Jumat, 19 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Kurva Phillips: Adakah Hubungan Terbalik Antara Inflasi dan Pengangguran?

Kurva Phillips: Adakah Hubungan Terbalik Antara Inflasi dan Pengangguran?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Dalam dunia kebijakan ekonomi, salah satu perdebatan paling klasik adalah hubungan antara inflasi dan pengangguran. Teori fundamental yang membahas dilema ini adalah Kurva Phillips. Diperkenalkan oleh ekonom A.W. Phillips, teori ini pada awalnya menunjukkan adanya hubungan terbalik yang stabil antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran.

Secara sederhana, Kurva Phillips menyatakan bahwa untuk mencapai tingkat pengangguran yang lebih rendah, sebuah negara mungkin harus menerima tingkat inflasi yang lebih tinggi, dan sebaliknya. Logikanya, ketika pemerintah atau bank sentral mendorong pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi pengangguran, permintaan agregat akan meningkat. Perusahaan akan merekrut lebih banyak pekerja, namun permintaan yang kuat ini juga akan mendorong kenaikan upah dan harga barang, yang memicu inflasi.

Namun, apakah hubungan ini masih relevan? Pengalaman sejarah, terutama pada era 1970-an, menantang teori ini. Dunia menyaksikan fenomena stagflasi, di mana tingkat inflasi dan pengangguran sama-sama tinggi, sesuatu yang seharusnya tidak mungkin menurut Kurva Phillips versi awal. Para ekonom kemudian menyadari peran krusial dari ekspektasi inflasi.

Pada praktiknya, hubungan terbalik ini lebih sering berlaku dalam jangka pendek. Jika masyarakat dan pekerja mulai mengantisipasi inflasi tinggi di masa depan, mereka akan menuntut kenaikan upah yang lebih tinggi, yang dapat menghilangkan “keuntungan” inflasi dalam mengurangi pengangguran. Akibatnya, dalam jangka panjang, banyak ekonom percaya bahwa Kurva Phillips berbentuk vertikal pada tingkat pengangguran alamiah.

Jadi, adakah hubungan terbalik? Ya, namun hanya sebagai sebuah trade-off jangka pendek bagi para pembuat kebijakan. Kurva Phillips tetap menjadi alat analisis penting, namun dengan pemahaman bahwa ia bukanlah hukum besi, melainkan sebuah hubungan dinamis yang sangat dipengaruhi oleh ekspektasi publik.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modus Pinjaman Online Ilegal yang Bikin Sengsara: Waspada Jebakan Kredit Digital

    Modus Pinjaman Online Ilegal yang Bikin Sengsara: Waspada Jebakan Kredit Digital

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Pinjaman online (pinjol) menawarkan kemudahan akses dana cepat. Namun, di tengah populernya layanan ini, menjamur pula pinjaman online ilegal yang meresahkan. Modus operandi mereka yang licik sering kali menjebak korban dalam lilitan utang tak berkesudahan, bahkan sampai mengganggu privasi dan keamanan data pribadi. Mengetahui ciri-ciri dan modus pinjol ilegal adalah kunci untuk menghindari jebakan yang […]

  • Geopolitik dan Pengaruhnya pada Pasar Keuangan Global: Memahami Hubungannya

    Geopolitik dan Pengaruhnya pada Pasar Keuangan Global: Memahami Hubungannya

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Di dunia yang saling terhubung, geopolitik bukan lagi sekadar isu politik, tetapi telah menjadi faktor krusial yang membentuk arah pasar keuangan global. Stabilitas atau ketidakpastian yang lahir dari hubungan antarnegara dapat memicu gelombang kejut yang dirasakan oleh investor di seluruh dunia, mulai dari pasar saham hingga nilai tukar mata uang. Pengaruh utama geopolitik terasa melalui […]

  • Inovasi Mode: Fashion Berkelanjutan dan Wearable Tech

    Inovasi Mode: Fashion Berkelanjutan dan Wearable Tech

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Industri mode saat ini berada di persimpangan jalan, didorong oleh dua gelombang inovasi utama: fashion berkelanjutan dan wearable tech. Kedua tren ini merefleksikan kesadaran yang meningkat akan dampak lingkungan dan potensi integrasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara kita berpakaian. Fashion berkelanjutan muncul sebagai respons terhadap dampak negatif industri mode terhadap lingkungan, seperti limbah tekstil, […]

  • Energi Gelombang Laut: Potensi Tersembunyi Energi Bersih

    Energi Gelombang Laut: Potensi Tersembunyi Energi Bersih

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi energi gelombang laut yang sangat besar namun belum termanfaatkan secara optimal. Energi gelombang laut adalah bentuk energi terbarukan yang dihasilkan dari pergerakan naik turun gelombang air laut. Pemanfaatannya dapat menjadi solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan […]

  • Rumah Pohon Molenteng: Spot Foto Ikonik dengan Latar Belakang Pulau Seribu

    Rumah Pohon Molenteng: Spot Foto Ikonik dengan Latar Belakang Pulau Seribu

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Rumah Pohon Molenteng, atau yang sering disebut juga Batu Rumah Pohon, telah menjadi salah satu ikon wisata paling populer di Nusa Penida. Daya tarik utamanya bukan hanya struktur rumah pohonnya yang unik, tetapi juga pemandangan spektakuler Pulau Seribu yang terhampar luas di depannya. Tempat ini adalah surga bagi para fotografer dan siapa saja yang ingin […]

  • PPATK dan Kejahatan Lingkungan: Melacak Aliran Dana Ilegal Logging

    PPATK dan Kejahatan Lingkungan: Melacak Aliran Dana Ilegal Logging

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kejahatan lingkungan, seperti illegal logging (pembalakan liar), tidak hanya merusak alam tetapi juga menghasilkan aliran dana ilegal yang besar.  Uang haram ini kemudian dicuci melalui sistem keuangan untuk menyamarkan asal-usulnya. Di sinilah PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) berperan penting sebagai intelijen keuangan yang membantu aparat penegak hukum menelusuri dan membongkar jaringan kejahatan lingkungan. […]

expand_less