Jumat, 6 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ekonomi Kriminalitas: Apakah Kemiskinan Mendorong Tindak Kejahatan?

Ekonomi Kriminalitas: Apakah Kemiskinan Mendorong Tindak Kejahatan?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

Hubungan antara kemiskinan dan tingkat kejahatan sering dianggap sederhana: orang miskin terpaksa berbuat jahat untuk bertahan hidup. Namun, bidang Ekonomi Kriminalitas menawarkan pandangan yang lebih terstruktur, melihat pelaku kejahatan sebagai individu rasional yang menimbang untung dan rugi.

Dipopulerkan oleh pemenang Nobel Gary Becker, pendekatan ini berpendapat bahwa seseorang akan melakukan tindak kejahatan jika ekspektasi keuntungan dari kejahatan tersebut (misalnya, nilai barang curian) lebih besar daripada ekspektasi biayanya (risiko tertangkap dikalikan dengan beratnya hukuman). Di sinilah peran kemiskinan menjadi krusial dalam mengubah kalkulasi tersebut.

Bagi seseorang dengan pekerjaan stabil dan pendapatan yang layak, “biaya peluang” (opportunity cost) dari melakukan kejahatan sangatlah tinggi. Mereka mempertaruhkan gaji, reputasi, dan masa depan mereka. Sebaliknya, bagi individu yang hidup dalam kemiskinan, tanpa pekerjaan atau prospek yang jelas, biaya peluang untuk berbuat kriminal sangatlah rendah. Mereka memiliki sedikit hal untuk dipertaruhkan, sehingga potensi keuntungan dari kejahatan menjadi relatif lebih menarik.

Dengan kata lain, kemiskinan tidak secara langsung memaksa seseorang menjadi penjahat. Sebaliknya, kemiskinan menciptakan kondisi di mana insentif untuk melakukan tindakan ilegal menjadi lebih tinggi karena rendahnya “biaya” jika mereka meninggalkan jalur yang sah.

Analisis ini mengarah pada dua sisi solusi yang saling melengkapi. Pertama, meningkatkan “biaya” kejahatan melalui penegakan hukum yang efektif dan kepastian hukuman. Kedua, dan yang lebih fundamental, adalah meningkatkan “keuntungan” dari kehidupan yang jujur. Ini dapat dicapai melalui kebijakan ekonomi yang fokus pada:

* Penciptaan lapangan kerja yang layak.

* Peningkatan akses terhadap pendidikan dan pelatihan keterampilan.

* Jaring pengaman sosial yang efektif.

Jadi, apakah kemiskinan mendorong kejahatan? Jawabannya lebih kompleks dari sekadar β€˜ya’. Kemiskinan menciptakan lahan subur bagi kriminalitas dengan mengubah kalkulasi untung-rugi. Oleh karena itu, kebijakan anti-kejahatan yang paling efektif harus berjalan seiring dengan kebijakan ekonomi yang pro-kesejahteraan dan inklusif.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjelajahi Nusa Ceningan: Pesona Blue Lagoon & Ikoniknya Jembatan Kuning

    Menjelajahi Nusa Ceningan: Pesona Blue Lagoon & Ikoniknya Jembatan Kuning

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Terjepit di antara hiruk pikuk Nusa Lembongan dan keagungan Nusa Penida, terletak sebuah permata tersembunyi bernama Nusa Ceningan. Pulau terkecil dari tiga bersaudara ini menawarkan pesona petualangan yang unik, dengan dua ikon utamanya adalah Blue Lagoon yang memukau dan Jembatan Kuning yang fotogenik. Wisata Nusa Ceningan sering kali dimulai dengan menyeberangi jembatan ikoniknya. Mari kita […]

  • Panduan Lengkap Umrah: Persiapan, Pelaksanaan, hingga Kepulangan

    Panduan Lengkap Umrah: Persiapan, Pelaksanaan, hingga Kepulangan

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Mabrur dan penuh berkah, itulah harapan setiap Muslim yang menunaikan ibadah umrah. Namun, perjalanan suci ini membutuhkan persiapan matang, pemahaman yang benar, dan pelaksanaan yang khusyuk. Artikel ini akan memandu Anda secara lengkap, mulai dari persiapan hingga kembali ke tanah air. 1. Persiapan Sebelum Berangkat Persiapan adalah kunci kelancaran ibadah umrah. Langkah pertama adalah memilih […]

  • De Djawatan Benculuk: Hutan Trembesi Tua Seperti di Film “Lord of the Rings”

    De Djawatan Benculuk: Hutan Trembesi Tua Seperti di Film “Lord of the Rings”

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Banyuwangi memang tak ada habisnya menyuguhkan keindahan alam yang unik. Salah satu destinasi yang kini menjadi primadona adalah De Djawatan Benculuk. Tempat ini bukan sekadar hutan biasa, melainkan sebuah kawasan konservasi dengan pemandangan sureal yang sering disamakan dengan latar tempat di film fantasi epik seperti Lord of the Rings. Begitu memasuki area De Djawatan, pengunjung […]

  • Brown Canyon Semarang: Pesona Grand Canyon Versi Lokal

    Brown Canyon Semarang: Pesona Grand Canyon Versi Lokal

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jika Anda membayangkan tebing-tebing megah berwarna cokelat kemerahan yang menjulang tinggi, tak perlu jauh-jauh ke Arizona, Amerika. Di Semarang, Jawa Tengah, terdapat sebuah destinasi yang dijuluki “Grand Canyon-nya Semarang” atau Brown Canyon. Tempat ini bukanlah fenomena alam murni, melainkan bekas galian tambang yang telah beroperasi selama bertahun-tahun, membentuk tebing-tebing unik yang memukau. Terletak di daerah […]

  • Seni Wayang Beber: Pertunjukan Gambar Tertua di Indonesia

    Seni Wayang Beber: Pertunjukan Gambar Tertua di Indonesia

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Wayang Beber adalah salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional tertua di Indonesia, yang bahkan mendahului wayang kulit. Seni ini begitu unik karena tidak menggunakan boneka, melainkan lembaran-lembaran kain yang digambar dan dibeberkan (dibentangkan) satu per satu. Setiap lembar gambar menceritakan satu adegan, dan dalang akan menggulung dan membentangkan gulungan kain tersebut seiring dengan alur cerita. […]

  • Pantun: Puisi Lama yang Tak Lekang oleh Zaman

    Pantun: Puisi Lama yang Tak Lekang oleh Zaman

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Jalan-jalan ke pasar baru, jangan lupa membeli kain.” Kalimat pembuka yang akrab di telinga ini adalah ciri khas dari Pantun, salah satu bentuk puisi lama paling populer di Nusantara. Sebagai warisan sastra lisan Melayu, pantun telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Indonesia dan sekitarnya, terbukti tak lekang oleh perkembangan zaman. Keunikan pantun terletak pada strukturnya […]

expand_less