Minggu, 31 Agu 2025
light_mode
Beranda » Ekonomi » Quantitative Easing (QE): Cara Bank Sentral ‘Mencetak Uang’ untuk Selamatkan Ekonomi

Quantitative Easing (QE): Cara Bank Sentral ‘Mencetak Uang’ untuk Selamatkan Ekonomi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

Ketika perekonomian menghadapi krisis hebat dan instrumen tradisional seperti penurunan suku bunga acuan tak lagi mempan, bank sentral akan mengeluarkan alat kebijakan moneter yang luar biasa kuat: Quantitative Easing (QE). Istilah ini sering disebut sebagai cara bank sentral “mencetak uang”, namun mekanismenya lebih kompleks dari sekadar menyalakan mesin cetak.

Secara esensial, QE adalah program pembelian aset keuangan dalam skala besar oleh bank sentral. Alih-alih mencetak uang fisik, bank sentral menciptakan uang baru secara digital di neracanya. Uang digital ini kemudian digunakan untuk membeli aset, terutama obligasi pemerintah dan terkadang surat utang korporasi, dari bank-bank komersial dan lembaga keuangan lainnya di pasar terbuka.

Tindakan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk menyuntikkan likuiditas secara masif ke dalam sistem perbankan. Dengan memiliki lebih banyak uang tunai, bank-bank didorong untuk menyalurkan lebih banyak kredit ke sektor bisnis dan rumah tangga. Kedua, dengan membeli obligasi secara besar-besaran, permintaan terhadap obligasi tersebut meningkat. Hal ini menaikkan harga obligasi dan—yang paling penting—menurunkan imbal hasilnya (yield). Turunnya yield obligasi ini menjadi acuan untuk menekan suku bunga pinjaman jangka panjang di seluruh perekonomian.

Tujuan akhirnya adalah untuk memberikan stimulus ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah mendorong perusahaan untuk berinvestasi dan berekspansi, serta merangsang konsumen untuk meminjam dan berbelanja, misalnya melalui KPR atau kredit kendaraan yang lebih murah.

Meskipun efektif, QE bukanlah tanpa risiko. Kritik utama adalah potensi terjadinya inflasi yang tinggi jika terlalu banyak uang beredar di ekonomi. Oleh karena itu, QE dianggap sebagai kebijakan non-konvensional yang hanya digunakan dalam kondisi darurat untuk mencegah keruntuhan ekonomi yang lebih dalam.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Harga Emas Hari 13 Juni 2025 Ini dan Prospeknya

    Update Harga Emas Hari 13 Juni 2025 Ini dan Prospeknya

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Emas, sebagai instrumen investasi yang telah teruji waktu, selalu menarik perhatian investor, baik pemula maupun berpengalaman. Fluktuasi harganya yang dinamis kerap menjadi sorotan utama, memicu rasa ingin tahu tentang pergerakan pasar dan potensi keuntungannya. Memantau update harga emas hari ini menjadi krusial untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Berdasarkan pantauan pasar terkini dari Logam Mulia […]

  • Manfaatkan Gadget Anda Sepenuhnya: Tips dan Trik Mengoptimalkan Perangkat Harian

    Manfaatkan Gadget Anda Sepenuhnya: Tips dan Trik Mengoptimalkan Perangkat Harian

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Di era digital ini, gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Mulai dari smartphone, tablet, hingga laptop, perangkat ini mempermudah banyak aspek, mulai dari pekerjaan hingga hiburan. Namun, apakah Anda yakin sudah memanfaatkan gadget Anda sepenuhnya? Banyak fitur tersembunyi dan kebiasaan sederhana yang bisa membuat pengalaman Anda jauh lebih optimal.p ertama, perhatikan manajemen […]

  • Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

    Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Tanaman penutup tanah, atau cover crops, sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, praktik ini adalah salah satu strategi paling efektif dan ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan tanah. Cover crops bukanlah tanaman utama yang akan dipanen, melainkan “selimut” alami yang ditanam di luar musim tanam atau di sela-sela barisan tanaman utama. Mencegah Erosi dan Menjaga Kelembapan […]

  • Tergiur Harga Murah? Ini Alasan Banyak Orang Terjebak Investasi Properti Fiktif di Indonesia

    Tergiur Harga Murah? Ini Alasan Banyak Orang Terjebak Investasi Properti Fiktif di Indonesia

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Investasi properti masih menjadi primadona di Indonesia karena dianggap menjanjikan keuntungan stabil. Namun, impian memiliki aset properti dengan harga miring seringkali menjadi celah bagi penipuan investasi properti fiktif. Banyak orang akhirnya gigit jari karena uang yang diinvestasikan lenyap tanpa ada properti yang jelas. Mengapa begitu banyak yang terjebak? Berikut beberapa alasannya. Faktor-Faktor yang Membuat Orang […]

  • Inovasi Pendidikan: Kunci Membangun Generasi Masa Depan yang Gemilang

    Inovasi Pendidikan: Kunci Membangun Generasi Masa Depan yang Gemilang

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Dunia terus berubah dengan kecepatan eksponensial, didorong oleh kemajuan teknologi dan tuntutan global yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, inovasi pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan untuk menyiapkan generasi masa depan yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing. Bagaimana inovasi ini dapat diwujudkan dan mengapa ini krusial? Salah satu pilar utama inovasi pendidikan adalah […]

  • Inovasi Konservasi Air: Menjaga Sumber Daya Vital

    Inovasi Konservasi Air: Menjaga Sumber Daya Vital

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Air adalah sumber daya esensial bagi kehidupan, namun ketersediaannya semakin terancam oleh perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan aktivitas manusia. Di Indonesia, negara dengan keragaman hayati yang tinggi namun juga rentan terhadap masalah kekeringan di beberapa wilayah, inovasi dalam konservasi air menjadi krusial. Menjaga sumber daya vital ini membutuhkan pendekatan yang cerdas dan berkelanjutan. Salah satu […]

expand_less