Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Memahami Shrinkflation: Kenapa Isi Produkmu Semakin Sedikit?

Memahami Shrinkflation: Kenapa Isi Produkmu Semakin Sedikit?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

Pernahkah kamu merasa ukuran biskuit favoritmu semakin kecil, atau jumlah keripik dalam kemasan berkurang, padahal harganya tidak berubah? Fenomena ini bukan sekadar perasaanmu, melainkan sebuah strategi ekonomi yang disebut shrinkflation. Ini adalah taktik yang digunakan produsen untuk mengatasi kenaikan biaya produksi dengan cara mengurangi kuantitas, berat, atau volume produk, alih-alih menaikkan harganya secara terang-terangan.

Secara harfiah, shrinkflation berasal dari gabungan kata “shrink” (menyusut) dan “inflation” (inflasi). Ini adalah bentuk inflasi tersembunyi. Daripada membuat konsumen kaget dengan harga baru yang lebih tinggi, produsen memilih langkah yang lebih halus. Perubahan kecil pada ukuran produk seringkali luput dari perhatian konsumen, terutama jika kemasan produk tetap sama atau hanya sedikit dimodifikasi.

Mengapa Produsen Melakukannya?

Ada beberapa alasan utama di balik praktik shrinkflation:

* Kenaikan Biaya Bahan Baku: Harga bahan baku, seperti gula, minyak, atau biji-bijian, seringkali berfluktuasi. Untuk menjaga margin keuntungan tanpa membebankan kenaikan harga yang signifikan kepada konsumen, produsen terpaksa mengurangi isi produk.

* Kenaikan Biaya Operasional: Biaya lain seperti upah pekerja, energi, dan transportasi juga bisa meningkat. Shrinkflation menjadi cara untuk menutupi biaya-biaya ini.

* Persaingan Pasar: Di pasar yang sangat kompetitif, menaikkan harga bisa membuat konsumen beralih ke merek lain. Dengan mempertahankan harga jual yang sama, produsen berharap bisa tetap bersaing.

Bagaimana Konsumen Menghadapinya?

Sebagai konsumen, cara terbaik untuk menghadapi shrinkflation adalah dengan menjadi lebih jeli dan teliti. Jangan hanya melihat harga, tapi perhatikan juga berat bersih atau jumlah produk per kemasan. Membaca label informasi nutrisi dan perbandingan harga per gram atau per unit bisa menjadi alat yang ampuh. Jika kamu melihat produk favoritmu mengalami shrinkflation, pertimbangkan untuk mencari merek alternatif yang mungkin menawarkan nilai lebih baik. Dengan kesadaran ini, kamu bisa membuat keputusan belanja yang lebih cerdas dan menghemat uang di tengah inflasi yang tersembunyi.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada! Penipuan Berkedok Permintaan Data untuk Bantuan Pemerintah

    Waspada! Penipuan Berkedok Permintaan Data untuk Bantuan Pemerintah

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif, program bantuan pemerintah sering menjadi harapan bagi banyak orang. Sayangnya, peluang ini juga dimanfaatkan oleh para penipu untuk melancarkan aksinya. Modus penipuan berkedok permintaan data untuk bantuan pemerintah menjadi salah satu yang paling sering terjadi, mengincar masyarakat yang sedang membutuhkan. Modus Penipuan yang Sering Terjadi Penipu biasanya beraksi melalui […]

  • Arti dan Makna Labbaik Allahumma Labbaik

    Arti dan Makna Labbaik Allahumma Labbaik

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Setiap kali seorang Muslim menunaikan ibadah umrah atau haji, suara yang paling sering terdengar adalah gema kalimat Talbiyah: Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syarika lak. Kalimat ini bukan sekadar lantunan zikir biasa, tetapi sebuah ikrar suci yang mengandung makna mendalam. Memahami arti Talbiyah akan […]

  • Inflasi: Musuh dalam Selimut atau Tanda Ekonomi yang Sehat?

    Inflasi: Musuh dalam Selimut atau Tanda Ekonomi yang Sehat?

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Pernah merasa uang Rp100.000 sekarang terasa lebih cepat habis dibanding beberapa tahun lalu? Fenomena ini bukanlah sekadar perasaan, melainkan dampak nyata dari apa yang disebut para ekonom sebagai inflasi. Inflasi sering kali digambarkan sebagai momok yang menggerogoti nilai uang kita. Namun, apakah ia sepenuhnya jahat, atau justru bisa menjadi pertanda baik? Secara sederhana, inflasi adalah […]

  • Strategi Pemasaran Digital untuk UMKM yang Efektif

    Strategi Pemasaran Digital untuk UMKM yang Efektif

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Di era persaingan bisnis yang serba digital, memiliki produk berkualitas saja tidak cukup. UMKM perlu menjangkau pelanggan secara online. Namun, dengan banyaknya pilihan, banyak pelaku usaha bingung harus mulai dari mana. Menerapkan strategi pemasaran digital untuk UMKM yang efektif tidak harus mahal, kuncinya adalah fokus dan konsistensi. Strategi yang tepat akan membantu meningkatkan visibilitas merek, […]

  • Manfaatkan Gadget Anda Sepenuhnya: Tips dan Trik Mengoptimalkan Perangkat Harian

    Manfaatkan Gadget Anda Sepenuhnya: Tips dan Trik Mengoptimalkan Perangkat Harian

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Di era digital ini, gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Mulai dari smartphone, tablet, hingga laptop, perangkat ini mempermudah banyak aspek, mulai dari pekerjaan hingga hiburan. Namun, apakah Anda yakin sudah memanfaatkan gadget Anda sepenuhnya? Banyak fitur tersembunyi dan kebiasaan sederhana yang bisa membuat pengalaman Anda jauh lebih optimal.p ertama, perhatikan manajemen […]

  • Peran Sentral Uranium dalam Perang Dingin: Bahan Bakar Perlombaan Senjata Nuklir

    Peran Sentral Uranium dalam Perang Dingin: Bahan Bakar Perlombaan Senjata Nuklir

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Jauh sebelum dikenal sebagai sumber energi, uranium adalah elemen paling strategis dan ditakuti di dunia. Selama era Perang Dingin (1947-1991), mineral radioaktif ini menjadi bahan mentah yang mendefinisikan konflik ideologis antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Peran utamanya bukan untuk listrik, melainkan sebagai pemicu utama perlombaan senjata nuklir yang mengancam eksistensi manusia. Setelah Proyek Manhattan […]

expand_less