Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Rupiah Terjepit Inflasi dan The Fed: Akankah Suku Bunga BI Ikut Mendaki di Tengah Tekanan Global?

Rupiah Terjepit Inflasi dan The Fed: Akankah Suku Bunga BI Ikut Mendaki di Tengah Tekanan Global?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah terus menjadi perhatian utama, terutama dengan inflasi yang masih membayangi dan kebijakan suku bunga The Fed. Bank Indonesia (BI) berada dalam posisi sulit, harus menyeimbangkan antara menjaga stabilitas Rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya memberikan tekanan pada Rupiah, karena investor cenderung mencari aset dolar AS yang dianggap lebih aman.

 

Dampak Inflasi dan The Fed terhadap Rupiah

 

Pelemahan Rupiah: Kenaikan suku bunga The Fed dapat memicu capital outflow, dimana investor menarik dana dari pasar keuangan Indonesia dan mengalihkan ke aset yang berbasis dolar AS. Hal ini dapat melemahkan nilai tukar Rupiah.

Inflasi Impor: Pelemahan Rupiah dapat menyebabkan harga barang impor menjadi lebih mahal, yang pada akhirnya dapat mendorong inflasi.

Kebijakan BI: Dalam situasi ini, BI harus mempertimbangkan dengan cermat langkah-langkah kebijakan moneternya. Menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dapat memperlemah Rupiah, sementara menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas Rupiah dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Ringkasan (300 kata)

 

Nilai tukar Rupiah saat ini berada di bawah tekanan inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya membuat BI berada dalam posisi yang sulit. BI harus menyeimbangkan antara menjaga stabilitas Rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Kenaikan suku bunga The Fed dapat memicu capital outflow dan melemahkan nilai tukar Rupiah. Pelemahan Rupiah dapat menyebabkan harga barang impor menjadi lebih mahal, yang pada akhirnya dapat mendorong inflasi. BI harus mempertimbangkan dengan cermat langkah-langkah kebijakan moneternya. Menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dapat memperlemah Rupiah, sementara menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas Rupiah dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Beberapa analis memperkirakan bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuannya, namun tidak menutup kemungkinan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas Rupiah.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Peran Lebah dalam Keberlanjutan Pertanian

    Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Peran Lebah dalam Keberlanjutan Pertanian

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Di balik setiap buah dan sayuran segar yang kita nikmati, ada pahlawan kecil bersayap yang bekerja tanpa lelah: lebah. Serangga penyerbuk ini memainkan peran krusial dalam keberlanjutan pertanian, menjadikannya fondasi utama ketahanan pangan global. Tanpa lebah, produksi banyak tanaman pangan penting akan terancam. Penyerbuk Alami yang Tak Tergantikan Lebah adalah agen penyerbuk utama bagi sekitar […]

  • Menilik Masa Depan PPATK: Transformasi Menghadapi Era 4.0

    Menilik Masa Depan PPATK: Transformasi Menghadapi Era 4.0

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0, lanskap kejahatan finansial juga ikut berubah. Modus operandi menjadi semakin canggih, memanfaatkan teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan blockchain. Dalam menghadapi tantangan ini, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) harus terus bertransformasi. Bukan hanya sekadar mengikuti perkembangan, tetapi juga menjadi yang terdepan dalam inovasi untuk […]

  • Mengenal Komputer Generasi Kedua: Era Transistor yang Lebih Cepat dan Kecil

    Mengenal Komputer Generasi Kedua: Era Transistor yang Lebih Cepat dan Kecil

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Transisi dari tabung vakum yang besar dan rentan ke komponen yang lebih revolusioner menandai hadirnya Komputer Generasi Kedua (sekitar 1950-an – 1960-an). Ini adalah era ketika transistor mengambil alih peran utama, membawa kemajuan signifikan yang mengubah wajah komputasi. Dibandingkan pendahulunya, komputer generasi ini jauh lebih cepat, lebih kecil, dan lebih andal. Penemuan transistor pada tahun […]

  • Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam: Menghitung Nilai Hutan dan Laut

    Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam: Menghitung Nilai Hutan dan Laut

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Berapa nilai sebuah hutan? Atau seberapa berharganya lautan bagi perekonomian? Pertanyaan ini seringkali sulit dijawab karena kita terbiasa melihat alam sebagai sesuatu yang “tak ternilai”. Namun, dalam pengambilan kebijakan, apa yang tak ternilai sering dianggap tak bernilai. Di sinilah pentingnya valuasi ekonomi sumber daya alam. Valuasi ini adalah sebuah pendekatan untuk memberikan nilai moneter pada […]

  • Menjaga Keamanan Nuklir Indonesia: Peran Krusial Otoritas Keselamatan Nuklir Nasional

    Menjaga Keamanan Nuklir Indonesia: Peran Krusial Otoritas Keselamatan Nuklir Nasional

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Pemanfaatan tenaga nuklir untuk berbagai keperluan, termasuk riset, industri, dan potensi energi di masa depan, memerlukan pengawasan yang ketat untuk menjamin keselamatan manusia dan lingkungan. Di Indonesia, peran vital ini diemban oleh Otoritas Keselamatan Nuklir Nasional, sebuah lembaga yang memiliki tanggung jawab penuh dalam mengatur dan mengawasi segala kegiatan yang berkaitan dengan tenaga nuklir. Sebagai […]

  • Arsik Ikan Mas: Sensasi Pedas Getir Andaliman dalam Kuliner Khas Batak

    Arsik Ikan Mas: Sensasi Pedas Getir Andaliman dalam Kuliner Khas Batak

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Arsik Ikan Mas adalah permata kuliner dari Sumatera Utara yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Batak. Hidangan ini tidak hanya memikat lewat tampilannya yang kuning keemasan, tetapi juga melalui profil rasa yang sangat unikβ€”perpaduan antara asam, pedas, dan gurih yang meresap hingga ke tulang ikan. Keistimewaan utama yang membedakan Arsik dari olahan ikan lainnya adalah penggunaan […]

expand_less