Milton Friedman dan Aliran Monetaris: “Inflasi Adalah Fenomena Moneter” ๐ธ
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Jum, 7 Nov 2025
- visibility 59
- comment 0 komentar

Milton Friedman (1912โ2006) adalah salah satu ekonom paling berpengaruh di abad ke-20 dan pemimpin utama Aliran Monetaris dari Universitas Chicago. Kontribusi terbesarnya adalah menghidupkan kembali peran penting uang dalam menentukan hasil ekonomi, sebuah pandangan yang sempat terpinggirkan oleh dominasi teori Keynesian setelah Depresi Besar.
Inflasi sebagai Fenomena Moneter
Gagasan Friedman yang paling terkenal dan sering dikutip adalah: “Inflasi selalu dan di mana saja merupakan fenomena moneter.” Frasa ini merangkum inti dari teori monetaris. Friedman berpendapat bahwa kenaikan harga secara umum (inflasi) tidak disebabkan oleh kekuatan serikat pekerja, pengeluaran pemerintah yang boros, atau kenaikan harga minyak, melainkan oleh pertumbuhan jumlah uang beredar yang lebih cepat daripada pertumbuhan output perekonomian.
Sederhananya, jika ada lebih banyak uang yang mengejar jumlah barang dan jasa yang sama, nilai setiap unit uang akan turun, dan harga akan naik. Menurut Friedman, jika bank sentral mencetak uang terlalu banyak dan terlalu cepat, inflasi adalah hasil yang tak terhindarkan.
Kritik terhadap Keynesianisme
Aliran Monetaris Friedman secara fundamental menentang intervensi pemerintah yang dianjurkan oleh John Maynard Keynes. Friedman berpendapat bahwa upaya pemerintah untuk “menyetel halus” perekonomian melalui belanja fiskal atau kebijakan moneter jangka pendek sering kali berbahaya dan tidak efektif dalam jangka panjang, karena adanya time lag (jeda waktu) dalam dampak kebijakan.
Friedman mengadvokasi kebijakan moneter yang sederhana dan stabil. Ia menyarankan agar bank sentral hanya fokus pada satu hal: mempertahankan pertumbuhan jumlah uang beredar pada tingkat yang konstan (seperti 3% hingga 5% per tahun), sejalan dengan tingkat pertumbuhan potensial riil perekonomian. Tujuan tunggal ini, katanya, akan memastikan stabilitas harga dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan pasar bebas.
Meskipun monetarisme tidak lagi menjadi satu-satunya panduan kebijakan, warisan Friedman tetap kuat. Bank sentral modern di seluruh duniaโbahkan yang tidak sepenuhnya monetarisโtetap memprioritaskan pengendalian inflasi sebagai tujuan utama mereka, sebuah penghormatan langsung terhadap wawasan mendasar Milton Friedman.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar