Jumat, 6 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mengungkap Ketakutan Akan Kerugian: Memanfaatkan Teori Prospek dalam Keuangan

Mengungkap Ketakutan Akan Kerugian: Memanfaatkan Teori Prospek dalam Keuangan

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

Mengapa rasa sakit akibat kehilangan uang terasa lebih kuat daripada kebahagiaan saat mendapatkan jumlah yang sama? Fenomena psikologis ini dikenal sebagai loss aversion atau keengganan terhadap kerugian. Untuk memahaminya lebih dalam dan mengelola dampaknya dalam keputusan finansial Anda di Indonesia, kita dapat merujuk pada Teori Prospek (Prospect Theory), sebuah konsep penting dalam ekonomi perilaku.

Apa Itu Teori Prospek dan Mengapa Penting?

Teori Prospek, yang dikembangkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky, menjelaskan bagaimana individu membuat keputusan dalam situasi yang mengandung risiko. Berbeda dengan teori ekonomi klasik yang mengasumsikan manusia adalah agen rasional yang memaksimalkan utilitas, Teori Prospek menyoroti bahwa keputusan kita seringkali dipengaruhi oleh bias kognitif dan emosi, terutama ketika berhadapan dengan potensi keuntungan dan kerugian. Salah satu bias paling kuat yang diidentifikasi oleh teori ini adalah loss aversion.

Rasa Takut Rugi (Loss Aversion) dalam Aksi

Loss aversion berarti bahwa rasa sakit yang kita rasakan saat kehilangan sejumlah uang jauh lebih besar (secara psikologis, sekitar dua kali lebih kuat) dibandingkan dengan kebahagiaan yang kita rasakan saat mendapatkan jumlah uang yang sama. Inilah mengapa kita seringkali lebih termotivasi untuk menghindari kerugian daripada mencari keuntungan.

Contohnya, seorang investor mungkin akan sangat enggan menjual sahamnya yang sedang merugi, berharap harganya akan naik kembali, meskipun ada indikasi kuat bahwa saham tersebut akan terus menurun. Rasa takut kehilangan uang awal yang telah diinvestasikan lebih kuat daripada potensi keuntungan jika ia mengalihkan dananya ke investasi lain yang lebih menjanjikan.

Menerapkan Teori Prospek untuk Mengatasi Loss Aversion

Memahami Teori Prospek dan konsep loss aversion dapat membantu Anda membuat keputusan finansial yang lebih rasional:

* Fokus pada Tujuan Jangka Panjang: Ingatlah tujuan investasi Anda secara keseluruhan. Jangan biarkan ketakutan akan kerugian jangka pendek mengaburkan visi jangka panjang Anda.

* Evaluasi Risiko secara Objektif: Cobalah untuk melihat potensi keuntungan dan kerugian secara lebih seimbang dan berdasarkan data, bukan hanya emosi.

* Diversifikasi Investasi: Menyebar investasi ke berbagai aset dapat membantu mengurangi risiko kerugian yang signifikan pada satu aset tertentu.

* Bingkai Keputusan dengan Positif: Alih-alih fokus pada potensi kerugian, cobalah untuk membingkai keputusan sebagai potensi keuntungan yang mungkin Anda lewatkan jika tidak bertindak.

* Belajar dari Kesalahan: Akui bahwa kerugian adalah bagian dari dunia investasi. Analisis mengapa kerugian itu terjadi dan gunakan sebagai pelajaran untuk keputusan di masa depan.

Dengan mengenali kecenderungan loss aversion yang dipengaruhi oleh cara kita memproses potensi keuntungan dan kerugian berdasarkan Teori Prospek, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasi bias ini dan membuat keputusan finansial yang lebih bijak dan menguntungkan di Indonesia.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proteksionisme vs. Perdagangan Bebas: Mana yang Lebih Menguntungkan Negara?

    Proteksionisme vs. Perdagangan Bebas: Mana yang Lebih Menguntungkan Negara?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Dalam menentukan arah kebijakan ekonomi, salah satu perdebatan paling klasik yang dihadapi setiap negara adalah memilih antara proteksionisme dan perdagangan bebas. Keduanya menawarkan argumen yang kuat tentang cara terbaik mencapai kemakmuran, namun dengan pendekatan yang sangat bertolak belakang. Pilihan ini pada dasarnya adalah antara membuka pintu selebar-lebarnya untuk persaingan global atau membangun benteng untuk melindungi […]

  • Update Harga Emas Hari Ini, Selasa 24 Juni 2025: Turun Rp10.000 ke Rp1.932.000 per Gram – Peluang Menarik untuk Investor?

    Update Harga Emas Hari Ini, Selasa 24 Juni 2025: Turun Rp10.000 ke Rp1.932.000 per Gram – Peluang Menarik untuk Investor?

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Berdasarkan data terkini per Selasa, 24 Juni 2025 pukul 08:16:00 WIB, pasar logam mulia menunjukkan pergerakan yang menarik. Harga emas hari ini turun Rp10.000 per gram. Dengan koreksi ini, harga emas batangan saat ini tercatat di angka Rp1.932.000,00 per gram, setelah sebelumnya berada di level Rp1.942.000,00. Penurunan ini tentu menjadi sorotan utama bagi investor dan […]

  • Dampak Globalisasi bagi Negara Berkembang: Siapa Pemenang dan Pecundang?

    Dampak Globalisasi bagi Negara Berkembang: Siapa Pemenang dan Pecundang?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Globalisasi, sebagai proses terintegrasinya ekonomi, budaya, dan masyarakat dunia, telah menjadi kekuatan dominan yang membentuk peradaban modern. Bagi negara-negara maju, ia sering dilihat sebagai mesin kemakmuran. Namun, bagi negara berkembang, dampak globalisasi layaknya pedang bermata dua yang menghadirkan peluang sekaligus ancaman. Lantas, dalam panggung global yang masif ini, siapa yang sebenarnya menjadi pemenang, dan siapa […]

  • Bali Bird Park & Reptile Park: Wisata Edukasi Satwa untuk Keluarga

    Bali Bird Park & Reptile Park: Wisata Edukasi Satwa untuk Keluarga

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Mencari destinasi liburan keluarga yang seru sekaligus mendidik di Bali? Bali Bird Park dan Bali Reptile Park yang berlokasi strategis di Gianyar adalah jawaban yang sempurna. Dua taman konservasi kelas dunia ini menawarkan pengalaman melihat dari dekat ratusan spesies satwa eksotis dalam satu kawasan, menjadikannya pilihan ideal untuk mengisi hari liburan Anda. Dua Taman, Satu […]

  • NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

    NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Dalam ekonomi makro, hubungan antara pengangguran dan inflasi adalah topik yang selalu menarik. Salah satu konsep paling penting yang menggambarkan hubungan ini adalah NAIRU atau Non-Accelerating Inflation Rate of Unemployment. Sederhananya, NAIRU adalah tingkat pengangguran “alami” di mana inflasi tidak naik atau turun secara signifikan. Ini bukan berarti pengangguran nol, melainkan tingkat di mana tekanan […]

  • Menjaga Integritas Pasar Modal: Fungsi Pengawasan PPATK

    Menjaga Integritas Pasar Modal: Fungsi Pengawasan PPATK

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Pasar modal adalah salah satu motor penggerak ekonomi. Namun, pasar modal yang sehat membutuhkan integritas yang tinggi, bebas dari manipulasi dan kejahatan finansial. Untuk memastikan hal ini, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) memiliki fungsi pengawasan yang krusial dalam menjaga kebersihan dan stabilitas pasar modal Indonesia. Mencegah Pencucian Uang di Pasar Modal Pasar modal, […]

expand_less