Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Dari Konvensional ke Digital: Perjalanan LMKN dalam Mengelola Royalti

Dari Konvensional ke Digital: Perjalanan LMKN dalam Mengelola Royalti

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

Industri musik telah melewati transformasi besar dari era fisik ke era digital. Pergeseran ini juga menuntut Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) untuk ikut beradaptasi, melakukan perjalanan dari konvensional ke digital dalam mengelola royalti musik. Transisi ini adalah kunci bagi LMKN untuk tetap relevan dan efektif di masa kini.

Pada awalnya, pengelolaan royalti bersifat konvensional dan didominasi oleh penggunaan musik di media-media fisik dan ruang publik. Pengumpulan data royalti dilakukan secara manual, seringkali melalui survei lapangan dan laporan dari pengguna. Proses ini memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan, serta tidak mampu melacak penggunaan musik di ranah digital yang terus berkembang.

Seiring dengan munculnya layanan streaming, YouTube, dan media sosial, LMKN menyadari perlunya perubahan fundamental. Tantangan terbesar adalah bagaimana melacak jutaan putaran lagu secara akurat dan real-time. Menghadapi hal ini, LMKN mulai berinvestasi pada teknologi digital.

LMKN kini bekerja sama dengan berbagai penyedia teknologi untuk mengembangkan sistem pelacakan digital yang canggih. Sistem ini mengumpulkan data penggunaan musik secara otomatis dari berbagai platform, menganalisisnya, dan menghasilkan laporan yang akurat untuk dasar perhitungan royalti. Dengan teknologi ini, LMKN dapat memastikan bahwa setiap putaran lagu, baik di Spotify, TikTok, maupun platform lainnya, terhitung dan dihargai.

Pergeseran ini bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang transparansi dan akuntabilitas. Sistem digital memungkinkan LMKN untuk memberikan data yang lebih jelas kepada para pencipta dan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) lain. Dengan demikian, proses distribusi royalti menjadi lebih adil, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perjalanan LMKN dari konvensional ke digital adalah bukti komitmen mereka untuk terus beradaptasi dengan zaman. Ini adalah langkah krusial yang memastikan bahwa industri musik Indonesia memiliki masa depan yang cerah, di mana setiap karya dihargai secara akurat di era teknologi.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Modus Penipuan Jasa Pijat Panggilan yang Menipu di Indonesia

    Waspada Modus Penipuan Jasa Pijat Panggilan yang Menipu di Indonesia

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Jasa pijat panggilan menjadi pilihan praktis bagi banyak orang di Indonesia yang ingin relaksasi tanpa harus keluar rumah. Namun, sayangnya, popularitas layanan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Berbagai modus penipuan jasa pijat panggilan bisa merugikan Anda, mulai dari kerugian finansial hingga potensi risiko keamanan. Penting untuk mengenali taktik mereka […]

  • Rumah Pohon Molenteng: Spot Foto Ikonik dengan Latar Belakang Pulau Seribu

    Rumah Pohon Molenteng: Spot Foto Ikonik dengan Latar Belakang Pulau Seribu

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Rumah Pohon Molenteng, atau yang sering disebut juga Batu Rumah Pohon, telah menjadi salah satu ikon wisata paling populer di Nusa Penida. Daya tarik utamanya bukan hanya struktur rumah pohonnya yang unik, tetapi juga pemandangan spektakuler Pulau Seribu yang terhampar luas di depannya. Tempat ini adalah surga bagi para fotografer dan siapa saja yang ingin […]

  • Subsidi dan Pajak: Instrumen Kebijakan dalam Sektor Uranium

    Subsidi dan Pajak: Instrumen Kebijakan dalam Sektor Uranium

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Seperti sektor energi lainnya, industri uranium dipengaruhi oleh berbagai instrumen kebijakan fiskal, termasuk subsidi dan pajak. Pemerintah di berbagai negara menggunakan alat-alat ini untuk mendorong pengembangan, mengatur operasional, atau mengelola dampak eksternal dari penambangan dan pemanfaatan uranium. Pemahaman tentang dinamika subsidi dan pajak sangat penting untuk menganalisis daya tarik investasi dan keberlanjutan sektor ini. Subsidi […]

  • Dahau: Kemeriahan Pesta Adat Besar Suku Dayak di Kalimantan Timur

    Dahau: Kemeriahan Pesta Adat Besar Suku Dayak di Kalimantan Timur

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Kalimantan Timur menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya tercermin dalam tradisi Dahau. Bagi Suku Dayak, Dahau bukanlah sekadar pesta biasa, melainkan sebuah perayaan adat besar yang memiliki makna mendalam dan melibatkan seluruh komunitas. Kemeriahannya menjadi simbol persatuan, syukur, dan pelestarian warisan leluhur. Secara harfiah, Dahau dapat diartikan sebagai pesta besar atau perayaan penting. […]

  • Robot Kurir Otonom Lokal: Solusi Inovatif Pengiriman Barang di Tengah Padatnya Jakarta!

    Robot Kurir Otonom Lokal: Solusi Inovatif Pengiriman Barang di Tengah Padatnya Jakarta!

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jakarta, kota metropolitan yang selalu sibuk, menghadapi tantangan besar dalam hal pengiriman barang. Kemacetan yang tak terhindarkan seringkali membuat proses pengiriman menjadi lambat dan tidak efisien. Namun, kini hadir solusi inovatif: robot kurir otonom lokal. Robot kurir otonom ini dirancang khusus untuk menavigasi jalanan Jakarta yang padat. Dengan teknologi canggih seperti sensor dan GPS, robot […]

  • Jejak Jalur Rempah: Kekayaan Rasa dalam Setiap Masakan Nusantara

    Jejak Jalur Rempah: Kekayaan Rasa dalam Setiap Masakan Nusantara

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Indonesia, dahulu kala dikenal sebagai “Kepulauan Rempah”, adalah pusat dari perdagangan rempah global yang legendaris, dikenal sebagai Jalur Rempah. Jejak peradaban ini tidak hanya membentuk sejarah dan budaya, tetapi juga mengukir identitas kuat dalam setiap sendi masakan Nusantara. Rempah-rempah seperti cengkeh, pala, lada, dan kayu manis bukan sekadar bumbu, melainkan pahlawan di balik kekayaan rasa […]

expand_less