Minggu, 22 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Elastisitas Harga: Mengapa Diskon Besar Tidak Selalu Meningkatkan Pendapatan?

Elastisitas Harga: Mengapa Diskon Besar Tidak Selalu Meningkatkan Pendapatan?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
  • visibility 74
  • comment 0 komentar

Setiap pemilik usaha pasti pernah tergoda untuk memberikan diskon besar-besaran dengan harapan dapat menarik banyak pembeli dan mendongkrak pendapatan. Namun, sering kali hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Alih-alih untung, pendapatan justru stagnan atau bahkan menurun. Mengapa strategi ‘banting harga’ ini bisa gagal? Jawabannya terletak pada konsep ekonomi bernama Elastisitas Harga.

Secara sederhana, elastisitas harga adalah sebuah ukuran untuk melihat seberapa sensitif jumlah permintaan suatu produk terhadap perubahan harganya. Konsep ini membantu kita memahami perilaku konsumen dan terbagi menjadi dua kategori utama:

* Permintaan Elastis: Terjadi pada barang yang permintaannya sangat responsif terhadap perubahan harga. Biasanya ini adalah barang mewah, barang yang memiliki banyak pengganti (substitusi), atau barang yang tidak terlalu mendesak. Contohnya tiket liburan atau tas branded. Untuk produk seperti ini, sedikit saja penurunan harga (diskon) bisa menyebabkan lonjakan permintaan yang sangat besar.

* Permintaan Inelastis: Terjadi pada barang yang permintaannya tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan harga. Ini adalah barang-barang kebutuhan pokok yang harus dibeli, seperti beras, bensin, atau obat resep. Meskipun harganya naik atau turun drastis, jumlah yang dibeli orang cenderung tidak banyak berubah.

Di sinilah letak kunci jawabannya. Memberikan diskon besar untuk produk dengan permintaan elastis adalah strategi yang jitu. Lonjakan volume penjualan akan lebih dari cukup untuk menutupi harga jual yang lebih rendah, sehingga total pendapatan akan meningkat.

Sebaliknya, memberikan diskon untuk produk dengan permintaan inelastis adalah sebuah kesalahan. Konsumen akan membeli dalam jumlah yang hampir sama, tidak peduli seberapa besar diskonnya. Akibatnya, Anda hanya menjual barang dalam jumlah yang sama dengan harga lebih murah, sehingga total pendapatan justru akan turun.

Dengan memahami elastisitas harga, para pebisnis dapat membuat strategi penetapan harga yang lebih cerdas. Mereka bisa tahu kapan harus memberikan diskon dan kapan menaikkan harga untuk benar-benar memaksimalkan pendapatan, bukan malah menggerusnya.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahan Bakar Alternatif: Menuju Energi Masa Depan

    Bahan Bakar Alternatif: Menuju Energi Masa Depan

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Ketergantungan global pada bahan bakar fosil menimbulkan berbagai tantangan, mulai dari isu lingkungan seperti emisi gas rumah kaca hingga masalah ketahanan energi. Di Indonesia, sebagai negara dengan sumber daya alam yang beragam, pengembangan dan pemanfaatan bahan bakar alternatif menjadi semakin penting untuk mewujudkan energi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Berbagai jenis bahan bakar […]

  • Kota Cerdas: Inovasi untuk Kehidupan Urban yang Lebih Baik

    Kota Cerdas: Inovasi untuk Kehidupan Urban yang Lebih Baik

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Pertumbuhan populasi di perkotaan menghadirkan berbagai tantangan kompleks, mulai dari kemacetan lalu lintas, pengelolaan sampah yang efisien, hingga penyediaan layanan publik yang memadai. Konsep kota cerdas (smart city) hadir sebagai solusi inovatif yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan menciptakan lingkungan urban yang lebih berkelanjutan. Inti dari kota cerdas adalah integrasi teknologi informasi […]

  • Modus Pinjaman Online Ilegal yang Bikin Sengsara: Waspada Jebakan Kredit Digital

    Modus Pinjaman Online Ilegal yang Bikin Sengsara: Waspada Jebakan Kredit Digital

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pinjaman online (pinjol) menawarkan kemudahan akses dana cepat. Namun, di tengah populernya layanan ini, menjamur pula pinjaman online ilegal yang meresahkan. Modus operandi mereka yang licik sering kali menjebak korban dalam lilitan utang tak berkesudahan, bahkan sampai mengganggu privasi dan keamanan data pribadi. Mengetahui ciri-ciri dan modus pinjol ilegal adalah kunci untuk menghindari jebakan yang […]

  • Anatomi Gelembung Ekonomi (Economic Bubble): Dari Tulip Mania hingga Krisis 2008

    Anatomi Gelembung Ekonomi (Economic Bubble): Dari Tulip Mania hingga Krisis 2008

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Fenomena gelembung ekonomi (economic bubble) telah menghantui sejarah keuangan dunia selama berabad-abad. Intinya, gelembung ekonomi adalah situasi di mana harga suatu aset melonjak jauh melebihi nilai fundamentalnya, didorong oleh ekspektasi kenaikan harga lebih lanjut dan spekulasi yang irasional, sebelum akhirnya meletus dan menyebabkan penurunan harga yang tajam. Mari kita telaah anatominya, dari contoh klasik hingga […]

  • Desalinasi Inovatif: Solusi Air Bersih Global

    Desalinasi Inovatif: Solusi Air Bersih Global

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Krisis air bersih menjadi tantangan global yang semakin mendesak. Di berbagai belahan dunia, termasuk wilayah-wilayah kering dan pulau-pulau terpencil di Indonesia, akses terhadap air tawar yang aman dan terjangkau merupakan kebutuhan krusial. Desalinasi, proses menghilangkan garam dan mineral lain dari air laut atau air payau, muncul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini. Metode desalinasi […]

  • Profil Investor Indonesia: Siapa Mereka dan Apa yang Mereka Investasikan?

    Profil Investor Indonesia: Siapa Mereka dan Apa yang Mereka Investasikan?

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan jutaan investor baru yang bergabung setiap tahunnya. Fenomena ini telah mengubah wajah investor domestik secara signifikan. Lantas, seperti apa profil investor Indonesia saat ini dan produk investasi apa yang menjadi favorit mereka? Berdasarkan data terbaru Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per pertengahan 2025, lanskap […]

expand_less