Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Dilema Tahanan: Mengapa Kerjasama Sulit Terwujud di Dunia Bisnis

Dilema Tahanan: Mengapa Kerjasama Sulit Terwujud di Dunia Bisnis

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
  • visibility 60
  • comment 0 komentar

Dilema Tahanan (Prisoner’s Dilemma) adalah konsep sentral dalam teori permainan yang secara brilian menggambarkan mengapa dua individu atau entitas rasional, meskipun akan mendapat hasil yang lebih baik jika mereka bekerja sama, seringkali memilih untuk mengkhianati satu sama lain demi keuntungan pribadi. Dilema ini menyoroti konflik antara kepentingan individu dan kepentingan kolektif. Konsep ini memiliki banyak contoh nyata dalam dunia bisnis dan ekonomi.

Konsep Dasar Dilema Tahanan

Bayangkan dua tahanan ditangkap karena kejahatan ringan. Mereka diinterogasi di ruang terpisah dan diberikan pilihan:

Jika keduanya bungkam: Mereka akan dihukum ringan (misalnya, 1 tahun penjara). Ini adalah hasil terbaik bagi keduanya.

Jika salah satu mengkhianati (bersaksi) dan yang lain bungkam: Pengkhianat akan dibebaskan, sementara yang bungkam akan dihukum berat (misalnya, 10 tahun penjara).

Jika keduanya saling mengkhianati: Keduanya akan dihukum sedang (misalnya, 5 tahun penjara).

Dari sudut pandang rasional, setiap tahanan akan berpikir: “Jika dia bungkam, lebih baik aku mengkhianati agar bebas. Jika dia mengkhianati, lebih baik aku juga mengkhianati agar hukuman tidak terlalu berat.” Hasilnya, meskipun opsi terbaik bagi keduanya adalah bungkam, mereka berdua akan saling mengkhianati.

Contoh Nyata dalam Dunia Bisnis

Dilema Iklan: Bayangkan dua perusahaan smartphone yang bersaing ketat. Jika keduanya tidak beriklan, mereka bisa menghemat biaya dan mendapatkan keuntungan yang optimal. Namun, jika salah satu beriklan, ia bisa menarik pelanggan pesaing dan mendapatkan keuntungan lebih. Ini mendorong keduanya untuk beriklan, yang pada akhirnya membuat keuntungan keduanya berkurang karena biaya promosi.

Strategi Harga: Dua toko ritel yang menjual produk serupa berada dalam dilema harga. Jika keduanya menjaga harga tetap tinggi, mereka bisa sama-sama untung. Namun, ada godaan bagi salah satu toko untuk menurunkan harga, berharap menarik semua pelanggan dari pesaing. Akibatnya, toko pesaing juga akan menurunkan harga, memicu perang harga yang akhirnya merugikan kedua belah pihak.

Perjanjian Kartel: Beberapa perusahaan mungkin setuju untuk membatasi produksi untuk menaikkan harga. Namun, ada insentif besar bagi setiap perusahaan untuk diam-diam melanggar perjanjian dan memproduksi lebih banyak untuk keuntungan ekstra. Jika semua orang berpikir demikian, perjanjian akan runtuh dan harga akan kembali normal.

Dilema Tahanan mengajarkan kita bahwa dalam persaingan, kepercayaan dan kerja sama sulit untuk dipertahankan, bahkan ketika itu adalah pilihan yang paling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Green Finance: Membiayai Transisi Ekonomi Berkelanjutan

    Green Finance: Membiayai Transisi Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin mendesak pada tahun 2025 di Indonesia, konsep Green Finance atau Keuangan Hijau muncul sebagai solusi krusial. Green Finance merujuk pada dukungan finansial untuk investasi dan proyek-proyek yang memberikan manfaat lingkungan dan mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon. Tujuannya adalah untuk mengarahkan […]

  • Bitcoin Hari Ini: Kejutan Harga dan Peluang Investasi”

    Bitcoin Hari Ini: Kejutan Harga dan Peluang Investasi”

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Harga Bitcoin terus bergerak dinamis. Update terbaru menunjukkan fluktuasi yang menarik, menciptakan peluang bagi investor. Meskipun pasar kripto dikenal volatil, Bitcoin tetap menjadi primadona. Mengapa berinvestasi di Bitcoin? Potensi Keuntungan:ย Harga Bitcoin telah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Diversifikasi Portofolio:ย Bitcoin dapat menjadi aset alternatif untuk mengurangi risiko investasi. Akses Global:ย Transaksi Bitcoin tidak mengenal batas […]

  • Karungut: Sastra Lisan Suku Dayak Ngaju

    Karungut: Sastra Lisan Suku Dayak Ngaju

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Karungut adalah salah satu bentuk sastra lisan yang sangat berharga dan merupakan bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Lebih dari sekadar lagu, Karungut adalah syair yang diiringi petikan alat musik kecapi dan mengandung narasi mendalam tentang sejarah, adat istiadat, kearifan lokal, hingga kisah-kisah kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak. Fungsi Karungut sangat […]

  • Desain Generatif: Ketika Kecerdasan Buatan Menjadi Mitra Kreatif Desainer

    Desain Generatif: Ketika Kecerdasan Buatan Menjadi Mitra Kreatif Desainer

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Dunia desain kini diramaikan oleh kehadiran teknologi desain generatif. Bukan lagi sekadar alat bantu, kecerdasan buatan (AI) bertransformasi menjadi mitra kolaboratif bagi para desainer, membuka kemungkinan eksplorasi ide yang belum pernah terbayangkan sebelumnya dan mempercepat proses kreasi. Desain generatif memanfaatkan algoritma AI untuk menghasilkan berbagai solusi desain berdasarkan parameter dan batasan yang ditentukan oleh desainer. […]

  • Ngejot di Bali: Indahnya Tradisi Berbagi Makanan Perekat Toleransi

    Ngejot di Bali: Indahnya Tradisi Berbagi Makanan Perekat Toleransi

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai-nilai budayanya yang luhur dan menyentuh. Salah satu tradisi yang paling mencerminkan keharmonisan sosialnya adalah Ngejot, sebuah praktik berbagi makanan antar tetangga yang hangat, terutama saat menyambut hari raya besar seperti Galungan, Kuningan, dan Nyepi. Makna di Balik Tradisi Ngejot Secara harfiah, Ngejot berarti “memberi” atau […]

  • Memahami Kecerdasan Buatan (AI): Lebih dari Sekadar Film Fiksi Ilmiah

    Memahami Kecerdasan Buatan (AI): Lebih dari Sekadar Film Fiksi Ilmiah

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir. Seringkali digambarkan dalam film fiksi ilmiah sebagai robot canggih yang mengambil alih dunia, kenyataannya AI jauh lebih kompleks dan memiliki potensi besar untuk mengubah cara kita hidup dan bekerja. Artikel ini akan membahas inovasi di bidang AI, membantu Anda memahami apa itu AI, bagaimana […]

expand_less