LMKN dan Bisnis: Panduan Membayar Royalti untuk Usaha Kecil dan Menengah
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sen, 11 Agu 2025
- visibility 18
- comment 0 komentar

Bagi para pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, seperti kafe, restoran, toko, atau salon yang memutar musik, memahami kewajiban membayar royalti kepada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) adalah hal yang penting. Ini bukan hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap karya seni. Berikut adalah panduan sederhana untuk membantu UKM dalam membayar royalti dengan benar.
Mengapa UKM Wajib Membayar Royalti?
Setiap kali musik diputar di ruang publik untuk tujuan komersial, hal tersebut dianggap sebagai penggunaan hak cipta. Undang-Undang Hak Cipta mengatur bahwa pemilik hak cipta berhak atas kompensasi. LMKN adalah lembaga yang ditunjuk negara untuk mengelola hak ini dan mendistribusikannya kepada para pencipta dan pemilik hak terkait.
Bagaimana Cara Membayar Royalti melalui LMKN?
Identifikasi Kebutuhan Lisensi: Apakah bisnis Anda memutar musik sebagai latar belakang, hiburan langsung, atau keduanya? Jenis penggunaan akan mempengaruhi jenis lisensi yang dibutuhkan.
Hubungi LMKN atau LMK: LMKN bekerja sama dengan berbagai Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) seperti WAMI, KCI, dan lainnya. Anda bisa menghubungi langsung LMKN atau LMK yang relevan dengan jenis musik yang Anda gunakan. Informasi kontak biasanya tersedia di situs web resmi mereka.
Isi Formulir Permohonan Lisensi: Anda akan diminta mengisi formulir yang berisi informasi tentang bisnis Anda, jenis penggunaan musik, dan perkiraan frekuensi penggunaan.
Perhitungan Tarif Royalti: Tarif royalti untuk UKM biasanya disesuaikan dengan skala bisnis, jenis usaha, dan frekuensi penggunaan musik. LMKN dan LMK memiliki struktur tarif yang jelas dan transparan.
Pembayaran Royalti: Setelah tarif disepakati, Anda dapat melakukan pembayaran sesuai dengan metode yang disediakan. Pembayaran biasanya bisa dilakukan secara bulanan, per kuartal, atau tahunan.
Konfirmasi Lisensi: Setelah pembayaran diterima, Anda akan menerima konfirmasi lisensi yang sah dari LMKN atau LMK. Lisensi ini menjadi bukti bahwa bisnis Anda telah mematuhi peraturan hak cipta.
Pentingnya Membayar Royalti:
Membayar royalti bukan hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga mendukung ekosistem musik Indonesia. Dengan membayar royalti, Anda turut berkontribusi pada kesejahteraan para musisi dan pencipta lagu, sehingga mereka dapat terus berkarya dan menghasilkan musik yang kita nikmati. Selain itu, memiliki lisensi yang sah melindungi bisnis Anda dari potensi tuntutan hukum terkait pelanggaran hak cipta.
Dengan panduan ini, diharapkan para pemilik UKM dapat lebih memahami pentingnya dan cara membayar royalti musik melalui LMKN dengan mudah dan benar.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar