yang bijaksana, sementara warna merah untuk tokoh yang berani atau angkuh. Proses melukis ini sangat detail, karena seniman harus menghidupkan karakter hanya dengan sapuan kuas.

Kombinasi antara goresan pahat yang tajam dan sapuan warna yang halus inilah yang menjadikan wayang kulit bukan hanya sebagai alat pertunjukan, tetapi juga sebagai sebuah karya seni rupa yang bernilai tinggi. Seni Tatah Sungging tidak hanya sekadar membuat wayang, tetapi juga mentransformasi selembar kulit menjadi sosok-sosok legendaris yang akan hidup di balik layar kelir.

Saat ini, seni Tatah Sungging terus dilestarikan oleh para pengrajin di berbagai daerah, seperti Yogyakarta dan Solo. Mereka adalah penjaga tradisi yang memastikan bahwa keindahan wayang kulit akan terus dinikmati oleh generasi mendatang.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih dari Sekadar Olahraga: Manfaat Aktivitas Fisik untuk Tubuh dan Pikiran

    Lebih dari Sekadar Olahraga: Manfaat Aktivitas Fisik untuk Tubuh dan Pikiran

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Seringkali kita menganggap aktivitas fisik hanyalah tentang membakar kalori atau membentuk otot. Padahal, manfaatnya jauh melampaui itu. Bergerak secara teratur adalah investasi penting bagi kesehatan fisik dan mental kita secara menyeluruh. Ini bukan sekadar olahraga, melainkan gaya hidup yang membawa dampak positif tak terhingga. Secara fisik, aktivitas seperti berlari, berenang, bersepeda, atau bahkan berjalan kaki […]

  • Ruwatan: Ritual Penyucian Diri dan Tolak Bala dalam Kebudayaan Jawa

    Ruwatan: Ritual Penyucian Diri dan Tolak Bala dalam Kebudayaan Jawa

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 1.179
    • 0Komentar

    Dalam khazanah kebudayaan Jawa yang kaya, terdapat sebuah ritual mendalam yang dikenal sebagai Ruwatan. Tradisi ini merupakan upacara penyucian diri yang bertujuan untuk membersihkan seseorang dari nasib buruk, kesialan, atau sukerta (noda spiritual), serta sebagai sarana tolak bala. Hingga kini, Ruwatan masih menjadi bagian penting dari spiritualitas masyarakat Jawa, diwariskan dari generasi ke generasi sebagai […]

  • Psikologi Positif dan Inovasi: Mengembangkan Kesejahteraan Individu dan Komunitas

    Psikologi Positif dan Inovasi: Mengembangkan Kesejahteraan Individu dan Komunitas

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika kehidupan modern yang penuh tekanan, psikologi positif hadir sebagai pendekatan yang berfokus pada pengembangan potensi dan kesejahteraan individu. Bukan hanya tentang mengatasi masalah, psikologi positif menggali kekuatan, emosi positif, makna hidup, hubungan yang sehat, dan pencapaian untuk meningkatkan kualitas hidup secara holistik. Ketika dipadukan dengan semangat inovasi, dampaknya bisa meluas hingga menciptakan […]

  • Menavigasi Etika dalam Inovasi: Menetapkan Batasan dan Tanggung Jawab

    Menavigasi Etika dalam Inovasi: Menetapkan Batasan dan Tanggung Jawab

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, inovasi telah menjadi mesin penggerak utama perubahan global. Dari kecerdasan buatan (AI) hingga bioteknologi, terobosan baru menjanjikan solusi untuk tantangan terbesar umat manusia. Namun, di balik potensi cemerlang tersebut, tersimpan pertanyaan krusial: Di manakah batasannya? Di sinilah etika dalam inovasi berperan sebagai kompas moral untuk memastikan kemajuan tidak mengorbankan nilai-nilai […]

  • Kesiapan Indonesia Menghadapi Resesi Global: Analisis Fundamental

    Kesiapan Indonesia Menghadapi Resesi Global: Analisis Fundamental

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Isu resesi global terus menjadi perhatian, dan pertanyaan krusialnya adalah: seberapa siap Indonesia menghadapinya? Analisis fundamental ekonomi saat ini memberikan gambaran yang beragam. Beberapa indikator menunjukkan ketahanan, sementara tantangan juga tetap membayangi. Dari sisi positif, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa kuartal terakhir relatif stabil, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan investasi yang mulai menggeliat, […]

  • Gentrifikasi: Dilema Pembangunan Kota yang Menggusur Warga Lokal

    Gentrifikasi: Dilema Pembangunan Kota yang Menggusur Warga Lokal

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sebuah kawasan kota yang tadinya sepi tiba-tiba ramai dengan kafe-kafe trendi, butik modern, dan ruang seni. Tampilannya menjadi lebih bersih, aman, dan menarik. Fenomena inilah yang disebut gentrifikasi: proses transformasi sebuah lingkungan dari yang semula dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kawasan bagi kelas menengah ke atas. Namun, di balik wajah baru yang gemerlap, tersimpan […]

expand_less