Rabu, 16 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Sejarah Angklung: Dari Ritual Pertanian hingga Panggung Dunia

Sejarah Angklung: Dari Ritual Pertanian hingga Panggung Dunia

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Angklung, alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu, memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan menarik, berawal dari ritual pertanian sederhana hingga memukau panggung-panggung dunia. Diakui oleh UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Tak Benda Kemanusiaan, angklung bukan hanya sekadar instrumen musik, tetapi juga cerminan dari nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Sunda.

Awal mula angklung erat kaitannya dengan kepercayaan dan ritual masyarakat agraris. Bunyi yang dihasilkan diyakini memiliki kekuatan magis untuk memanggil Dewi Sri (dewi padi) agar memberkahi kesuburan tanah dan hasil panen melimpah. Bentuk angklung pada masa itu mungkin masih sederhana, dimainkan dalam upacara-upacara seperti seren taun (panen raya).

Seiring waktu, angklung mengalami perkembangan bentuk dan fungsi. Pada masa Kerajaan Sunda, angklung menjadi bagian dari seni pertunjukan istana. Namun, esensinya sebagai alat musik komunal tetap terjaga. Cara memainkannya yang membutuhkan kerjasama dan harmoni antar pemain mencerminkan nilai gotong royong dalam masyarakat. Setiap angklung hanya menghasilkan satu atau dua nada, sehingga dibutuhkan ansambel untuk menciptakan melodi yang utuh.

Pada abad ke-20, tokoh musik Indonesia, Daeng Soetigna, mengembangkan angklung diatonis yang memungkinkan alat musik ini memainkan berbagai jenis musik modern. Inovasi ini membuka jalan bagi angklung untuk dikenal lebih luas, bahkan menembus batas negara. Kini, orkestra angklung dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, membawakan beragam genre musik dari tradisional hingga kontemporer.

Dari bunyi sederhana di ladang hingga melodi megah di gedung konser, sejarah angklung adalah kisah tentang evolusi budaya. Ia membuktikan bagaimana sebuah alat musik tradisional dapat terus relevan dan dicintai, menjadi duta seni dan simbol kebersamaan Indonesia di mata dunia.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Peran Lebah dalam Keberlanjutan Pertanian

    Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Peran Lebah dalam Keberlanjutan Pertanian

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Di balik setiap buah dan sayuran segar yang kita nikmati, ada pahlawan kecil bersayap yang bekerja tanpa lelah: lebah. Serangga penyerbuk ini memainkan peran krusial dalam keberlanjutan pertanian, menjadikannya fondasi utama ketahanan pangan global. Tanpa lebah, produksi banyak tanaman pangan penting akan terancam. Penyerbuk Alami yang Tak Tergantikan Lebah adalah agen penyerbuk utama bagi sekitar […]

  • Canggu: Ibukota Digital Nomad, Surfer, dan Kafe Sehat di Bali

    Canggu: Ibukota Digital Nomad, Surfer, dan Kafe Sehat di Bali

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Jika Anda mencari denyut nadi Bali yang paling modern dan dinamis, maka Canggu adalah jawabannya. Bergeser dari kemewahan Seminyak, Canggu menawarkan suasana yang lebih santai, kreatif, dan berjiwa muda. Dikelilingi sawah hijau yang bertemu dengan pantai berpasir hitam, kawasan ini telah mengukuhkan dirinya sebagai ibukota global bagi para digital nomad, peselancar, dan pencinta gaya hidup […]

  • Ulos Batak: Mengungkap Sejarah dan Simbolisme Kain Adat Suku Batak

    Ulos Batak: Mengungkap Sejarah dan Simbolisme Kain Adat Suku Batak

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Bagi Suku Batak di Sumatera Utara, sehelai kain bukan hanya penutup tubuh, melainkan identitas dan warisan budaya yang hidup. Itulah Ulos Batak, kain tenun tradisional yang kaya akan sejarah dan makna mendalam. Lebih dari sekadar pakaian adat, Ulos merupakan simbol restu, kasih sayang, dan status sosial yang tak ternilai harganya. Sejarah kain Ulos berawal dari […]

  • Mengenal LMKN: Jembatan Kesejahteraan Musisi dan Pencipta Lagu

    Mengenal LMKN: Jembatan Kesejahteraan Musisi dan Pencipta Lagu

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Di balik setiap lagu yang kita nikmati, ada jerih payah para musisi dan pencipta lagu. Namun, seringkali kesejahteraan mereka terabaikan, terutama dalam hal royalti. Di sinilah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) hadir sebagai jembatan penting untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi. LMKN adalah lembaga non-profit yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014. Fungsinya […]

  • Zero Trust Security: Paradigma Baru Keamanan Jaringan di Era Digital Indonesia

    Zero Trust Security: Paradigma Baru Keamanan Jaringan di Era Digital Indonesia

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Di tengah lanskap ancaman siber yang semakin canggih, pendekatan keamanan jaringan tradisional yang berfokus pada perimeter kini dianggap kurang efektif. Zero Trust Security hadir sebagai paradigma baru yang revolusioner, mengedepankan prinsip “jangan pernah percaya, selalu verifikasi” untuk melindungi aset digital organisasi di Indonesia. Menggeser Paradigma Keamanan Tradisional Model keamanan perimeter tradisional mengasumsikan bahwa semua yang […]

  • Analisis Citra Satelit: Memantau Kesehatan Tanaman dari Jarak Jauh

    Analisis Citra Satelit: Memantau Kesehatan Tanaman dari Jarak Jauh

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Di era pertanian modern, pemantauan kesehatan tanaman tidak lagi terbatas pada pengamatan langsung di lapangan. Dengan bantuan teknologi antariksa, kini petani dapat menggunakan analisis citra satelit untuk memantau kondisi lahan dan tanaman mereka dari jarak jauh. Teknologi ini menyediakan pandangan makro yang sangat berharga, memungkinkan petani untuk mengambil tindakan yang lebih cerdas dan tepat waktu. […]

expand_less