Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Nuklir di Indonesia: Arah Kebijakan Energi Atom Nasional di Tahun 2025

Nuklir di Indonesia: Arah Kebijakan Energi Atom Nasional di Tahun 2025

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
  • visibility 112
  • comment 0 komentar

Memasuki tahun 2025, Indonesia berada di persimpangan jalan dalam menentukan masa depan sumber energinya. Dengan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 dan kebutuhan energi yang terus meningkat, diskusi mengenai kebijakan nasional tentang energi nuklir dan uranium menjadi semakin relevan. Pemerintah terus mengkaji potensi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai salah satu solusi energi bersih.

Dasar hukum utama pemanfaatan energi nuklir di Indonesia adalah Undang-Undang No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran. Regulasi ini secara tegas memisahkan fungsi promosi dan penelitian dari fungsi pengawasan. Fungsi penelitian dan pengembangan (R&D) kini dijalankan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sementara fungsi pengawasan keamanan, keselamatan, dan perizinan dilakukan oleh lembaga independen, yaitu Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).

Secara resmi, posisi energi nuklir dalam bauran energi nasional diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). Dalam dokumen ini, nuklir ditetapkan sebagai “opsi terakhir” (last resort). Artinya, PLTN baru akan dikembangkan jika opsi energi terbarukan lainnya terbukti tidak mampu memenuhi target permintaan energi nasional.

Meskipun demikian, wacana untuk merevisi status “opsi terakhir” ini terus menguat. Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan sedang aktif melakukan studi kelayakan di beberapa lokasi potensial, seperti di Kalimantan Barat dan Bangka Belitung. Tantangan utamanya tetap pada tiga aspek krusial: tingginya biaya investasi awal, isu keselamatan dan pengelolaan limbah, serta penerimaan masyarakat (akseptasi publik).

Sebagai kesimpulan, kebijakan energi nuklir Indonesia pada tahun 2025 berada dalam fase transisi yang dinamis. Walaupun status “opsi terakhir” masih berlaku secara formal, tekanan untuk mencapai ketahanan energi dan target iklim mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan energi atom secara lebih serius. Keputusan akhir untuk membangun PLTN pertama di Indonesia akan sangat bergantung pada hasil studi komprehensif dan dialog publik yang terbuka.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wayang Golek: Boneka Kayu yang Menghidupkan Cerita Mahabarata

    Wayang Golek: Boneka Kayu yang Menghidupkan Cerita Mahabarata

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Di Jawa Barat, seni pertunjukan Wayang Golek memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Lebih dari sekadar tontonan, boneka kayu yang berbusana indah ini menjadi medium penceritaan epik Mahabarata dan Ramayana, warisan budaya tak ternilai harganya. Keunikan Wayang Golek terletak pada bentuk bonekanya yang tiga dimensi, berbeda dengan wayang kulit yang pipih. Setiap karakter dalam Wayang […]

  • Manggokkal Holi: Mengenal Upacara Sakral Memuliakan Leluhur Suku Batak

    Manggokkal Holi: Mengenal Upacara Sakral Memuliakan Leluhur Suku Batak

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Bagi Suku Batak di Sumatera Utara, penghormatan terhadap leluhur (ompu) merupakan salah satu pilar utama kehidupan. Puncak dari penghormatan ini terwujud dalam sebuah upacara adat yang agung dan sakral, yaitu Manggokkal Holi. Tradisi ini adalah upacara pemakaman kedua, di mana tulang belulang para leluhur yang telah lama meninggal akan dibongkar untuk disemayamkan di tempat yang […]

  • Tradisi Sasi: Kearifan Lokal Maluku dalam Menjaga Alam

    Tradisi Sasi: Kearifan Lokal Maluku dalam Menjaga Alam

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Di tengah kekayaan alam Indonesia, tersimpan kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu, salah satunya adalah Tradisi Sasi dari Maluku. Sasi merupakan sebuah praktik adat yang mengatur pemanfaatan sumber daya alam, baik di laut maupun di darat, sebagai bentuk nyata upaya menjaga alam. Tradisi ini menjadi bukti bahwa masyarakat Maluku telah menerapkan konsep konservasi jauh […]

  • Crowdfunding Investasi: Cara Inovatif Membiayai Startup dan UMKM

    Crowdfunding Investasi: Cara Inovatif Membiayai Startup dan UMKM

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Bagi banyak startup dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, akses terhadap modal usaha seringkali menjadi tantangan utama. Namun, kini hadir sebuah solusi pendanaan modern yang menjembatani kesenjangan tersebut, yaitu crowdfunding investasi. Metode ini, yang di Indonesia secara resmi dikenal sebagai Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding atau […]

  • Neobank: Ancaman atau Peluang bagi Bank Konvensional?

    Neobank: Ancaman atau Peluang bagi Bank Konvensional?

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Kehadiran neobank di lanskap keuangan digital Indonesia telah memicu perdebatan sengit: apakah mereka merupakan ancaman serius yang dapat menggerus pasar bank konvensional, atau justru menjadi katalisator peluang dan inovasi? Jawabannya tidak hitam-putih, melainkan berada di persimpangan antara disrupsi dan kolaborasi. Neobank, yang beroperasi sepenuhnya secara digital tanpa cabang fisik, datang dengan proposisi nilai yang kuat. […]

  • Mengapa Ibadah Umrah Disebut Haji Kecil?

    Mengapa Ibadah Umrah Disebut Haji Kecil?

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Ibadah umrah seringkali disebut dengan julukan ‘haji kecil’ oleh umat Muslim di seluruh dunia. Sebutan ini tidak muncul tanpa alasan, melainkan karena kemiripan dalam beberapa tata cara ibadah antara umrah dan haji. Meskipun memiliki perbedaan yang signifikan, ada beberapa kesamaan mendasar yang menjadikan umrah sebagai miniatur dari ibadah haji. Kesamaan Rangkaian Ibadah Penyebutan ‘haji kecil’ […]

expand_less