Jumat, 6 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Perang Kurs: Ketika Negara-Negara Sengaja Melemahkan Mata Uangnya

Perang Kurs: Ketika Negara-Negara Sengaja Melemahkan Mata Uangnya

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Dalam arena ekonomi global, persaingan antarnegara tidak selalu terjadi di medan perang fisik. Ada satu jenis konflik yang tak kasat mata namun berdampak besar, yaitu perang kurs (currency war). Ini adalah kondisi di mana negara-negara secara sengaja bersaing untuk melemahkan nilai mata uang mereka.

Tujuannya? Untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam perdagangan internasional. Namun, strategi ini ibarat pedang bermata dua yang dapat memicu ketidakstabilan ekonomi global jika tidak dikendalikan.

Mengapa Negara Melemahkan Mata Uangnya? πŸ“‰

Alasan utama di balik kebijakan ini sangat strategis: mendorong ekspor. Ketika nilai mata uang sebuah negara lebih lemah dibandingkan mata uang negara lain, harga produk ekspornya menjadi lebih murah di pasar internasional. Permintaan terhadap produk tersebut pun meningkat, yang pada akhirnya dapat menggenjot industri dalam negeri dan mengurangi angka pengangguran.

Di sisi lain, pelemahan mata uang membuat harga barang impor menjadi lebih mahal. Hal ini mendorong konsumen domestik untuk beralih ke produk lokal. Bank sentral biasanya melakukan ini dengan menurunkan suku bunga atau menerapkan kebijakan moneter longgar seperti Quantitative Easing (QE).

Dampak dan Risiko Perang Kurs βš”οΈ

Meskipun terlihat menguntungkan, perang kurs memiliki risiko yang sangat berbahaya. Ketika satu negara melemahkan mata uangnya, negara lain yang merasa dirugikan kemungkinan besar akan melakukan tindakan balasan. Aksi saling balas ini menciptakan “perlombaan menuju dasar” (race to the bottom), di mana tidak ada negara yang benar-benar diuntungkan.

Selain itu, dampak negatif lainnya adalah:

* Memicu Inflasi: Harga barang-barang impor yang mahal dapat menaikkan tingkat inflasi di dalam negeri.

* Ketidakpastian Global: Volatilitas nilai tukar yang tinggi menciptakan ketidakpastian bagi investor dan pelaku bisnis internasional.

Pada akhirnya, perang kurs adalah permainan berisiko tinggi. Keuntungan jangka pendek yang didapat sering kali harus dibayar mahal dengan ketidakstabilan ekonomi jangka panjang dan rusaknya kerja sama internasional.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Properti Sewa: 5 Kunci Sukses Menjadi Landlord yang Menguntungkan

    Properti Sewa: 5 Kunci Sukses Menjadi Landlord yang Menguntungkan

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Memiliki properti sewa sering dianggap sebagai jalan mulus menuju passive income. Namun, untuk benar-benar menjadi landlord yang menguntungkan, diperlukan strategi yang lebih dari sekadar memiliki aset. Kunci utamanya terletak pada manajemen yang cerdas dan proaktif. Berikut adalah lima pilar utama yang dapat mengubah investasi properti Anda menjadi sumber keuntungan yang optimal. 1. Lokasi Adalah Raja […]

  • Waspada Modus Penipuan Jasa Pijat Panggilan yang Menipu di Indonesia

    Waspada Modus Penipuan Jasa Pijat Panggilan yang Menipu di Indonesia

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Jasa pijat panggilan menjadi pilihan praktis bagi banyak orang di Indonesia yang ingin relaksasi tanpa harus keluar rumah. Namun, sayangnya, popularitas layanan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Berbagai modus penipuan jasa pijat panggilan bisa merugikan Anda, mulai dari kerugian finansial hingga potensi risiko keamanan. Penting untuk mengenali taktik mereka […]

  • Teknologi Penangkapan Karbon Langsung (DAC): Menyedot CO2 dari Udara sebagai Solusi Iklim

    Teknologi Penangkapan Karbon Langsung (DAC): Menyedot CO2 dari Udara sebagai Solusi Iklim

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Di tengah perjuangan global melawan perubahan iklim, mengurangi emisi saja tidak lagi cukup. Dunia kini memerlukan teknologi yang mampu membersihkan karbon dioksida (CO2) yang sudah terlanjur ada di atmosfer. Di sinilah peran krusial Teknologi Penangkapan Karbon Langsung (DAC), sebuah inovasi terdepan yang berfungsi layaknya penyedot debu raksasa untuk gas rumah kaca. Berbeda dari penangkapan karbon […]

  • Menjaga Tanaman, Menghemat Air: Inovasi Irigasi Bawah Permukaan

    Menjaga Tanaman, Menghemat Air: Inovasi Irigasi Bawah Permukaan

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Kelangkaan air bersih dan tantangan perubahan iklim menuntut sektor pertanian untuk lebih efisien dalam penggunaan air. Salah satu inovasi paling menjanjikan adalah irigasi bawah permukaan atau Subsurface Drip Irrigation (SDI). Berbeda dengan irigasi konvensional, metode ini mengalirkan air langsung ke akar tanaman, meminimalkan pemborosan dan mengoptimalkan setiap tetes air. Bagaimana Irigasi Bawah Permukaan Bekerja? Alih-alih […]

  • Reformasi Perpajakan di Indonesia: Mengupas Dampaknya bagi Bisnis dan Masyarakat Luas

    Reformasi Perpajakan di Indonesia: Mengupas Dampaknya bagi Bisnis dan Masyarakat Luas

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Reformasi perpajakan menjadi agenda penting pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara, menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil, sederhana, dan efisien, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Namun, perubahan dalam sistem perpajakan tentu membawa dampak signifikan bagi dunia bisnis dan masyarakat secara keseluruhan. Dampak bagi Sektor Bisnis Bagi dunia […]

  • David Ricardo dan Keunggulan Komparatif: Dasar Perdagangan Bebas 🌐

    David Ricardo dan Keunggulan Komparatif: Dasar Perdagangan Bebas 🌐

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 37
    • 0Komentar

    David Ricardo (1772–1823), seorang ekonom politik klasik Inggris, adalah salah satu pemikir paling penting dalam sejarah ekonomi, terutama karena kontribusinya pada teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage). Teori ini, yang dijelaskan dalam karyanya On the Principles of Political Economy and Taxation (1817), menjadi dasar filosofis utama bagi argumen perdagangan bebas global hingga saat ini. Mengatasi Keunggulan […]

expand_less